Minapoli
Pelatihan Pembenihan Patin di Sekolah Vokasi IPB
Patin

Pelatihan Pembenihan Patin di Sekolah Vokasi IPB

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Sebagai komoditas perikanan unggulan, budiaya ikan patin\r\nsemakin berkembang sehingga memerlukan tambahan pasokan benih setiap tahunnya.Sekolah Vokasi, Prodi Teknologi Produksi dan Manajemen\r\nPeri...

Sebagai komoditas perikanan unggulan, budiaya ikan patin\r\nsemakin berkembang sehingga memerlukan tambahan pasokan benih setiap tahunnya.

Sekolah Vokasi, Prodi Teknologi Produksi dan Manajemen\r\nPerikanan Budidaya, bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat\r\n(LPPM) IPB University dan Tania Akuakultur melaksanakan ‘Training on Pangasius\r\nBreeding’ di gedung Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) pada\r\nKamis (1/8) . Acara ini sekaligus menjadi ajang tukar pengalaman dan\r\nsarana membangun networking bagi para peserta yang merupakan\r\npembudidaya benih pati.

Prayoga Surya Darma - Kepala Bidang Program Pelayanan\r\nkepada Masyarakat LPPM IPB ini menyebutkan kegiatan ini menjadi wadah\r\nsinergi antar pelaku usaha. “Pelatihan semacam ini sangat bermanfaat dan akan\r\nlebih bagus lagi apabila ada langkah-langkah selanjutnya, jadi pelaku usaha\r\ntidak hanya tahu tentang produksi tetapi lebih bagus apabila sampai ke\r\npemasaran (dari hulu ke hilir)”.

Kegiatan diisi oleh 5 pemateri ahli\r\ndiantaranya ‘Pembenihan Ikan Patin: Peluang dan Tantangan’ oleh Ir\r\nCecilia Eny Indriastuti, ‘Pengadaan Calon Induk Unggul’ oleh Odang Carman,\r\ndan ‘Pemeliharaan Larva Patin dan Rekayasa Manajemen Kualitas Air’ oleh\r\nIrzal Effendi, ‘Penyakit pada Pembenihan Patin dan Penanggulangannya’ oleh\r\nSri Nuryati dan ‘Pemeliharaan Induk dan Rekayasa Pematangan Induk di Luar\r\nMusim’ oleh Agus Oman Sudrajat.

“Terkait meningkatnya permintaan konsumsi patin dalam negeri\r\ndan filet patin untuk ekspor setiap tahunnya, tentu hal ini akan menghela\r\npembudidaya benih patin untuk meningkatan produksi jumlah benih dengan kualitas\r\nyang baik”, ungkap Eny. Sinyal positif juga ditunjukkan dengan dimulainya\r\nekspor filet patin ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi m pada Mei\r\n2019.

“Petani harus membiasakan diri untuk terus mengeksplorasi\r\nteknik-teknik pemeliharaan larva untuk mengetahui bagaimana penampakan larva yang\r\nberkualitas baik. Sehingga didapat teknik penanganan larva yang baik dan harus\r\ndidukung dengan kegiatan dokumentasi/pencatatan setiap kegiatan sehingga\r\npembenih memiliki data jika sewaktu-waktu akan berkonsultasi dengan peneliti\r\natau universitas,” urai Irzal.

“Untuk mengganti antibiotik demi mendapatkan ikan\r\ndengan survival rate tinggi disarankan menggunakan\r\ncacahan pelepah pisang,” Sri. Selanjutnya penggunaan induk unggul mutlak\r\ndiperlukan untuk mendapat benih yang berkualitas , tetapi persiapan calon induk\r\nyang unggul memerlukan waktu yang lama menurut Odang.

Menyiasati induk patin supaya matang gonad di luar\r\nmeskipun tidak pada musim pemijahan diperlukan hormon pemacu kematangan gonad.\r\n“Ada dua jenis hormon yang berbeda dalam reproduksi, hormon untuk membuat\r\nbunting dan hormon pemijahan,” ucap Agus.

Pada sesi diskusi terungkap peserta\r\npelatihan mengharapkan adanya kemitraan antara Sekolah Vokasi dan\r\nDepartemen Budidaya Perairan IPB dengan pembudidaya benih patin dalam bentuk\r\npraktik mahasiswa dan akses untuk analisis laboratorium.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Acara yang dimoderatori Ketua Bidang Budidaya Patin APCI\r\n(Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia), Imza Hermawan, menghadirkan pembudidaya\r\nbenih patin dari Republik Pembenih Patin, mahasiswa serta alumni mahasiswa\r\nstudi perikanan.


Sumber : Trobos Aqua

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan