Ikan\r\n Bawal Bintang merupakan salah satu ikan konsumsi yang\r\nbernilai ekonomis. Keunggulan ikan Bawal Bintang adalah mudah\r\n dibudidayakan, tidak m...
Ikan\r\n Bawal Bintang merupakan salah satu ikan konsumsi yang\r\nbernilai ekonomis. Keunggulan ikan Bawal Bintang adalah mudah\r\n dibudidayakan, tidak memerlukan waktu yang lama dalam membesarkan\r\nuntuk mencapai ukuran konsumsi dan mempunyai harga yang relatif tinggi\r\nbaik dipasar dalam negeri maupun diluar negeri.
Penebaran Benih
Pembesaran\r\nIkan Bawal Bintang ini dimulai dengan penebaran benih ukuran\r\n5 cm dengan padat penebaranan 1000 ekor/jaring, dengan ukuran jaring 4x4x3m3 dengan ukuran mata jaring ¾\r\n inchi. Setelah 2 bulan masa pemeliharaan\r\n benih sudah berukuran 80 gram kemudian dipindahkan ke jaring ukuran 1 inchi, dengan padat tebar 850 ekor/jaring.
Setelah\r\n mencapai ukuran 200 gram ikan dipindahkan ke jaring\r\n ukuran 1,5 inchi sampai panen ukuran 500 – 600 gram.\r\nTempat pemeliharaan ikan Bawal bintang mengunakan KJA ukuran 8x8m\r\n yang terbagi menjadi 4 petak pemeliharaan\r\ndengan ukuran 4x4m.
Pemberian Pakan
Frekuensi\r\ndan waktu pemberian pakan yang tepat perlu diperhatikan agar\r\n menghasilkan pertumbuhan dan angka kelulusanhidupan yang baik\r\n serta penggunaan pakan yang efisien. Dosis pemberian pakan\r\n dari penebaran awal ikan sampai mencapai ukuran\r\n100 gram adalah sebesar 7%. Selanjutnya dari ukuran 100-200 gram/ekor\r\ndosis pakan yang diberikan sebesar 5% dan\r\nukuran ikan 200-300 gram pemberian pakan dengan dosis\r\n4%, dan selanjutnya 300 gram sampai mencapai ukuran panen pakan yang\r\ndiberikan dengan dosis 3% dari total biomass ikan. Frekuensi pemberian pakan\r\ndiberikan 2 kali sehari. Pakan yang diberikan berupa\r\npakan buatan (pellet) dengan kandungan protein minimal 37%, dengan\r\nberbagai ukuran disesuaikan dengan bukaan mulut ikan.
Untuk\r\nmengetahui pertumbuhan ikan Bawal Bintang yang dibudidayakan dan\r\nmenentukan jumlah pakan yang diberikan dilakukan pengambilan data (Sampling)\r\nsetiap 1 bulan sekali. Selain itu dilakukan pemilahan ukuran\r\n(Grading) dengan tujuan untuk menyeragamkan ukuran ikan sehingga tidak terjadi\r\npersaingan makan.
Pengendalian Kesehatan Dan Lingkungan
Penyakit\r\nyang menyerang ikan Bawal Bintang biasanya disebabkan oleh bakteri, parasit dan\r\n virus. Oleh karena itu tindakan preventif sebaiknya dilakukan lebih awal, sedangkan tindakan\r\n pengobatan dilakukan ketika ikan terindikasi sakit.\r\nTindakan pencegahan yang dilakukan yaitu : menjaga\r\nkebersihan lingkungan dengan cara pergantian jaring dan pencucian jaring setiap\r\nsatu bulan sekali, pemberian makanan yang cukup baik jumlah\r\n maupun nutrisinya, dan perendaman dengan air tawar.\r\n Adapun pengobatan dilakukan dengan cara\r\nperendaman ikan, melalui makanan, dan penyuntikan.
Pemanenan
Pemanenan\r\ndilakukan setelah ikan telah mencapai ukuran minimal 500 gram, dengan lama\r\npemeliharaan 6-7 bulan. Pemanenan sebaiknya dilakukan\r\n pada pagi atau sore hari karena pada saat tersebut suhu\r\n relatif rendah. Untuk pemanenan ikan Bawal Bintang\r\n dipuasakan terlebih dahulu (tidak diberi\r\n pakan) selama 12 - 48 jam sebelum ikan\r\ndipanen.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Sumber : BPBL Batam

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
