Ikan kerapu memiliki banyak spesies salah satu\r\ndiantaranya adalah kerapu bebek (Cromileptes altivelis) atau biasa juga disebut\r\nkerapu tikus. Kerapu bebek merupakan ikan kerapu yang sangat digema...
Ikan kerapu memiliki banyak spesies salah satu\r\ndiantaranya adalah kerapu bebek (Cromileptes altivelis) atau biasa juga disebut\r\nkerapu tikus. Kerapu bebek merupakan ikan kerapu yang sangat digemari oleh\r\nmancanegara dan bernilai ekonomis paling tinggi diantara ikan kerapu lainnya.

Sumber: Jitunews
\r\n\r\n\r\n\r\n
Pengembangan teknologi pembenihan kerapu bebek\r\ndi Balai Budidaya Air Payau Takalar merupakan salah satu upaya untuk memenuhi\r\nkebutuhan akan benih kerapu bebek baik secara kualitas maupun kuantitas,\r\nsehingga mampu menunjang pengembangan kegiatan budidaya kerapu bebek yang\r\nberkesinambungan. Selain itu juga dilakukan alih teknologi untuk dikembangkan\r\ndi tengah masyarakat.
Pengelolaan Induk
Induk kerapu bebek yang digunakan adalah induk\r\nhasil tangkapan alam. Ukuran induk untuk betina 1,3 – 2,4 kg dan jantan 2,5 – 3\r\nkg. Perbandingan induk jantan dan betina adalah 1:2. Induk-induk tersebut\r\ndipelihara dalam bak beton berbentuk silinder bervolume 50 m3 dengan pergantian\r\nair minimal 300% perhari. Pakan yang diberikan berupa pakan rucah dan cumi-cumi\r\ndalam bentuk segar. Dosis pemberian pakan adalah 3-5 %/BB dengan frekuensi\r\npemberian pakan 1 kali/hari. Selain itu juga diberikan beberapa multivitamin\r\n(vitamin C, nature-E dan vitamin B-kompleks).
Untuk memacu perkembangan gonad induk selain\r\nmelalui teknik manipulasi lingkungan juga dengan melakukan injeksi hormonal\r\nberupa LHRH-a dengan dosis 100 µg/kg berat badan.
Perkembangan gonad induk betina ditandai\r\ndengan semakin membesarnya perut. Selain itu, juga dapat diketahui dengan\r\nmetode kanulasi menggunakan selang plastik (canula) berdiameter 1,2 mm.\r\nSedangkan untuk induk jantan dapat diketahui dengan metode stripping yaitu\r\ndengan mengurut perut ke arah genital, dimana tingkat kematangan gonadnya\r\nditandai dengan banyaknya sperma (cairan kental berwarna putih susu) yang\r\ndikeluarkan pada saat stripping.
Baca juga: Budidaya Kerapu dengan Teknologi Tambak Dikembangkan di Lamongan
Pemijahan
Pemijahan pada induk kerapu bebek selain itu\r\ndilakukan secara alami juga dilakukan dengan menggunakan injeksi hormonal.\r\nPemijahan terjadi pada malam hari yaitu sekitar pukul 22.00 sampai pada pukul\r\n02.00 dini hari pada saat bulan gelap (minggu 1 bulan baru Islam). Telur yang\r\ndibuahi akan terbawa keluar mengikuti aliran air, kemudian akan tersaring pada\r\nkolektor. Ukuran telur berkisar 900-900 mikron. Telur yang telah terkumpul pada\r\nkolektor dipanen pada pagi hari.
Penanganan Telur
Telur yang dipanen dipindahkan ke dalam bak\r\ninkubasi. Sebelum dimasukkan dalam bak inkubasi. Sebelum dimasukkan dalam bak\r\ninkubasi terlebih dahulu kotoran yang tercampur dipisahkan/dibuang melalui\r\npenyaringan dengan ukuran mata jaring 1 mm. Telur dalam bak inkubasiakan\r\nterbagi menjadi tiga bagian yaitu mengapung, melayang, dan tenggelam.
Telur\r\nyang baik adalah yang mengapung, sedangkan telur yang buruk adalah yang mengendap\r\ndi dasar bak inkubasi. Untuk telur yang melayang pada dasarnya adalah telur\r\nyang terbuahi namun larva yang dihasilkan relatif lemah, sehingga tidak\r\ndisarankan untuk dipakai dan sebaiknya dibuang. Setelah dilakukan perhitungan\r\nmaka selanjutnya telur tersebut ditebar dalam bak pemeliharaan larva.

Pemeliharaan Larva
Pemeliharaan larva dilakukan pada bak beton\r\nyang sebelumnya telah didesinfeksi sehingga bebas dari parasit dan penyakit.\r\nAir media untuk pemeliharaan larva juga telah disterilisasi dengan menggunakan\r\nkaporit 20 ppm dan dinetralisir dengan natrium tiosulfat setengah dosis\r\nkaporit. Padat penebaran telur yang dianjurkan adalah 10-15 butir/liter.\r\nPenebaran telur yang terlalu tinggi kepadatannya merupakan salah satu penyebab\r\ntingginya mortalitas pada saat larva berumur 2 hari (D2).

Sumber Gambar : Australian Center of\r\nInternational Agricultural Research
Baca juga: Peluang Usaha Budidaya Ikan Kerapu
Pendederan
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Pada saat larva berumur 40 hari maka sebagian\r\nbesar larva telah menjadi juvenil (benih) dengan panjang total 2-2,5 cm. Pada\r\nsaat ini larva dipanen dan selanjutnya didederkan. Pendederan benih kerapu\r\nbebek dilakukan dengan sistem resirkulasi. Adapun padat penebaran adalah 2,5-3\r\nekor/liter (2500-3000 ekor/m3) dengan debit air 0,2 liter/detik. Untuk mencapai\r\nukurna 4-5 cm dibutuhkan waktu pemeliharaan 3-4 minggu. Ikan kerapu bebek tidak\r\nbersifat kanibal seperti halnya dengan kerapu macan, sehingga tingkat\r\nkelangsungan hidup pada pendederan dapat mencapai 100% apabila tidak terjadi\r\nserangan virus (VNN).
Sumber:
https://www.djpb.kkp.go.id/index.php/mobile/arsip/file/558/1-pembenihan-kerapu-bebek.pdf/
Australian Center of International\r\nAgricultural Research
Tentang Minapoli
Minapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
