Minapoli
Peluang Bisnis Budi Daya Ikan Lele dan Cacing Sutera, Simak Langkah-langkahnya
Lele

Peluang Bisnis Budi Daya Ikan Lele dan Cacing Sutera, Simak Langkah-langkahnya

Minapoli

Minapoli

Penulis

26 Desember 2025
3 menit baca

Fakultas Pertanian atau Faperta Universitas Gadjah Mada UGM mengembangkan budidaya ikan lele dan cacing sutera di Dusun Duwet Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo. Teknologi ini sebelumnya juga pernah ...

Fakultas Pertanian atau Faperta Universitas Gadjah Mada UGM mengembangkan budidaya ikan lele dan cacing sutera di Dusun Duwet Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo. Teknologi ini sebelumnya juga pernah dikembangkan di Dusun Salam, Kalibawang.

Cacing sutera diperlukan untuk pembenihan pada budi daya ikan air tawar. Budi daya ikan lele memerlukan pasokan cacing sutera yang cukup dan kontinyu. Budi daya cacing sutera tidak memerlukan lahan yang luas dan pengembelian investasinya terbilang cepat.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan cacing sutera sebagai pakan benih lele dumbo agar selalu tersedia. Selain itu, budidaya cacing sutera juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Seperti dikutip Tempo dari laman Fakultas Pertanian UGM Rabu 14 April 2021, Terdapat beberapa tahapan kegiatan antara lain:

Baca juga: Budidaya Cacing Sutera Dorong Produksi Benih Ikan Nasional

1. Penentuan lokasi budidaya cacing sutera

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah pengolahan tanah dengan membentuk aliran air untuk budidaya cacing, dibuat alur dengan membuat sekat dengan jarak 2 meter, menggunakan potongan asbes. Dibuat kolam lele dengan ukuran 2 m x 4 m x 22 m dan dibuat alur sebanyak 10 alur, dengan target panen 2 jalur/hari. Posisi kolam lele berada di ujung alur air yang akan dibuang.

Jika air kolam lele akan digunakan kembali untuk budidaya cacing, maka air yang berasal dari kolam lele dipompa kembali ke dalam alur budidaya cacing. Setelah lahan sawah siap sesuai dengan standar budidaya cacing sutera kemudian dilakukan pengaliran air sawah. Air yang dialirkan berasal dari buangan air budidaya lele.

Baca juga: Melihat Budidaya Cacing Sutera dengan Sistem Apartemen

2. Penebaran bibit cacing sutera

Penebaran bibit cacing sutera sebanyak 60 liter untuk luas lahan 600 m2. penebaran dilakukan dengan cara menebar merata ke permukaan alur lahan budidaya cacing sutera.

3. Penebaran benih lele

Setelah itu dilakukan penebaran benih lele dengan ukuran 2 m x 4 m, jumlah benih yang ditebar 1600 ekor dengan ukuran 7- 9 cm. Penebaran dilakukan pada sore hari. Bulan pertama pemberian pakan dengan pellet yang 1 mm atau 2 mm. setelah budidaya berjalan selama satu bulan pakan diberikan dengan ukuran 3 mm hingga panen. Pakan diberikan sebanyak dua kali sehari pagi dan sore.

Baca juga: Bagaimana Cara Menebar Benih Ikan Lele yang Baik dan Benar Agar Ikan Tidak Stres dan Mati?

4. Panen cacing sutera

Pemanenan cacing sutera kemudian dijual kepada pembenih ikan lele, juga melanjutkan budidaya cacing sutra secara berkelanjutan. Pemanenan dilakukan setiap hari sebanyak 2 jalur dengan target panen 5- 7 liter. Panen dilakukan setelah tiga bulan setelah penebaran. Setiap harinya, sebanyak 6 liter cacing sutera dapat dipanen dengan harga Rp. 150.000 dengan luasan 500 m2.


Sumber: bisnis.tempo.co

Minapoli

Ditulis oleh

Minapoli

Penulis

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan