Dalam\r\nbudi daya ikan patin, pemijahan\r\nadalah salah satu cara mendapatkan bibit baru. Adapun proses ini bisa dibedakan\r\nmenjadi pemijahan alami dan buatan. Saat ini, pemijahan ikan patin ...
Dalam\r\nbudi daya ikan patin, pemijahan\r\nadalah salah satu cara mendapatkan bibit baru. Adapun proses ini bisa dibedakan\r\nmenjadi pemijahan alami dan buatan. Saat ini, pemijahan ikan patin banyak dilakukan dengan teknik pemijahan buatan, yaitu\r\nmelalui pemberian kelenjar hipofisa (kelenjar\r\nuntuk merangsang proses reproduksi ikan) ikan lain atau hipofisa buatan dengan\r\nbantuan hormon gonadotropin.
Pemilihan dan Seleksi Induk
Proses\r\npemijahan sendiri diawali dengan mempersiapkan induk jantan dan betina.\r\nPemilihan induk merupakan faktor yang sangat penting karena induk dengan\r\nkualitas baik akan menghasilkan benih yang baik pula.
Induk\r\nbetina yang matang umumnya berumur sekitar 3 tahun, memiliki berat minimal 1,5\r\nhingga 2 kg, dengan perut yang membesar dan terasa lembek saat diraba. Organ kelaminnya\r\npun membengkak dan berwarna merah tua.
Adapun\r\ninduk jantan umumnya berumur paling tidak 2 tahun, memiliki berat 1,5 hingga 2\r\nkg, memiliki kulit perut tipis dan lembek, serta organ kelaminnya membengkak\r\ndan berwarna merah.
Matangnya\r\ntelur dari induk betina bisa dicek dengan cara berikut:
- Ambil\r\nsampel telur dari 1 ekor induk betina menggunakan selang kateter. Dengan\r\nhati-hati, masukan selang pada kloaka (organ\r\nkelamin ikan) sedalam 3 cm, lalu ujung selang lainnya disedot hingga butir\r\ntelur masuk ke dalam selang.
- Simpan\r\ntelur yang ada di dalam ke dalam wadah, tetesi dengan larutan formalin, alkohol\r\ndan larutan asetid yang dicampur dengan perbandingan 6:3:1. Larutan ini berfungsi\r\nuntuk mengetahui kematangan telur.
- Telur\r\nyang matang tampak bulat, berwarna putih kekuning-kuningan dan inti telurnya\r\nterpisah dari cangkang.
Baca juga: Benih Ikan Patin Warung Benih
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Proses Penyuntikan (Induced breeding)
Seperti\r\ndikatakan di awal tadi, pemijahan buatan dilakukan dengan memberikan kelenjar\r\nhipofisa pada ikan patin melalui\r\nproses penyuntikan. Proses ini dilakukan secara intramuskular (injeksi ke\r\ndalam otot tubuh) di belakang sirip punggung ikan. Jarum dimasukan sedalam\r\n2 cm dengan kemiringan sekitar 40 derajat.
Dosis\r\nkelenjar hipofisa yang disuntikan berbeda antara hipofisa alami dan buatan.\r\nUntuk hipofisa alami, dosis yang diberikan sekitar 0,12 ml. Sedangkan untuk\r\nhipofisa buatan, dosis yang diberikan untuk jantan sekitar 0,3 ml/kg dan betina\r\n0,5 ml/kg.
Penyuntikan\r\nkelenjar hipofisa buatan dilakukan 2 kali terhadap induk betina. Pada suntikan\r\npertama, dosis yang diberikan sekitar sepertiga bagian dosis total. Adapun pada\r\npenyuntikan kedua, dosisnya dua per\r\ntiga bagian dari dosis total.
Jarak\r\nantara penyuntikan adalah 8 hingga 10 jam setelah penyuntikan pertama.\r\nSedangkan untuk jantan hanya sekali dan dilakukan bersamaan dengam penyuntikan\r\npertama pada induk betina.

Pelepasan Telur dan Pembuahan
Pada\r\nproses ini, telur dari induk betina dan sperma dari induk jantan akan\r\ndicampurkan di luar tubuh ikan. Perut dari induk betina dan jantan diurut dari\r\nbagian depan ke bagian belakang secara perlahan-lahan. Kemudian, telur dan\r\nsperma bisa langsung ditampung pada wadah yang sama.
Lakukan\r\npengadukan dengan bulu ayam sekitar setengah menit secara perlahan. Kemudian\r\nmasukan air dan garam dengan perbandingan 1:4 ke wadah sambil tetap diaduk.
Untuk\r\nmembuang kotoran, lakukan penggantian air bersih sebanyak 2 hingga 3 kali.\r\nGunakan larutan lumpur untuk membersihkan lendir yang menempel dan memisahkan\r\ntelur yang menggumpal. Lumpur yang digunakan berupa lumpur atau tanah dasar\r\nkolam yang dipanaskan terlebih dahulu pada suhu 100 derajat Celsius.
Telur\r\nyang mengalami pembuahan akan mengembang, ukuran telur terlihat lebih besar dan\r\nberwarna kuning. Sedangkan telur yang tidak mengalami pembuahan berwarna putih\r\ndan akan mengendap di dasar.
Proses Penetasan Telur
Proses\r\npenetasan telur dilakukan pada corong-corong penetasan. Wadah yang akan\r\ndigunakan sebaiknya dicuci bersih dan dikeringkan terlebih dahulu. Air bersih\r\nkemudian dimasukan ke semua wadah. Nyalakan pompa isap agar air bersih terus\r\nmengalir dan terjadi sirkulasi air di seluruh wadah.
Telur\r\nikan patin yang akan ditetaskan dimasukan kedalam corong penetasan kemudian\r\ndisebarkan menggunakan bulu ayam. Debit air yang dialirkan harus diatur agar\r\ntelur selalu berada dipermukaan dan tidak menumpuk di dasar corong. Kepadatan\r\ntelur sebaiknya sekitar 400 hingga 500 butir per liter air atau 10.000 hingga\r\n20.000 butir per corong.
Nah,\r\nseperti itulah proses pemijahan pada ikan\r\npatin untuk mendapatkan benih dengan kualitas terjaga. Pemijahan yang\r\ndilakukan mandiri akan mengurangi tingkat stres pada benih ikan karena tidak\r\nadanya proses pemindahan dengan jarak yang jauh.
Temukan Benih Ikan Berkualitas Disini!
Sumber :
http://penyuluhankelautanperikanan.blogspot.co.id/2015/01/pemijahan-ikan-patin.html
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
http://www.alamikan.com/2014/05/cara-pemijahan-ikan-patin-methode-dry.html
Minapoli adalah Marketplace Akuakultur Indonesia No. 1 yang membantu anda menemukan berbagai kebutuhan informasi dan produk budidaya ikan anda. Temukan berbagai produk akuakultur di Pasarmina, info lainnya seputar akuakultur di Infomina, dan event perikanan terdekat di Eventmina

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
