Minapoli
Patut Dicontoh, Banjar Tegeh Sari di Denpasar Berdayakan Warga Terdampak Covid-19 Via Urban Farming
Mas

Patut Dicontoh, Banjar Tegeh Sari di Denpasar Berdayakan Warga Terdampak Covid-19 Via Urban Farming

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Satgas Covid-19 Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar\r\nUtara, Denpasar, Bali memberdayakan warga terdampak Covid-19 di\r\nGang Sari Dewi dengan membudidayakan urban farming.Ketua Satgas Covid-19 setemp...

Satgas Covid-19 Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar\r\nUtara, Denpasar, Bali memberdayakan warga terdampak Covid-19 di\r\nGang Sari Dewi dengan membudidayakan urban farming.

Ketua Satgas Covid-19 setempat, Gede Mantrayasa\r\nmenjelaskan, pihaknya menginisiasi kegiatan budidaya ikan lele dan menyediakan\r\nmedia tanam sayur guna menjaga ketahanan pangan mandiri warga setempat di\r\ntengah pandemi virus corona.

Ada 30 KK yang bergabung dalam kelompok mina tani kolam lele\r\ndibentuk sejak 18 April 2020 lalu. Mereka mendapat pelatihan-penyuluhan\r\nbudidaya ikan lele sehingga ilmunya nanti bisa dimanfaatkan warga secara\r\nkomunal.

Gede menuturkan, warga setempat mendapat pinjaman lahan\r\nsekitar 1 are kemudian dimanfaatkan untuk pembuatan kolam lele terbuat dari\r\nterpal berbentuk melingkar dan dilengkapi oksigen untuk treatment, jumlahnya\r\nada 2 kolam.

Dalam lahan tersebut tak hanya dimanfaatkan untuk kolam\r\nlele, namun juga untuk penanaman sayur, warga mendirikan bangunan mina tani itu\r\nsecara gotong-royong dan memanfaatkan sumber daya setempat.

"Urban Farming ini untuk jangka pendek dan menengah,\r\nmereka kehilangan pekerjaan, ada yang kuli bangunan, ojek online dan serabutan,\r\ndari pada di rumah tidak ada aktivitas kita berdayakan dengan usaha ini, kalau\r\nsembako kan hanya bertahan 1-2 hari, mina tani ini bisa berkelanjutan,"\r\nujar Gede dijumpai Tribun Bali di lokasi, Kamis (30/4/2020)

Untuk mengembangkan model usaha ini, mereka mendapatkan\r\nsupport penuh dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) melalui\r\nprogram Kagama Care. Dari dua kolam tersebut setiap kolam akan diisi 1.000\r\nbibit ikan lele.

"Nanti ada 1.000 ikan lele di setiap kolam, warga bisa\r\nmembudidayakannya, bisa dimakan untuk kebutuhan sehari-hari, bisa dijual, bisa\r\ndiolah masakan pepes, atau olahan lain. Sedangkan kalau sayur bisa ditanam yang\r\numurnya pendek, pemeliharaan mudah dan bisa dikonsumsi, contohnya\r\nkangkung," papar dia.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Kedepan nantinya, mina tani yang dikelola warga ini bisa\r\nmenjadi unit usaha baru, warga akan dibekali bagaimana teknis pengemasan\r\nmakanan yang baik hingga strategi pemasaran sampai ke tempat pelanggan.


Sumber: Tribun Bali

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan