Minapoli
Perum Perindo Dapat Mandat Serap 3.000 Ton Ikan Tiap Bulan
Mas

Perum Perindo Dapat Mandat Serap 3.000 Ton Ikan Tiap Bulan

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Kementerian Badan Usaha Negara Milik Negara (BUMN)\r\nmemberikan kepercayaan kepada Perum Perindo untuk melakukan\r\npenyerapan produk perikanan sebesar 3.000 ton setiap bulan. Produk ikan ini\r\nbers...

Kementerian Badan Usaha Negara Milik Negara (BUMN)\r\nmemberikan kepercayaan kepada Perum Perindo untuk melakukan\r\npenyerapan produk perikanan sebesar 3.000 ton setiap bulan. Produk ikan ini\r\nbersumber dari pembelian ikan hasil tangkapan nelayan dan pembudidaya ikan.

Amanat tersebut tertuang dalam surat Persetujuan Penugasan\r\nPenyerapan Produk Perikanan tertanggal 12 Mei 2020. Adapun produk perikanan\r\nyang diserap oleh Perum Perindo antara lain ikan tongkol, ikan kembung, ikan\r\ncakalang dan ikan hasil budidaya dari petambak.

Direktur Utama Perum Perindo, Farida Mokodompit\r\nmengatakan siap dengan mandat yang dberikan oleh Kementerian BUMN. Meski\r\nbegitu, penyerapan ikan 3.000 ton per bulan membutuhkan dana yang tidak\r\nsedikit, sehingga dukungan sumber pembiayaan akan sangat membantu.

“Dukungan pembiayaan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas\r\npembelian hasil tangkapan nelayan dan hasil budidaya petambak,” katanya, Rabu\r\n(13/5/2020).

Untuk itu, Kementerian BUMN memberikan opsi sumber\r\npembiayaan, antara lain melalui pinjaman bank Himbara atau melalui Badan\r\nLayanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP)\r\ndi bawah koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Untuk diketahui, selama kurun waktu Januari-April\r\n2020, Perum Perindo telah menyerap 1,6 juta kg ikan atau 1.832 ton.\r\nPenyerapan ikan hasil tangkapan nelayan dilakukan di 14 titik cabang dan unit\r\nPerum Perindo di Jakarta, Brondong, Prigi, Belawan, Pekalongan, Pemangkat,\r\nMakasar, Bitung, Natuna, Tahuna dan Bacan.

Perluasan Penyerapan

Kedepannya, Perum Perindo akan memperluas penyerapan hasil\r\nperikanan nelayan di berbagai wilayah Indonesia, serta juga akan berkoordinasi\r\ndengan pihak lain untuk memperluas penyerapan.

“(Penyerapan) yang pertama tentu saja di lokasi-lokasi kami.\r\nKami juga akan berkoordinasi dengan Ditjen Perikanan Tangkap KKP misalnya, yang\r\nmemiliki data nelayan-nelayan yang ikannya belum terjual atau belum\r\ndidistribusikan,” ujar Farida.

Untuk tahap awal, lanjutnya, Perum Perindo merencanakan\r\nmenyerap hasil tangkapan nelayan dan hasil budidaya petambak di 6 wilayah di\r\nIndonesia. Keenam wilayah tersebut antara lain Natuna, Tahuna, Ternate, Bacan,\r\nMerauke dan Sulawesi Selatan.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

 

Sumber: Liputan 6

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan