Para pelaku usaha pakan ikan sepakat untuk tidak menaikkan\r\nharga pakan di tengah pandemi Covid-19. Kesepakatan itu merupakan kesimpulan\r\nrapat virtual antara gabungan Ketua Umum Gabungan Pengusah...
Para pelaku usaha pakan ikan sepakat untuk tidak menaikkan\r\nharga pakan di tengah pandemi Covid-19. Kesepakatan itu merupakan kesimpulan\r\nrapat virtual antara gabungan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak\r\n(GPMT), 41 pengusaha produsen pakan ikan/udang, Menteri Kelautan dan Perikanan\r\nEdhy Prabowo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta\r\nperwakilan dari Kemenko Perekonomian, dan Kemenko Maritim dan Investasi.
\r\n\r\n“Secara prinsip bapak-ibu (perwakilan pengusaha pakan)\r\nsetuju untuk menunda tidak menaikkan,” kata Menteri Edhy sebelum menutup rapat\r\ntersebut. Edhy memberi apresiasi dan terima kasih kepada produsen pakan\r\nikan/udang yang tidak menaikkan harga.
\r\n\r\nMenteri Edhy mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima\r\nterdapat 22 dari 41 perusahaan pakan telah menaikkan harga. Karenanya, Menteri\r\nEdhy meminta setelah rapat hari ini semua harga pakan kembali normal. Bahkan,\r\nKKP akan menindak tegas jika nantinya ditemukan pelaku usaha yang menaikkan\r\nharga pakan.
\r\n\r\n“Kami akan melakukan pengawasan di lapangan, kalau ada yang\r\nnaik akan kami usut akan kami lakukan langkah-langkah dan prosedur yang kami\r\nmiliki,” tegasnya.
\r\n\r\nDikatakan Menteri Edhy, selain benih harga pakan yang\r\nterjangkau merupakan hal prinsipil untuk sektor budidaya. Karenanya, di situasi\r\npandemi, peran serta para pelaku usaha dibutuhkan agar produktivitas\r\npembudidaya ikan tak terkendala oleh harga pakan.
\r\n\r\n“Kami ingin minta bapak ibu berpartisipasi untuk harga tidak\r\ndulu dinaikkan. Negara sudah berikan insentif fiskal dan pajak,” sambungnya.
\r\n\r\nSementara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita\r\nberharap para pemangku kepentingan di sektor budidaya, khususnya pengusaha\r\npakan sudah memiliki persepsi yang sama dengan pemerintah. Menurutnya, para\r\npembudidaya harus terus didukung dengan penyediaan harga pakan yang terjangkau.
\r\n\r\n“Kita ketahui sektor perikanan budidaya ini setiap tahun\r\nmeningkat dengan tren cukup baik. pertumbuhan ini tentu harus didukung dengan\r\nketersediaan sumber pakan untuk budidaya, ekspor udang terutama udang vaname\r\nmerupakan yang terbesar dari sektor kelautan dan perikanan” kata Agus.
\r\n\r\nDari 41 perusahaan yang diundang, sebanyak 40 perusahaan\r\nprodusen pakan ikan mengikuti rapat virtual tersebut. Diantaranya yakni, PT\r\nCargill Indonesia, Suri Tani Pemuka Group, Central Proteina Prima Group, PT\r\nMatahari Sakti, PT CJ Feed Group, PT Gold Coin Indonesia, PT Haida Agriculture\r\nIndonesia, PT Wonokoyo Jaya Group, PT Sabas Indonesia, PT Mabar Feed Indonesia,\r\nPT Citra Mandiri Kencana, PT Havindo Pakan Optima, PT Evergreen Seafer Feed, PT\r\nMenteri Nusantara, PT Sekar Golden Harvesta, dan PT Sinta Prima Feedmill.
Sumber: KKP News

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
