Berbagai upaya dilakukan pembudidaya ikan hias demi\r\nmeningkatkan produksi yang berujung pada pemenuhan kebutuhan pasar, salah\r\nsatunya dengan sistem plasmaIndonesia merupakan salah satu produsen...
Berbagai upaya dilakukan pembudidaya ikan hias demi\r\nmeningkatkan produksi yang berujung pada pemenuhan kebutuhan pasar, salah\r\nsatunya dengan sistem plasma
Indonesia merupakan salah satu produsen ikan hias terbesar\r\ndi dunia, berbagai negara tujuan yang menjadi pelanggan tetap adalah Amerika,\r\nJepang, Eropa dan lainnya. Tak hanya pasar Internsional permintaan pasar\r\ndomestik pun semakin banyak berdatangan. Hal tersebut dirasakan Aas Fuadah\r\nselaku pembudidaya ikan hias jenis discus di Kota Bekasi-Jawa Barat (Jabar). Ia\r\nungkapkan banyaknya permintaan ikan hias dalam negeri membuat para pembudidaya\r\nberpikir bagaimana caranya mengelola pola produksi. Yang otomatis membuat\r\npermintaan pasar bisa terpenuhi.
Tingkatkan Suplai\r\ndengan Plasma
Ditemui di lokasi usahanya, Aas menjelaskan upaya yang\r\ndilakukan dalam memenuhi permintaan ikan hias. Ada beberapa cara untuk memenuhi\r\npermintaan pasar yang terus berdatangan. Pertama, meningkatkan sarana produksi\r\nusaha yang dimiliki. Namun, dengan cara ini umumnya akan terkendala dengan\r\nbiaya investasi yang besar. Untuk menambah sarana produksi usaha dan luasan\r\narea usaha dibutuhkan biaya investasi yang cukup besar. Sehingga pertimbangan\r\nini jarang diambil untuk para pelaku usaha ikan hias.
Kedua, peningkatan produksi bisa dilakukan dengan cara\r\nmembangun plasma. Aas memaksudkan plasma adalah bekerjasama dengan orang lain\r\nmelalui pemberian beberapa fasilitas dari usaha yang dimiliki, seperti indukan,\r\nbenih, dan pakan. Nantinya hasil produksi dari plasma tersebut ditampung untuk\r\ndijual.
“Jika sarana prasarana produksi usaha tidak dapat\r\nmemproduksi ikan sebanyak permintaan pasar, cari cara lain. Bisa disiasati\r\nmelalui bekerjasama dengan orang lain. Namun, standar operasional prosedur\r\n(SOP) pemeliharaan ikan di bawah pengawasan kita sehingga kualitas ikan\r\nterjaga,”tutur Aas kepada TROBOS Aqua.
Untuk menjadi pembudidaya plasma ada beberapa aturan yang\r\nharus dipenuhi. Aas menjelaskan, syarat pertama adalah memiliki sarana\r\nparasarana yang mendukung untuk usaha ikan. Selanjutnya, membuat kesepakatan\r\nmodel kerjasama antara inti plasma (yang memberi fasilitas) dengan plasma (yang\r\ndiberikan fasilitas).
Model Kerjasama
Dalam sistem plasma sepeti ini, terang Aas, banyak ragam\r\nmodel yang diterapkan. Model pertama, inti plasma memberikan modal produksi\r\nberupa uang. Nantinya, hasil produksi berupa benih ikan hias akan ditampung\r\natau dijual kembali ke inti plasma. Model kedua, ada juga yang memberi modal\r\nproduksi berupa dipinjamkannya indukan ikan hias secara cuma - cuma. Namun\r\ndengan kesepakatan, nantinya ketika benih ikan hias yang dihasilkan mencapai\r\nukuran tertentu tidak boleh dijual kemana-mana selain ke inti plasma.
Model ketiga, ada juga yang memberikan modal produksi berupa\r\nbenih. Yang nantinya plasma akan membesarkan benih hingga mencapai ukuran\r\ntertentu lalu diambil kembali oleh inti plasma. “Beberapa macam model tersebut\r\numum diterapkan oleh pembudidaya ikan hias untuk menaikkan jumlah produksinya.\r\nYang terpenting adalah inti plasma bertanggung jawab dalam menampung atau\r\nmenjual hasil produksi dari plasma sehingga tidak terjadi kerugian di plasma,”\r\nhimbau Aas.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-93/15\r\nFebruari – 14 Maret 2020
Artikel Asli : Trobos Aqua

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
