Minapoli
Udang Jerbung, Harapan Ekspor Terbaru dari Pembudidaya
Udang

Udang Jerbung, Harapan Ekspor Terbaru dari Pembudidaya

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Udang jerbung atau udang merguensis merupakan komoditas\r\nyang tepat untuk dikembangkan di Indonesia. Hal itu dikarenakan, ketersediaan\r\ninduk ada di seluruh wilayah perairan Indonesia, sehingga me...

Udang jerbung atau udang merguensis merupakan komoditas\r\nyang tepat untuk dikembangkan di Indonesia. Hal itu dikarenakan, ketersediaan\r\ninduk ada di seluruh wilayah perairan Indonesia, sehingga memudahkan dilakukan\r\npengembangan. 

"Selain merupakan jenis udang lokal asli Indonesia.\r\nSecara teknis, komoditas ini mempunyai potensi ekonomi yang lebih\r\nmenguntungkan. Karena, biaya produksi usaha lebih efisien, udang jerbung juga\r\ntahan terhadap penyakit," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya,\r\nSlamet Soebjakto, pada saat melakukan kunjungan kerja di lokasi budidaya udang\r\nmerguensis milik Pokdakan Windu Rejo di Kecamatan Sidayu Gresik, Senin (30/9).

Menurut Slamet, budidaya udang Jerbung sudah mulai\r\nmemasyarakat.Oleh karenanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus\r\nmendorong pengembangan budidaya udang merguensis ini di berbagai daerah di\r\nIndonesia.

"Salah satu upayanya yakni dengan memberikan bantuan\r\ndan pendampingan kepada pembudidaya. Ke depannya, udang jerbung ini nantinya\r\nbisa menjadi pilihan budidaya masyarakat," jelas Slamet.


Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya\r\n(DJPB) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara telah\r\nberhasil menginisiasi program pemuliaan buatan (seleksi breeding) untuk\r\npenyediaan stok benih udang jerbung bermutu bagi pembudidaya.

Program ini menghasilkan induk unggul jerbung dengan status\r\nSpecific Pathogen Free (SPF), pertumbuhan cepat dan lebih tahan terhadap\r\nperubahan lingkungan. Keberhasilan seleksi breeding tersebut diharapkan dapat\r\nmengurangi ketergantungan induk hasil tangkapan di alam, serta mengurangi\r\nresiko penyakit.

“Saat ini KKP sedang melakukan uji multi lokasi untuk\r\nmelihat performance yang dihasilkan untuk selanjutnya dapat kita tingkatkan\r\nkualitas benih, penyiapan induk hingga ke sistem pembudidayaan yang paling\r\ntepat," kata Slamet.

Selain di Gresik, lokasi percontohan budidaya udang jerbung\r\ntelah dilakukan di Pemalang, Brebes, Demak. Sejumlah pembudidaya tersebut\r\nmendapat pembinaan langsung dari BBPBAP Jepara bekerjasama dengan penyuluh dan\r\ndinas perikanan setempat.

“Keberhasilan teman-teman BBPBAP Jepara patut diberikan\r\napresiasi karena dapat mengangkat kekayaan alam asli Indonesia serta\r\nmenumbuhkan diversifikasi usaha khususnya untuk komoditas udang," ujarnya.

Udang merguensis atau di pasar ekspor dikenal dengan\r\nsebutan banana shrimp ini banyak disukai konsumen khususnya Jepang.\r\nSelain citarasa yang lezat, konsumen Jepang juga menyukai warna udang Jerbung\r\nyang cenderung lebih merah apabila dimasak.

Budidaya Ekstensif

Menurut Slamet, ketergantungan udang jerbung terhadap pakan\r\nalami sangat tinggi. Sehingga, udang ini cocok untuk sistem budidaya ekstensif.\r\nSistem budidaya ini dapat mendorong pemanfaatan lahan idle tradisional plus\r\nsampai dengan semi intensif maupun sebagai ekstensifikasi lahan yang sudah\r\nberjalan.

"Ke depan, perbanyakan benih akan dibentuk pola melalui\r\nnaupli center per komoditas. Pembudidaya akan kita fokuskan ke pembesaran,\r\nsedangkan pengusaha besar yang akan mengindukan dengan induk yang unggul agar\r\nlebih terkontrol, " kata Slamet.

Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Rahardjo mengatakan, hingga\r\nkini kapasitas produksi hatchery BBPBAP Jepara sebanyak 20 juta ekor benur per\r\ntahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 juta diantaranya merupakan hasil dari\r\ninduk yang bukan berasal dari tangkapan di alam.

“Proses domestikasi terus kami lakukan untuk dapat menjamin\r\nketersediaan induk. Dengan proses biosekuriti yang terkontrol baik, kami dapat\r\nmenghasilkan calon induk yang memiliki daya tahan tinggi serta menghasilkan\r\nbenih bermutu,” jelasnya.

Sugeng juga mengatakan, BBPBAP Jepara saat ini telah\r\nberhasil mendapatkan induk Marguensis G3 melalui seleksi masal. Marguensis G3\r\nini memiliki tingkat keseragaman tinggi dengan mating rate 20-30 %.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

"Karena itu, pada tahun 2020 kami akan fokus pada upaya\r\nbreeding program melalui seleksi familiy. Tentunya dengan SOP yang lebih ketat.\r\nKita optimis melalui upaya ini performanya semakin baik,"\r\npungkasnya. 


Sumber : Tabloid Sinar Tani

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan