Minapoli
Pangasius Indonesia untuk Jamaah Haji dan Umroh
Patin

Pangasius Indonesia untuk Jamaah Haji dan Umroh

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
4 menit baca

Pangasius Indonesia diekspor ke Arab Saudi untuk memasok\r\nlauk bergizi bagi jamaah haji Indonesia selama musim haji. \r\n\r\nMelalui keterangan tertulis, M Suhadi Ketua Asosiasi\r\nPengusaha Catfish...

Pangasius Indonesia diekspor ke Arab Saudi untuk memasok\r\nlauk bergizi bagi jamaah haji Indonesia selama musim haji. 

\r\n\r\n

Melalui keterangan tertulis, M Suhadi Ketua Asosiasi\r\nPengusaha Catfish Indonesia (APCI) menjelaskan industri ikan pangasius (patin)\r\nIndonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, terlihat dari produksi ikan\r\npangasius yang terus meningkat dari 319.967 ton di tahun 2017 menjadi 391.151\r\nton pada tahun 2018. 

\r\n\r\n

Indonesia memiliki beberapa daerah sentra produksi pangasius\r\nantara lain Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa\r\nTimur, Kalimantan Selatan. 


\r\n\r\n

Selama ini industri ikan pangasius Indonesia lebih banyak\r\nbermain di pasar dalam negeri saja, di mana pangasius fillet menduduki posisi\r\nsebagai ikan yang paling populer di pasar domestik. Saat ini konsumsi fillet\r\nikan pangasius bisa memenuhi dari keseluruhan konsumsi fillet ikan dalam negeri. 

\r\n\r\n

Selain dipasarkan di supermarket untuk konsumen rumah\r\ntangga, ikan pangasius fillet telah mendapat tempat yang strategis dalam\r\nindustri jasa makanan di Indonesia yang melayani hotel, restoran, catering\r\n (horeka) serta penerbangan. Pada saat ini sekitar 2.000 ton/bulan bahan\r\nbaku dikirim ke pabrik pengolahan untuk diolah menjadi fillet. 

\r\n\r\n

“Industri ikan pangasius masih terus berkembang dan pasar\r\nuntuk kebutuhan haji dan umroh masih sangat besar. Saat ini jamaah haji\r\nIndonesia mencapai 231.000 per tahun, sedangkan jamaah umrah Indonesia\r\ndiperkirakan mencapai 1,3 juta pada tahun 2020,” ungkap Suhadi. 

\r\n\r\n

Berdasarkan data tahun 2019, Samiono, pengurus Asosiasi\r\nPengusaha Catfish Indonesia (APCI) yang juga menjabat sebagai direktur PT\r\nCentral Pertiwi Bahari, menyatakan bahwa kebutuhan pangasius untuk jamaah haji\r\nasal Indonesia mencapai 600 ton dan kebutuhan pangasius untuk jamaah umroh\r\nlebih besar dari angka tersebut.

\r\n\r\n

Diuraikannya, sepanjang 2019 perusahaan pengolah ikan\r\npangasius yang tergabung dalam APCI telah berhasil mengekspor 236.000 ton\r\nproduk olahan pangasius berupa fillet dan steak ke Arab Saudi, khususnya untuk\r\nmemenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umroh asal Indonesia.  Upaya\r\npenyediaan pasokan produk ikan pangasius untuk kebutuhan haji dan umrah telah\r\ndilakukan sejak tahun 2019, namun belum maksimal. Dari total kebutuhan 25\r\nkontainer, baru 11 kontainer yang berhasil dikirim. Sebabya, waktu terlalu\r\npendek dari proses produksi, penyediaan dokumen persyaratan impor, sampai\r\ndengan waktu pengiriman.

\r\n\r\n

Pada Sabtu tanggal 28 Desember 2019, Konsul Jenderal\r\nRepublik Indonesia (Konjen RI) Jeddah, Eko Hartono, melakukan kunjungan ke\r\nsentra produksi pangasius di Jawa Timur. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk\r\nmelihat proses budidaya dan pengolahan ikan pangasius dan memastikan kesiapan\r\npelaku usaha di bidang industri ikan pangasius untuk memenuhi kebutuhan jamaah\r\nhaji dan umrah asal Indonesia. 

\r\n\r\n

Kunjungan tersebut dilakukan di beberapa kolam pembudidaya\r\nikan pangasius di Jombang dan Tulungagung, dan di pabrik pengolahan PT Adib\r\nGlobal Food Supplies di Jombang.

\r\n\r\n

Pada acara tersebut APCI bersama pembudidaya berkesempatan\r\nuntuk berdiskusi dengan Konsul Jenderal mengenai ekspor pangasius ke Arab Saudi\r\npada tahun 2020. Pembudidaya ikan pangasius dari desa Bendiljati Wetan, Jawa\r\nTimur, mengungkapkan bahwa mereka ingin meningkatkan pasokan ikan pangasius\r\nuntuk pasar Arab Saudi, khususnya untuk kebutuhan haji dan umrah karena\r\nmerupakan pasar yang menjanjikan. 

\r\n\r\n

Bukan hanya itu, sejumlah pembudidaya dan pelaku usaha di\r\nbidang industri pangasius di Jombang, Mojokerto, Tulungagung, dan sekitarnya,\r\nmenyatakan kesiapan untuk memasok kebutuhan para jamaah haji dan umrah asal\r\nIndonesia di tahun 2020. Menurut Imza Hermawan, Ketua Bidang Budidaya Patin\r\nAPCI, pembudidaya wilayah lain yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Jawa\r\nBarat juga siap untuk mendukung kebutuhan ekspor ke Arab Saudi. 

\r\n\r\n

Eko Hartono berharap bukan hanya kebutuhan patin yang bisa\r\ndipenuhi pengusaha dan petani Indonesia, tapi juga kebutuhan lain seperti\r\ndaging ayam, beras, sayuran, dan sebagainya, sehingga mampu meningkatkan\r\nkesejahteraan petani dan pengusaha Indonesia melalui ekspor produk-produk bahan\r\nmakanan tersebut.

\r\n\r\n

Dalam kesempatan berdialog, Konjen RI melihat antusiasme dan\r\nkesiapan pelaku usaha bidang ikan pangasius. Pihak Konsulat Jenderal Republik\r\nIndonesia (KJRI) di Jeddah juga akan berusaha lebih cepat untuk menyampaikan\r\ninformasi mengenai hasil lelang catering untuk kebutuhan haji dan umrah di Arab\r\nSaudi, sehingga ada waktu yang cukup bagi pembudidaya untuk menyiapkan pasokan\r\nikan. Dengan adanya dukungan dari KJRI, diharapkan pelaksanaan ekspor ikan\r\npangasius di tahun 2020 akan lebih baik.

\r\n\r\n

 

Artikel Asli: Trobos Aqua

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan