IPB dan Binus University menggelar pelatihan\r\nuntuk anggota Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) bertema\r\n“Komunikasi Brand Online yang Efektif” pada Rabu...
![]()
IPB dan Binus University menggelar pelatihan\r\nuntuk anggota Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) bertema\r\n“Komunikasi Brand Online yang Efektif” pada Rabu (25/9) di Whiz\r\nHotel Pajajaran - Bogor.
Acara yang dihadiri oleh 27 peserta dari Jakarta, Bogor, dan\r\nPurwakarta ini merupakan bagian dari Pengabdian Kemitraan Masyarakat\r\n(PKM), sebagai kontribusi universitas yang didanai oleh Kemenristekdikti.
Pelatihan diisi oleh Amalia E Maulana PhD, pakar branding dari Binus\r\nUniversity bekerjasama dengan Dr Irzal Effendi dan Cecilia Eny\r\nIndriastuti MSi (keduanya dari IPB University).
Imza Hermawan, salah satu ketua APCI menyambut baik\r\nacara ini karena dianggap sangat bermanfaat bagi para anggota khususnya para\r\npengusaha yang berskala kecil dan menengah.
Menurutnya, pelatihan ini berguna untuk meningkatkan\r\nkesadaran pengusaha patin bahwa branding sudah menjadi sesuatu yang\r\ntidak bisa diabaikan, dan komunikasi online merupakan salah satu cara untuk\r\nmemenangkan persaingan. Revolusi industri 4.0 menuntut pelaku usaha\r\nuntuk beradaptasi melalui komunikasi online.
Amalia E Maulana menyatakan persoalan utama dalam pemasaran\r\npatin di pasar dalam negeri adalah karena masih simpang siurnya penamaannya.\r\nAmalia memaparkan hasil riset etnografi yang menjelaskan bahwa konsumen\r\nIndonesia masih bingung dengan penamaan ikan patin khususnya ikan patin fillet.
“Ini belum menjadi perhatian pelaku usaha. Konsumen kebingungan\r\nterhadap istilah patin, dori, dan pangasius yang dianggap sebagai jenis ikan\r\nyang berbeda-beda. Padahal ini merujuk kepada ikan yang sama. Perlu kerja sama\r\ndari seluruh pihak yang berkepentingan, khususnya dari pihak asosiasi dan\r\ndukungan pemerintah,” ungkapnya.
Untuk bisa memasarkan brand ikan patin secara\r\nonline, lanjut Anna, maka pengusaha butuh memahami media habit dan\r\nkebutuhan pada konsumennya. Selain itu harus dicari cerita-cerita menarik\r\nseputar ikan patin fillet yang bisa menjadi magnit bagi konsumen agar mulai\r\nmemasukkan ikan ini dalam menunya.
’The Power of Story’ menjadi pokok bahasan yang menarik\r\ndalam workshop ini, Secara bersama-sama, APCI perlu menggali lagi berbagai\r\ncerita mengenai patin untuk komunikasi online nya.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Menurut Imza, pelatihan ini menjadi moment yang baik untuk\r\npara pengusaha patin, khususnya yang kecil dan menengah untuk lebih berbenah\r\nterhadap tampilannya di dunia digital dan menjadi pemenang di hati konsumennya.
Artikel Asli : Trobos Aqua

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
