Minapoli
Tantangan Mengembalikan Daya Dukung (Carrying Capacity) Lahan Tambak
Udang

Tantangan Mengembalikan Daya Dukung (Carrying Capacity) Lahan Tambak

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
4 menit baca

Potensi Lahan Tambak yang ada saat ini yaitu 2.963.717 ha,\r\nsedangkan pemanfaatannya baru berkisar 657.346 ha. Komoditas prioritas dalam\r\npengembangan budidaya tambak yang ada saat ini terdiri dar...

Potensi Lahan Tambak yang ada saat ini yaitu 2.963.717 ha,\r\nsedangkan pemanfaatannya baru berkisar 657.346 ha. Komoditas prioritas dalam\r\npengembangan budidaya tambak yang ada saat ini terdiri dari udang windu dan\r\nvaname. Industri hulu hingga hilir sudah cukup berkembang, permintaan pasar\r\nekspor yang tinggi, bernilai ekonomis tinggi dan menjadi usaha yg mnguntungkan,\r\nserta menyerap tenaga kerja yang besar.

Bahkan proyeksi produksi udang (KKP 2018) Pada tahun 2018,\r\ntarget produksi perikanan budidaya sebesar 24,08 juta ton yang terdiri dari\r\nrumput laut 16,17 juta ton dan ikan (7,91 juta ton). Target Produksi udang\r\nnasional 2018 sebesar 800 ribu ton terdiri dari udang vaname, udang windu dan\r\nudang lainnya.

Dengan konsistennya serta adanya petambak udang baru\r\ntentunya akan mampu memenuhi target target pemenuhan pasar global maupun\r\ndomestik. Petambak tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta\r\nterbagi menjadi beberapa kategori yaitu petambak dengan teknologi intensif\r\nsebanyak 2%, semi intensif 6% dan masih tradisional atau ekstensif 92%. Dari\r\nberagamnya pembudidaya serta tersebarnya lahan di Indonesia maupun di\r\nDunia, para pembudidaya udang sebaiknya terus meningkatkan kewaspadaan\r\nterhadap serangan berbagai penyait yang timbul, salah satunya perlu sangat\r\nwaspada dengan aspek dukungan lahan tambak.

Daya dukung perairan meliputi beberapa hal, bukan hanya\r\nkualitas air untuk kebutuhan udang, namun juga jumlah dan kualitas air yang\r\ndibutuhkan untuk menunjang berbagai kehidupan mahluk hidup lainnya di perairan,\r\nbahkan juga masyarakat yang bersentuhan langsung dengan air sisa pembuangan\r\ntambak.

Sehingga yang dimaksud daya dukung merupakan kemampuan\r\nperairan untuk menunjang berbagai aktivitas mahluk hidup didalamnya dalam\r\njangka waktu yang lama dan tidak merusak lingkungan. Dalam hal ini adalah\r\nmempertahankan daya dukung lahan tambak sehingga kualitas perairan udang yang\r\nditambak kan oleh masyarakat tetap terjaga. Karena jika sudah terdapat penyakit\r\nbaru atau pencemaran maka akan mudah dengan cepat menyebar di seluruh perairan.

Sebagai gambaran kejadian kematian massal di air tawar yang\r\nterjadi karena daya dukung lahan tidak mencukupi yaitu pada 2018 lalu terjadi\r\nbeberapa kali. Khususnya di Danau Toba yang terjadi sangat ekstrim, karena\r\nmenyebabkan angka kematian mencapai 180 ton ikan dengan estimasi kerugian\r\nberkisar Rp. 2,7 M. Kematian massal ini biasa disebut up-welling, yaitu\r\ntidak mampu terdegradasinya zat zat berbahaya di perairan akibat melebihi daya\r\ndukung lahan (over carrying capacity), sehingga zat tersebut akan naik ke\r\npermukaan dan akan mencemari air. Biasanya hal ini terjadi pada pergantian\r\nmusim.

Zat berbahaya tersebut berasal dari limbah budidaya yang\r\ntidak mampu terdegradasi secara alami, seperti terlalu banyaknya kotoran ikan\r\nkarena populasi yang sangat padat dan sisa pakan ikan yang tidak dimanfaatkan\r\noleh ikan sehingga mencemari perairan.

Tentunya hal semacam ini tidak diharapkan oleh para petambak\r\nudang dimanapun. Sehingga dalam budidaya perudangan perlu dilakukan proses\r\npengistirahatan kolam setelah pemanenan dan apabila dikelola secara semi\r\nintensif atau intensif maka perlu penanganan tambahan pada perairan nya.\r\nPenanganan limbah kotoran udang yang tidak mampu terdegradasi secara alami\r\nserta sisa pakan udang yang tidak dimakan oleh udang perlu didegradasi oleh\r\ntambahan teknologi yang ada.

Teknologi yang dimanfaatkan sejauh ini yaitu dengan tambahan\r\nprobiotik dan pupuk yang dapat mengikat logam logam berat berbahaya dalam kolam\r\ntambak. Jika tidak dilakukan maka akan timbul berbagai macam penyakit akibat\r\nlahan tidak mampu mendukung kehidupan udang, udang akan lemah dan penyakit\r\nmudah masuk. Belum lagi jika terserang oleh penyakit penyakit udang global\r\nlainnya, yang dapat mematikan udang dalam waktu singkat. Umumnya serangan serangan\r\nseperti ini ditemukan pada tambak yang mempunyai kepadatan tebar tinggi.

Probiotik yang digunakan harus betul betul berisi bakteri\r\nyang Tangguh, sehingga dapat mendegradasi limbah hasil budidaya maupun pakan\r\nsisa. Sudah banyak produk yang beredar dipasaran, baik probiotik untuk lahan\r\nmaupun untuk pakan nya.

Probiotik dapat berfungsi sebagai kompetitor bakteri jahat\r\nsehingga akan melawan dan membunuh bakteri bakteri jahat penyebab penyakit,\r\nbaik bakteri di perairan maupun di dalam tubuh udang dengan cara dicampurkan\r\ndalam pakan. Selain itu, juga ada pupuk organik yang diberikan di fase\r\npersiapan kolam sehingga akan mengikat logam berat sisa budidaya dan\r\nmembantu menjaga kualitas air sehingga plankton sebagai pakan alami dapat\r\ntumbuh.

Kecendrungan adanya lahan yang dipaksa terus berproduksi\r\ntanpa diselangi dengan jarak antara dalam setiap musimnya (lahan tidak sempat\r\nistirahat) serta pengolahan lahan tambak yang jelek, khususnya pada saat\r\npersiapan lahan seperti pengeringan, pengangkutan lumpur hitam, pengapuran\r\ndan pembajakan tidak dilakukan.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus pada setiap\r\nmusim budidaya maka sama dengan kita membiarkan anak cucu atau generasi\r\nsetelah kita hanya menikmati sisa-sisa dari sumber daya alam tambak, bahkan\r\nuntuk menikmati udangnya tidak semudah yang kita temui saat saat ini.


Sumber : Info Akuakultur

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan