Minapoli
Udang Jerbung, Efisien Dibudidaya Berpotensi Ekspor
Udang

Udang Jerbung, Efisien Dibudidaya Berpotensi Ekspor

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Selain udang windu, Indonesia juga memiliki komoditas udang\r\nasli yang saat ini sudah bisa dibudidaya masyarakat. Nah, komoditas udang asli\r\ntersebut tak lain adalah udang jerbung (udang merguensi...


Selain udang windu, Indonesia juga memiliki komoditas udang\r\nasli yang saat ini sudah bisa dibudidaya masyarakat. Nah, komoditas udang asli\r\ntersebut tak lain adalah udang jerbung (udang merguensis). Udang yang sekilas\r\nberwarna putih mirip udang vaname tersebut saat ini sudah bisa dibudidaya\r\nmasyarakat dan berpotensi mengisi pasar ekspor.

Udang asli Indonesia ini di pasar lebih dikenal dengan\r\nsebutan banana shrimp. Udang jerbung yang sebelumnya hanya bisa diperoleh dari\r\nalam bebas, selain diminati pasar lokal, juga mulai dilirik konsumen mancanegara, seperti Jepang.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto\r\nmengatakan, setelah dilakukan seleksi breeding (pemuliaan buatan) oleh Balai\r\nBesar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, maka udang jerbung ini\r\nsudah bisa dibudidaya masyarakat. “Apa yang dilakukan BBPBAP Jepara ini patut\r\ndiapresiasi. Sebab, mampu menyediakan stok benih udang jerbung bermutu bagi\r\nmasyarakat (pembudidaya),” papar Slamet Soebjakto, di Jakarta, pekan lalu.

Slamet juga mengatakan, udang asli Indonesia ini juga punya\r\npotensi pasar yang luas. Bahkan, bisa saja nantinya untuk mengisi pasar\r\nekspor,--yang selama ini masih mengandalkan udang vaname.

Udang asli Indonesia ini juga dikenal masyarakat memiliki\r\ncita rasa yang lezat. Tak heran, konsumen mancanegara menyukai udang jerbung\r\nsebagai menu masakan favorit mereka. Apabila dimasak, warna udang jerbung\r\ncenderung lebih merah, sehingga menarik untuk disajikan sebagai hidangan\r\nistimewa.

Menurut Slamet, udang jerbung atau udang merguensis\r\nmerupakan komoditas yang tepat untuk dikembangkan di Indonesia. Selain punya\r\npasar luas, ketersediaan induk udang jerbung juga tersedia di seluruh wilayah\r\nperairan Indonesia. “Karena indukannya tersedia cukup banyak dan sudah\r\ndilakukan seleksi breeding, akan lebih mudah dilakukan pengembangan di\r\nmasyarakat,” ujarnya.

Udang asli Indonesia ini tampaknya bisa menjadi pilihan\r\nbudidaya yang menguntungkan masyarakat. Dibandingkan dengan budidaya udang\r\nlainnya, secara teknis, komoditas udang jerbung mempunyai potensi ekonomi yang\r\nlebih menguntungkan. Mengingat, biaya produksi usaha budidaya udang jerbung\r\nlebih efisien. “Udang jerbung juga tahan terhadap penyakit, sehingga sangat\r\nmenguntungkan apabila dibudidaya,” kata Slamet.

Kini, budidaya udang jerbung sudah mulai memasyarakat. Udang\r\nlokal asli Indonesia ini juga sudah dibudidaya dengan baik oleh Pokdakan Windu\r\nRejo di Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Udang jerbung juga dibudidaya\r\nsejumlah Pokdakan sebagai percontohan di Pemalang, Brebes, Demak, Jawa Tengah\r\n(Jateng).

Agar budidaya udang jerbung bisa berjalan dengan baik,\r\nsejumlah pembudidaya tersebut mendapat pembinaan langsung dari BBPBAP Jepara\r\nbekerjasama dengan penyuluh dan dinas perikanan setempat. “Keberhasilan\r\nteman-teman BBPBAP Jepara patut diberikan apresiasi karena dapat mengangkat\r\nkekayaan alam asli Indonesia serta menumbuhkan diversifikasi usaha budidaya,\r\nkhususnya komoditas udang," papar Slamet.

Setelah berhasil dibudidaya di sejumlah daerah, Kementerian\r\nKelautan dan Perikanan (KKP) saat ini mulai mendorong pengembangan budidaya\r\nudang jerbung ke sejumlah daerah yang memiliki kawasan tambak luas. KKP melalui\r\nDirektorat Jenderal Perikanan Budidaya juga memberikan bantuan dan pendampingan\r\nkepada pembudidaya.

Seleksi breeding yang dilakukan BBPBAP Jepara sudah berjalan\r\ncukup bagus. Seiring waktu berjalan, BBPBAP Jepara berhasil mencetak stok benih\r\nsampai saat ini sebanyak 15.000 ekor. Ditargetkan benih udang asli Indonesia\r\nhingga akhir tahun 2019 mencapai 30.000 ekor.

Dalam kesempatan terpisah, salah satu Perekayasa\r\nMadya BBPBAP Jepara, Abidin Nur mengatakan, masalah indukan dan benih udang\r\njerbung yang dikembangkan saat ini sudah siap dikembangkan di masyarakat.\r\nSebab, indukannya (G-3) yang diperoleh melalui seleksi secara massal, ketika\r\numur 7-8 bulan sudah bisa dikawinkan.

“Apalagi, cara mendapatkan indukan juga tak sulit. Hampir di\r\nsejumlah perairan di tanah air mudah ditemukan udang jerbung. Karena itu,\r\nBBPBAP Jepara siap menyediakan stok benih udang jerbung bermutu bagi\r\npembudidaya,” papar Abidin.

Abidin juga mengatakan, induk unggul udang jerbung yang\r\ndihasilkan juga berstatus Specific Pathogen Free (SPF). Artinya, pertumbuhannya\r\ncepat dan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan. Keberhasilan seleksi\r\nbreeding tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan induk hasil\r\ntangkapan di alam, serta mengurangi risiko penyakit.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Nah, saat ini KKP sedang melakukan uji multi lokasi untuk\r\nmelihat performance yang dihasilkan untuk selanjutnya dapat ditingkatkan\r\nkualitas benih, penyiapan induk hingga ke sistem pembudidayaan yang paling\r\ntepat.


Sumber : Tabloid Sinar Tani

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan