Selain meningkatkan imunitas dan bobot tubuh, pemberian\r\nherbal juga membantu proses distribusi ikan ke pasaran. Tidak hanya\r\nmengandalkan obat-obatan, aplikasi herbal dalam akuakultur juga ...
Selain meningkatkan imunitas dan bobot tubuh, pemberian\r\nherbal juga membantu proses distribusi ikan ke pasaran. Tidak hanya\r\nmengandalkan obat-obatan, aplikasi herbal dalam akuakultur juga dapat\r\nmeningkatkan pertumbuhan hingga kekebalan ikan. Apa saja tanaman yang\r\nbermanfaat dalam budidaya ikan?
Kunyit
Menurut Dr. Ir. Dedi Jusadi, M.Sc., Dosen Departemen Budidaya\r\nPerairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, herbal yang bisa digunakan\r\ndalam budidaya ikan di antaranya kunyit, bawang putih, cengkeh, dan kayu manis.\r\nKunyit dikenal mendunia dengan nama turmeric. Pemilik nama ilmiah Curcuma longa\r\ndan Curcuma domestica ini mengandung bahan aktif kurkumin 3%-4%,\r\ndesmetoksikumin 10%, bisdesmetoksikurkumin 1%-5%, minyak atsiri 2%-5% berupa\r\ntumeon 60%, dan zingiberen 25%. Kunyit bersifat larut di alkohol, tetapi\r\ntidak larut di air. Kegunaannya secara umum sebagai antiinflamasi dan\r\nmeningkatkan daya tahan tubuh.
“Turunan (warna) yang merah lebih ke antiinflamasi,\r\nsedangkan yang berwarna kuning lebih untuk melindungi hati. Kunyit juga\r\nberfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi penyakit bakteri,” jelas Dedi\r\npada Pelatihan Fish Farm Technical Service and Technician di Lampung.
Patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) yang diberi pakan\r\npellet dan ditambahkan bubuk kunyit juga menghasilkan perbaikan vitellogenesis\r\n(deposisi kuning telur), perkembangan gonad, dan diameter telur.
“Ikan ukuran 2–4 kg, diberi pakan komersil yang ditambah\r\nkunyit 0,0; 1,2; 2,4; dan 4,8 g/kg pellet. Lama pemberian pakan 50 hari,”\r\nkatanya. Pada hari ke-56 pemberian suplemen kunyit, pertambahan rerata\r\nbobot harian (average body weight gain, ABWG) dan persentase pertumbuhan harian\r\nberbeda cukup signifikan.
Rerata bobot harian patin yang diberi pellet dan kunyit 0,0\r\ng/kg sebesar sekitar 0,12 kg dengan laju pertumbuhan harian 0,53%. Pemberian\r\nkunyit 1,2 g/kg pellet menghasilkan bobot harian 0,22 kg dan pertumbuhan harian\r\n0,51%. Kunyit 2,4 g/kg memberikan bobot harian 0,45 kg dan pertumbuhan 1,52%,\r\nsedangkan kunyit 4,8 g/kg menghasilkan bobot 0,56 kg dan pertumbuhan 1,84%. Penelitian\r\ndalam Jurnal Kedokteran Veteriner menunjukkan, penambahan kunyit dan bawang\r\nputih dapat pula meningkatkan pertumbuhan dan respon imun nila. Nila ukuran 60\r\ng diberi pellet yang ditambahkan bubuk kunyit atau bawang putih selama 7\r\nminggu.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Doktor lulusan Tokyo University of Marine Science and\r\nTechnology itu mengulas, nila yang diberi kunyit atau bawang putih 1%\r\nmenghasilkan pertumbuhan bobot tubuh yang lebih baik daripada pemberian dosis\r\n2% atau kombinasi keduanya. Nila yang diberi kunyit 1% menghasilkan\r\npertambahan bobot total 38,83, nilai konversi pakan (feed conversion ratio,\r\nFCR) 1,30, dan ketahanan terhadap Pseudomonas flourescens sebesar 60%. Sedangkan,\r\nnila yang diberi bawang putih 1% menghasilkan pertambahan bobot total 34,47,\r\nnilai FCR 1,41, dan ketahanan terhadap P. flourescens sebesar 20%.
Sumber : Agrina

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
