Minapoli
Rakit Kincir Sendiri, Tekan Biaya Produksi
Mas

Rakit Kincir Sendiri, Tekan Biaya Produksi

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Jika satu petakan tambak saja 24 kincir, satu lokasi\r\nmisalnya 100 kincir, cost yang bisa ditekan mencapai Rp 100 juta. Kincir\r\nmerupakan salah satu kebutuhan dalam proses budidaya udang. Peranann...

Jika satu petakan tambak saja 24 kincir, satu lokasi\r\nmisalnya 100 kincir, cost yang bisa ditekan mencapai Rp 100 juta. Kincir\r\nmerupakan salah satu kebutuhan dalam proses budidaya udang. Peranannya\r\nsangatlah penting untuk menyuplai Disolve Oxygen (DO) atau oksigen terlarut air\r\ndi tambak. Hal ini diakui oleh Haji Buntara selaku petambak udang vannamei\r\nBanten. Ia mengatakan pentingnya penggunaan kincir dalam usaha budidaya\r\nsehingga udang dapat tumbuh secara optimal.

“Jantungnya dalam budidaya udang vannamei adalah kincir,\r\ndengan peranan utamanya sebagai penyuplai oksigen ke air. Selain itu peran dari\r\nkincir juga untuk membuat arus pada tambak sehingga membersihkan area permukaan\r\ndan dasar air tambak. Dengan demikian menciptakan kestabilan arus yang baik untuk\r\npertumbuhan dan kesehatan udang,” ucap Haji Buntara pada TROBOS Aqua saat\r\nditemui di lokasi usahanya baru – baru ini. Dalam aplikasinya, kincir yang\r\ndigunakan membutuhkan cukup banyak biaya untuk perawatan atau pembelian baru.\r\nMaka perlu disiasati dalam perawatannya, antara lain terang Buntara, dengan\r\nmerakit sendiri kincir unutk menekan biaya dan juga memudahkan dalam perawatan\r\nnantinya.

Produksi Lokal Tekan\r\nBiaya

Jika diperhitungan dari segi biaya, tutur Buntara, satu unit\r\nyang siap pakai rata-rata harganya Rp 6 juta. Namun siapa sangka beberapa parts\r\nbisa dibuat dan dirakit sendiri. Gunanya menekan biaya pembelian kincir dan\r\njuga maintenance. Dengan merakit beberapa parts produksi lokal, bisa\r\nmenekan biaya sebanyak Rp 1 – 1,1 juta per unit atau 20 - 30 % dari harga pada\r\numumnya. Hal ini sudah cukup lumayan menekan biaya perbaikan apabila rusak atau\r\nharus membeli baru. “Jika satu petakan tambak saja 24 kincir, satu lokasi\r\nmisalnya 100 kincir, ada biaya selisih Rp 1 juta. Berarti ada cost yang bisa\r\nditekan mencapai Rp 100 juta,” ungkap Haji Buntara.

Pasalnya, ia melanjutkan, penggunaan beberapa parts yang\r\nbisa dibuat atau dibeli di dalam negeri sudah pasti menang dari segi biaya.\r\nKarena pertama, spare part yang diproduksi dalam negeri tidak terkena bea\r\nmasuk, karena pada umumnya kincir yang dengan merk dagang ternama didatangkan\r\ndari luar negeri.

Kedua, biaya transportasi atau pengiriman sudah pasti lebih\r\nrendah dibandingan dengan kincir pada umumnya. Sehingga, seharusnya Indonesia\r\nbisa memproduksi kincir sendiri. “Tidak semua parts bisa didapatkan di dalam\r\nnegeri, karena masih ada beberapa parts yang harus didatangkan dari luar\r\nnegeri. Namun dengan demikian saja bisa menekan biaya pembuatan kincir,” terang\r\nHaji Buntara yang juga tergabung dalam Shirmp Club Indonesia (SCI). Contohnya,\r\ndalam pemilihan as kincir perlu memperhatikan bahannya. Ia menuturkan,\r\nsebaiknya menggunakan bahan yang terbuat dari stainless steel sehingga anti\r\nkarat dan lebih tahan lama. As stainless steel yang anti karat dapat diperoleh\r\ndi toko material, sehingga bisa menekan biaya. Disamping as kincir, padle wheel\r\nyang baik serta pelampung juga harus diperhatikan kualitasnya karena akan\r\nmempengaruhi ampernya.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

“Jika industri lokal kami percayakan untuk merakit dan\r\nmembuat kincir, sebaiknya pertahankan kualitas atau bahkan tingkatkan\r\nkualitasnya,” terang Haji Buntara. Imbuhnya, jangan sampai jika para petambak\r\nmulai beralih dengan produk lokal, namun sebagai produsen nantinya memproduksi\r\nseenaknya, sehingga nantinya hanya akan membuat biaya maintenance atau\r\nperawatan bengkak.

Sumber : Trobos Aqua

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan