Saat ini makin banyak anak muda yang berperan aktif dalam\r\npemberdayaan lingkungannya. Salah satunya adalah Lili Salita, sarjana muda\r\nlulusan IPB yang aktif memberdayakan masyarakat melalui progr...
Saat ini makin banyak anak muda yang berperan aktif dalam\r\npemberdayaan lingkungannya. Salah satunya adalah Lili Salita, sarjana muda\r\nlulusan IPB yang aktif memberdayakan masyarakat melalui program bisnisnya.\r\nAlih-alih mencari pekerjaan setelah lulus, Lili justru fokus mengembangkan\r\nusaha socioprenuernya yang bernama Monodon Group.
Monodon Group merupakan bisnis olahan produk perikanan khas\r\nLampung yang dibuat lili semenjak menjadi mahasiswa. Produk olahan dari Monodon\r\nGroup pun beraneka ragam, mulai dari berbagai jenis sambal, kripik pisang\r\nsampai ke kopi.
“Untuk produk unggulan dari Monodon Group adalah sambal\r\ndengan memiliki beberapa varian seperti sambal ikan asap, ikan teri, cumi,\r\nudang, ikan tongkol, ikan bandeng sampai ikan gurame,” kata Lili dalam rilis\r\nyang diterima Republika.co.id.
Lili mengambil bahan baku langsung dari petani dan nelayan,\r\ndengan memanfaatkan sumberdaya melimpah di pedesaan dan tanpa menggunakan bahan\r\npewarna dan pengawet. Lili memilih menjadi pengusaha karena menurutnya dengan\r\nmenjadi pengusaha bisa membuatnya menjadi kaya raya, sehingga mampu bersedekah\r\ndan memberi lebih banyak kepada orang yang membutuhkan.
Awalnya Lili seperti mahasiswa kebanyakan, mau berbisnis\r\nnamun bingung bisnis apa yang mau dibangun. Aneka produk pun ia coba jual,\r\nsampai akhirnya ia mengalami kendala dan tekanan batin. Sempat juga ia\r\nmengalami kerugian lumayan besar di awal, dikarenakan ada kesalahan dalam\r\npemasaran, kurangnya ilmu dan banyak faktor lainnya. Permasalahan ini menurut\r\nLili karena ia hanya sendirian dalam menanggung beban bisnisnya.
Sampai akhirnya Lili mendapat kesempatan untuk mengikuti\r\nbeasiswa Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) dari Bank Syariah\r\nMandiri yang disalurkan melalu Laznas BSM Umat. Ia menaganggap dengan menjadi\r\nbagian dari ISDP akan\r\nmenambah pengetahuan terkait wirausaha, memperluas jaringan dan menjadi\r\npenggerak sosial bersama pengusaha muslim lainnya.
“Ternyata hasil yang saya dapatkan lebih dari yang saya\r\nharapkan. Selain menadpatkan ilmu wirausaha, saya juga dapat mengenal\r\norang-orang hebat dalam setiap kegiatan ISDP, mendapatkan mentor bisnis, bahkan\r\nsampai mendapatkan dana bantuan usaha, uang UKT, uang saku bulanan saat\r\nkuliah,” tuturnya.
Bergabung menjadi penerima beasiswa ISDP membuat Lili\r\nsemakin mantap untuk mengembangkan Monodon Group. Bantuan dana usaha dari ISDP\r\nsebesar Rp 23,6 juta digunakan untuk menyiapkan rumah produksi dan\r\nkelengkapannya. Sebab, untuk mendapatkan sertifikasi produk di dinas kesehatan\r\ndiharuskan memiliki lokasi produksi yg layak dan sesuai standar dalam\r\npengolahan pangan.
Saat ini setelah wisuda Lili memilih fokus mengambangkan\r\nMonodon dengan mempersiapkan ekspansi pasar yang dimulai dari Lampung. “Saat\r\nini produk Monodon Group bisa didapatkan di minimarket, toko oleh-oleh khas\r\nLampung, online shope dan melalui reseller,” ujarnya.
Monodon Group berlokasi di Palas Jaya, RT RW 002/001, Palas\r\nJaya, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung 35594. \r\nDalam proses produksi Lili memberdayakan ibu-ibu di desa untuk mengolah\r\nproduknya. Lili memiki target untuk menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja\r\ndari desa dan membuat toko khusus di pusat kota yang menyediakan seluruh produk\r\nMonodon Group.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Lili juga berharap program beasiswa inkubasi bisnis seperti\r\nISDP bisa diteruskan dan dikembangkan untuk menyerap sebanyak-banyaknya calon\r\npengusaha Muslim di Indonesia. “Untuk kamu yang tertarik memesan produk monodon\r\ngroup bisa lihat dan pesan melalui instagram @sambal_sambaladon dan\r\n@monodongroup atau melalui Olshop shopee : monodongroup,” paparnya.
Sumber: Republika

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
