Minapoli
Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang
Lele

Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
4 menit baca

PendahuluanSebagai upaya perbaikan mutu induk dan benih lele dumbo,\r\nBBPBAT Sukabumi sejak tahun 2000 telah melakukan perbaikan genetik melalui\r\nsilang balik (backcross). Hasil uji keturunan dari ...

Pendahuluan

Sebagai upaya perbaikan mutu induk dan benih lele dumbo,\r\nBBPBAT Sukabumi sejak tahun 2000 telah melakukan perbaikan genetik melalui\r\nsilang balik (backcross). Hasil uji keturunan dari induk hasil silang-balik,\r\nmenunjukkan adanya peningkatan dalam pertumbuhan benih yang dihasilkan.

Berdasarkan keunggulan Lele Dumbo hasil perbaikan mutu\r\ndiberi nama “Lele Sangkuriang” Lele pembudidaya. Menghasilkan Lele Sangkuriang\r\nkelas benih besar. Untuk menghindari penurunan pertumbuhannya maka perlu\r\nmengikuti kaidah – kaidah proses produksi sesuai dengan petunjuk pembenihan Lele\r\nSangkuriang.

Bahan dan Alat

Bahan :

Induk pokok jantan dan betina Lele Sangkuriang

Pakan Induk

Pakan pembesaran

Cacing

Ovaprim

Ekstrak pituitari/hipofisa

Kertas Tissue

Sodium klorida (NaCI) 0,9%

Pupuk dan kapur.

Alat :

Timbangan gantung, hapa penetasan telur.

Peralatan pemijahan buatan : alat suntik min 1ml, gunting,\r\nwaskom dan gelas.

Peralatan pemijahan alami seperti kakaban ukuran min. 1 x\r\n0,2 m dan penutup bak.

Peralatan lainnya : Ember, lambit, serokan/scopnet, sikat\r\npembersih dan alat seleksi.

Baca juga: Cara Pembenih Lele Hadapi Hujan

Prosedur Kerja\r\nPemijahan

Seleksi Induk

Induk Lele Sangkuriang yang dipilih berasal dari satu\r\nketurunan. Pada pemijahan buatan perbandingan 1 ekor jantan : 4 ekor betina.\r\nBobot min. 700 gram/ekor. Pada pemijahan alama perbandingan 1 ekor jantan : 1\r\nekor betina dengan bobot min. 700 gram/ekor.

Sumber : elsafarm.com

Induk jantan matang gonad ditandai dengan papila yang\r\nberwarna kemerahan dan memiliki panjang melewati sirip dubur. Pada betina\r\nditandai dengan bentuk perut gendut dan bila diraba terasa lembek.

Penyuntikan

Menggunakan Hipofisa dari ikan mas 1 dosis, bila dari donor\r\nikan Lele 2 dosis, 1 kg donor untuk 1kg/induk, dan Ovaprim dosis 0,15 ml/kg\r\ninduk.

Dilakukan satu kali secara Intramuskular yaitu pada bagian\r\npunggung ikan. Rentang waktu antara penyuntikan dan ovulasi telur 10 – 14 jam\r\nbergantung pada suhu inkubasi induk.

Beli Ovaprim Disini!


Penyuntikan pada intramuskular

Sumber : kabartani.com

Pemijahan

Pemijahan Buatan

Apabila telur telah ovulasi, siapkan sperma yang diambil\r\ndari kantung sperma induk jantan, kemudian diencerkan dengan larutan fisiologis\r\nNaCl 0,9%, perbandingan 1 : 50 – 100.

Mengurut induk betina untuk mengeluarkan telur yang kemudian\r\ndiaduk dengan sperma secara merata. Bilas dengan air untuk merangsang\r\nterjadinya fertilisasi.


Pemijahan Alami

Sepasang induk jantan dan betina disimpan di bak pemijahan\r\nyang dilengkapi kakaban 4 buah/bak.

Sesudah memijah dikembalikan ke kolam induk, telur dibiarkan\r\nsampai menetas. Telur dipelihara selama 5 hari atau sampai kuning telurnya\r\nhabis.

Pemijahan Alami Ikan Lele

Sumber : Sangkutifarm.com

Pendederan I

Pendederan Sistem Bak

Larva ditebar ke dalam bak dengan ketinggian air 20 – 40 cm.\r\nPadat tebar 20 – 30 ekor/liter. Lama pemeliharaan 14 – 21 hari. Pakan alami\r\ndiberikan secara adlibitum seperti cacing Tubifex sp (minggu 1), ditambah pakan\r\nbuatan yang dihancurkan atau pellet tepung (minggu 2) dosis 10 – 15% bobot\r\nbiomassa, frekuensi empat kali/hari.

Pendederan di Kolam

Persiapan kolam dengan penumpukan dan pengapuran, kedalaman\r\nair 30 – 50 cm, dibiarkan selama 4 – 5 hari untuk menumbuhkan plankton. Larva\r\numur 4 hari ditebar, kepadatan 200 – 300 ekor/m2.

Pemeliharaan selama 14 – 21 hari. Pemberian pakan pellet\r\ntepung dengan dosis 10 – 15% dari bobot biomassa, frekuensi 4 kali/hari.

Pendederan II

Persiapan kolam dengan pemupukan dan pengapuran, kedalaman\r\nair 30 – 50 cm. Benih hasil seleksi dari Pendederan I ditebar dengan kepadatan\r\n100 – 150 ekor/m2.

Pemeliharaan selama 21 – 28 hari. Pemberian pakan 10 – 15%\r\nbobot biomass/hari pada Minggu ke-1 & minggu ke-2, pada minggu ke-3\r\nsebanyak 5% dengan frekuensi 3 kali/hari.

Pakan berupa pellet tepung pada minggu 1 dan pellet butiran\r\ndiameter 1mm pada pemeliharaan selanjutnya. Benih yang dihasilkan ukuran 5 – 6\r\ncm.

Pendederan III

Persiapan kolam sama seperti pada pendederan 2. Benih\r\nseleksi pada pendederan 2 ditebar dengan kepadatan 75-100 ekor/m2. Pemeliharaan\r\nselama 14 – 21 hari. Pakan sebanyak 15 – 10% bobot biomass/hari dengan\r\nfrekuensi 3 kali/hari berupa pellet butiran diameter 1mm.

Benih ukuran ini siap untuk dipelihara di kolam Pembesaran.\r\nBenih yang dihasilkan 7 – 8cm.

Baca juga: Pilih-Pilih Teknologi Pembenihan Lele

Pengelolaan Kesehatan\r\nIkan dan Lingkungan

- Mengamati kondisi kesehatan ikan berdasarkan respon makan\r\ndan gerakan ikan selama pemeliharaan.

- Memeriksa ikan secara mikroskopis apabila terjadi gejala\r\nsakit.

- Melakukan pengobatan bila terindikasi penyakit.

- Mengganti air dan membuang sisa pakan/kotoran pada\r\npemeliharaan larva sistem air bening.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

-Mempertahankan kondisi air agar tetap hijau atau hijau\r\nkecoklatan pada pemeliharaan larva, sistem air hijau pada pemeliharaan\r\npendederan.


Sumber : BBPBAT Sukabumi


Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan