Minapoli
Skenario KKP Jika Pandemi Ganggu Ekspor dan Budidaya
Mas

Skenario KKP Jika Pandemi Ganggu Ekspor dan Budidaya

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
4 menit baca

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan sejumlah\r\nskenario jika pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap produksi perikanan\r\ndi Tanah Air, terutama perikanan budidaya dan kinerja...

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan sejumlah\r\nskenario jika pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap produksi perikanan\r\ndi Tanah Air, terutama perikanan budidaya dan kinerja ekspor.\r\nMenteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tidak menampik adanya sejumlah kekhawatiran mengenai imbah wabah Covid-19 terhadap kinerja\r\nproduksi dan ekspor perikanan. Menteri Edhy mengatakan, hingga saat ini\r\npihaknya terus memantau dan memastikan, sekaligus melakukan langkah-langkah\r\nantisipatif jika ada tren penurunan ke depan.


“KKP atau negara akan terus hadir untuk memastikan bahwa\r\nproduktivitas tetap terjaga karena saat ini produktivitas di sektor perikanan\r\nbudidaya kita sedang bagus-bagusnya. Kami terus memantau untuk memastikan bahwa\r\nperikanan budidaya terus maju,” kata Menteri Edhy, Sabtu (28/3)

Dia tidak menampik, ada penurunan ekspor karena konsumsi\r\nudang/ikan di beberapa negara menurun, menyusul mewabahnya Covid-19 di \r\nhampir semua negara di dunia. Seperti Amerika, Eropa dan China yang membatasi\r\njumlah impor karena banyak restoran yang tutup. Kendati demikian, Menteri Edhy\r\nberharap kondisi ini tidak membuat patah semangat pelaku sektor perikanan baik\r\ntangkap maupun budidaya.

“Harus diyakini bahwa negara tetap hadir untuk masyakarat.\r\nKKP akan terus memantau dan memastikan bahwa usaha budidaya tetap berjalan,”\r\nlanjut Edhy.

Jika kemudian permintaan menurun, Menteri Edhy menegaskan\r\ntelah menyiapkan beberapa skenario seperti misalnya Pemerintah membeli langsung\r\n(produksi perikanan). “Tapi, itu juga kita harus pikirkan ketersediaan\r\ncoldstorage untuk menampung. Hal ini tentunya akan kami koordinasikan terlebih\r\ndahulu dengan Presiden. Menurut laporan yang saya terima, wabah Covid-19 memang\r\nada pengaruh terhadap penurunan permintaan 10-20%, tapi saya rasa ini tidak\r\nterlalu signifikan,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Edhy mengatakan\r\npihaknya terus melakukan koordinasi baik di internal maupun eksternal untuk\r\nmemastikan ketersediaan stok ikan dan aktivitas pembudidaya.

“Saya telah menugaskan Dirjen Perikanan Budidaya untuk\r\nmendata potensi udang di masyarakat yang belum terjual dan kepada Dirjen\r\nPenguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan untuk mendata coldstorage\r\nbaik yang operasional maupun yang tidak operasional, untuk scenario di atas,”\r\nimbuh Edhy.

Potensi lain dari dampak pandemik Covid-19, Menteri Edhy\r\nmenambahkan, adalah terganggunya rantai pasok. Pihaknya memastikan terus\r\nmelakukan antisipasi jika ke depannya ada upaya penerapan pembatasan atau\r\nbahkan penutupan akses ke beberapa wilayah. “Tentu kami akan berkoordinasi\r\ndengan pihak terkait agar khusus untuk urusan suplai logistik dan sarana\r\nprasarana penunjang usaha tidak dibatasi. Misalnya pengiriman produk ikan,\r\npakan, benur dan obat obatan,” tutupnya.

Sementara itu Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto,\r\nmenegaskan pihaknya akan terus mendorong produktivitas budidaya, salah satunya\r\nudang vaname di beberapa daerah. Ia mengaku telah menyiapkan strategi untuk\r\ngenjot produksi di hulu.


“Kita punya target peningkatan ekspor udang sebesar 250%\r\nhingga tahun 2024. Artinya kita perlu optimalisasi lahan tambak yang ada.\r\nDaerah-daerah di kawasan pantai Selatan Jawa punya potensi besar untuk kita\r\nkembangkan menjadi sentral produksi udang. Namun, tentunya kita harus\r\npertimbangkan daya dukung lingkungannya juga,” ungkap Slamet.

Slamet mengaku sudah menyiapkan roadmap untuk 5 (lima) tahun\r\nke depan yang berisi straregi KKP dalam menggenjot produksi udang nasional.\r\nMenurut Slamet, pihaknya bakal melakukan optimalisasi lahan tambak melalui\r\npendekatan kawasan berbasis kawasan, dimana aspek keberlanjutannya bakal terjamin.

“Kami akan pastikan bahwa supply benih dan juga ketersediaan\r\npakan ikan terjamin dengan harga yang terjangkau di masyarakat,” lanjut Slamet.

Sebagai informasi, salah satu daerah budidaya udang vaname\r\ndi Jawa Barat berada di kawasan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Adalah PT. Kawan\r\nKita Semua yang mengelola tambak seluas 5 hektare dengan menerapkan teknologi\r\nintensif.

Direktur Utama, PT. Kawan Kita Semua, Dudi Hermawan\r\nmengatakan bahwa produksi udang cukup tinggi, dari panen hari ini mencapai 70\r\nton dari luas lahan 2,5 hentare artinya produktivitas rata rata tambak yang ia\r\nkelola mencapai 28 ton per hektar dengan size 20-25 ekor per kg.

Dudi mengaku, wabah Covid-19 turut memicu penurunan harga\r\nudang di pasar, namun sejauh ini aktivitas ekspor masih cukup stabil sehingga\r\naktivitas ekspor masih mereka jalankan. “Namun karena situasi global ini sulit\r\ndiprediksi tentu langkah antisipatif perlu dilakukan,” Kata Dudi.

Dudi juga mengeluhkan kondisi pasar yang kurang menentu dan\r\nmengharapkan pemerintah hadir untuk dapat menyelesaikan masalah.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

“Ketidakpastian pasar menjadikan kami melakukan panen lebih\r\nawal. Kami khawatir pabrik tutup karena pasar yang kurang atau pegawainya yang\r\nsudah mulai berkurang. Disisi lain harga udang menurun sedangkan harga pakan\r\nnaik. Saya sudah mendapatkan informasi bahwa awal April ini harga pakan ikan\r\ndan udang akan naik. Dengan kedatangan Bapak Menteri ke Tambak Udang Cidaun ini\r\nkami sangat bahagia karena Pemerintah memperhatikan kami, Pemerintah hadir di\r\ntengah-tengah pembudidaya. Kami harap pemerintah dapat memastikan pasar serta\r\ndapat menyerap produksi yang ada di masyarakat. Bila tidak maka kondisi\r\npembudidaya akan semakin terpuruk, “tutup Dudi.


Sumber: KKP News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan