Minapoli
Transformasi Bisnis Akuakultur
Mas

Transformasi Bisnis Akuakultur

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Perhelatan Tahunan perikanan\r\nbudidaya yang bertajuk AQUATICA ASIA & INDOAQUA digelar tiga hari 28-30\r\nNovember di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara tersebut dihadiri para stakeholder\r\ndi bidang ...

Perhelatan Tahunan perikanan\r\nbudidaya yang bertajuk AQUATICA ASIA & INDOAQUA digelar tiga hari 28-30\r\nNovember di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara tersebut dihadiri para stakeholder\r\ndi bidang perikanan budidaya. Ivent tahunan yang digelar tersebut merupakan\r\nrangkaian agenda Kementerian Kekuatan dan Perikanan (KKP).

Hadir Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.\r\nDalam sambutannya, Ia mengatakan komitmennya untuk membangun perikanan\r\nberkelanjutan. Ia berharap pelaku usaha skala besar melakukan pembinaan kepada\r\npara pelaku usaha kecil. Misalnya, dalam bentuk bantuan pemberian benih bandeng\r\nke usaha sekitar. “Saya melihat beberapa pelaku usaha besar sudah melakukan\r\nlangkah tersebut,” ujarnya.

Peserta booth yang ikut beragam, mulai dari perusahaan obat\r\nikan, pakan, sampai peralatan sarana dan prasarana perikanan budidaya. Tidak\r\nketinggalan juga, booth diramaikan dari dinas-dinas perikanan setiap daerah.\r\nSlamet mengingatkan, bahwa saat ini kita memasuki industri 4.0. Pihaknya\r\nmelihat bidang kelautan dan perikanan sudah memulainya dengan beberapa start up\r\ndengan berbagai inflasinya. Menurut dia, penerapan akuakultur atau praktik\r\nperikanan budidaya yang berkelanjutan menjadi bagian dari transformasi industri\r\n4.0. Selain udang, komoditas ekspor perikanan budidaya lainnya seperti kakap\r\nputih, kerapu dan rumput laut juga menjadi komoditas perikanan yang paling siap\r\nbertransformasi menuju industri 4.0.

Slamet mengatakan, transformasi bisnis akuakultur ke dalam\r\nbagian industri 4.0 diharapkan memberi solusi terbaik, khususnya dalam\r\nmembangun sebuah sistem produksi yang lebih efisien dan terukur mulai dari\r\naspek teknis, manajemen dan penguatan SDM hingga manajemen bisnisnya.\r\nSetidaknya, kata Slamet, ada empat langkah untuk memperkuat daya saing sektor\r\nakuakultur dalam era industri 4.0. Yakni, penciptaan efesiensi dan nilai tambah\r\nmelalui pembangunan mata rantai sistem produksi akuakultur berbasis teknologi\r\ninformasi guna menjamin interkoneksi mata rantai bisnis dari hulu hingga hilir\r\nsecara efisien. Terciptanya sistem logistik yang efisien, efesiensi proses\r\nproduksi akuakultur, dan perbaikan sistem database bidang akuakultur. 
\r\n
\r\nSumber : http://infoakuakultur.com/blog/transformasi-bisnis-akuakultur/

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

 

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan