Minapoli
Permintaan Ikan Bawal Bintang Capai 3 Ton Perbulan
Bawal Bintang

Permintaan Ikan Bawal Bintang Capai 3 Ton Perbulan

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Kepala Seksi Uji Terap Teknik dan Kerjasama Balai Perikanan\r\nBudidaya Laut (BPBL) Batam, Faisal Andre Siregar menyampaikan, Kota Batam\r\nmemiliki potensi besar untuk pengembangan budi daya perikana...


Kepala Seksi Uji Terap Teknik dan Kerjasama Balai Perikanan\r\nBudidaya Laut (BPBL) Batam, Faisal Andre Siregar menyampaikan, Kota Batam\r\nmemiliki potensi besar untuk pengembangan budi daya perikanan.

\r\n\r\n

Data BPBL Batam menunjukkan permintaan jenis ikan Bawal\r\nBintang, komoditas yang mulai dikembangkan BPBL Batam sejak 2007 lalu, setiap\r\nbulannya mencapai 3 ton, terlebih pada saat musim liburan. Sementara itu hasil\r\nproduksi BPBL Batam sendiri baru mencapai 400 Kilogram saja perbulan. Artinya\r\nmasih banyak permintaan yang belum bisa terpenuhi.

\r\n\r\n

"Sekarang ini begitu, Permintaan kadang lebih banyak\r\ndari produksi kita," kata Faisal ketika ditemui saat kegiatan panen\r\nKomoditas Ikan Bawal Bintang di Keramba Jaring Apung BPBL Batam di Jembatan 3\r\nBarelang, Kecamatan Bulang, Batam pada Rabu (14/8/2019).

\r\n\r\n

Selain dukungan iklim pariwisata yang menunjang hadirnya\r\nkonsumsi di masyarakat, Batam juga memiliki kelebihan lain dalam ekosistem\r\nlautnya yang mendukung untuk kegiatan budi daya. Hal ini yang juga mendukung\r\naktivitas BPBL sehingga bisa melakukan pembibitan berbagai jenis ikan seperti\r\nKakap Putih, Kerapu, Bawal Bintang, hingga yang terbaru adalah komoditas\r\nberbagai jenis ikan hias, termasuk di dalamnya ikan hias jenis Nemo atau yang\r\nbiasa dikenal dengan ikan Badut.

\r\n\r\n

BPBL Batam, lanjut Faisal, juga terus merangkul masyarakat\r\nuntuk bisa ikut serta dalam kegiatan perikanan budidaya ini. Melalui\r\nserangkaian kegiatan, mulai dari pemberian bibit ikan secara gratis, pelatihan\r\nbudi daya baik di lokasi BPBL Batam maupun menghadiri undangan di berbagai\r\ndaerah yang menjadi wilayah kerja BPBL Batam.

\r\n\r\n

Tidak itu saja, Faisal juga mengatakan bahwa pihaknya juga\r\nterus melakukan monitoring terhadap kelompok masyarakat yang menerima bantuan\r\nbibit dari BPBL Batam, agar hasil budidaya yang dikembangkan bisa dipanen\r\nsecara optimal.

\r\n\r\n

"Kita kasi bantuan bibit free kepada masyarakat, nanti\r\nhasil penjualannya untuk masyarakat sendiri. Kita juga lakukan pengawasan, tim\r\ndari kita setiap bulan kita pantau kesehatan ikan, pertumbuhannya, hingga hasil\r\npanennya nanti berapa," kata Faisal lagi.

\r\n\r\n

Terkait dengan komoditas yang disarankan untuk dibudidaya\r\nsendiri, pihaknya mendorong masyarakat mulai melakukan budidaya ikan Bawal\r\nBintang. Hal ini karena potensi keberhasilannya cukup tinggi sementara masa\r\npanennya terbilang singkat antara 6 sampai 8 bulan saja.

\r\n\r\n

Nilai jual Bawal Bintang terbilang cukup tinggi, berada di\r\nkisaran Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram jika dijual ke distributor. Harga\r\nini akan lebih tinggi jika berhasil memasarkan produk hasil budidaya perikanan\r\nini ke end user.

\r\n\r\n

"Tingkat kelangsungan hidup Bawal Bintang ini bisa\r\nsampai 80 persen," kata Faisal lagi. Lebih jauh, Faisal menjelaskan kalau\r\nBPBL Batam akan mengembangkan komoditas lain sehingga memberikan variasi jenis\r\nikan yang bisa dibudidayakan. Utamanya, menghadirkan komoditas yang secara\r\nekonomis memiliki nilai jual tinggi sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi\r\nmasyarakat.

\r\n\r\n

"Ke depan kita akan kembangkan Kerapu dan Nemo hibride\r\nsupaya komoditasnya bisa lebih variatif, dan kompetitif juga dari segi harga.\r\nKalau hasil budidaya kita langsung ke PNBP negara, tapi untuk masyarakat Kepri\r\nbisa terbangun iklim ekonominya," kata Faisal lagi

Sumber : Bisnis.com


Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan