Masalah perikanan Indonesia bisa dikatakan cukup kompleks. Jika\r\npada awalnya produksi utama perikanan di Indonesia hanya mengandalkan perikanan\r\ntangkap, kini harus merambah ke perikanan budidaya...
Masalah perikanan Indonesia bisa dikatakan cukup kompleks. Jika\r\npada awalnya produksi utama perikanan di Indonesia hanya mengandalkan perikanan\r\ntangkap, kini harus merambah ke perikanan budidaya. ASEAN terutama Indonesia\r\nmemiliki tantangan untuk meningkatkan produksi industri perikanan budidaya\r\nmenjadi 15 juta ton pada tahun 2030 mendatang.
Perikanan budidaya di Indonesia masih\r\nmemiliki beberapa kendala. Salah satu kendalanya yakni keterbatasan lahan untuk\r\nbudidaya ikan. Berdasarkan data dari Badan Informasi Geospasial tahun 2012,\r\ntotal area yang digunakan untuk budidaya ikan di Indonesia sekitar 500 ribu\r\nhektare.
Permasalahan utama ada pada metode budidaya ekstensi yang membutuhkan\r\nlahan luas untuk meningkatkan produksi, padahal harga tanah setiap tahun semakin\r\nmahal. Ini akan menghambat petani-petani kecil yang tidak memiliki lahan yang\r\ncukup luas untuk budidaya ikan
Fajar Sidik Abdullah Kelana, peneliti\r\nMicrobubble Generator dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menjelaskan alat\r\nMicrobubble Generator ini bisa menjadi salah satu solusi bagi petani kecil,\r\nkhususnya yang memiliki keterbatasan lahan untuk pembenihan kolam.
Baca juga: Application of Micro Bubbles Technology in Catfish Rearing
“Jadi ini alat yang bisa memproduksi\r\ngelembung oksigen ukuran mikro, yang tujuannya untuk meningkatkan oksigen\r\nterlarut di dalam air. Efeknya ternyata setelah kita coba di perikanan, oksigen\r\nterlarutnya naik sampai 7 ppm yang biasanya 3 ppm. Efeknya ke hasil produksi\r\nikan dengan bobot lebih berat 30% dari yang pakai alat biasa,” imbuhnya.

Temukan berbagai aerator disini!
Teknologi Microbubble Generator (MBG)\r\nmemungkinkan petani ikan untuk membuat kolam yang lebih dalam dibandingkan\r\ndengan sistem aerator pada umumnya, karena dapat meningkatkan hasil panen tanpa\r\nharus membuka dan membutuhkan lahan yang luas.
Dengan tiga komponen utamanya; pompa air,\r\nsaluran udara, dan microbubble generator di bagian pembuangan, teknologi ini\r\nmerupakan implementasi dari aliran dua fasa dengan memvariasikan kuantitas\r\ndebit udara dan air untuk menghasilkan diameter mikro gelembung ukuran 40 µm.\r\nUkuran mikro-diameter ini dapat meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air\r\nyang penting untuk pertumbuhan ikan.
Keunggulan dari Mircobubble Generator\r\nantara lain distribusi oksigen yang lebih baik dalam setiap lini kedalaman\r\nkolam, sehingga meningkatkan kualitas air kolam, dapat diaplikasikan pada kolam\r\nyang sempit dengan menambah kedalaman kolam, serta meminimalkan penggunaan air.\r\nIkan yang tumbuh di kolam yang menggunakan Microbubble Generator bisa naik\r\nbobotnya hingga 40%, dengan survival rate 12,7%.
\r\n
\r\n
Lebih lanjut, Fajar mengatakan bahwa MBG\r\nyang merupakan salah satu riset yang dilakukan mahasiswa di Pusat Studi Energi\r\nUGM ini awalnya digunakan untuk pengolahan air limbah, lalu setelah melakukan\r\nriset di bidang perikanan ternyata menghasilkan perubahan yang signifikan.
“Selama ini perjalanan dari 2016 kita\r\nbikinnya di kampus sampai 2018, kebetulan dapat support dari\r\nPak Moeldoko dan melalui PT MDK ini jadi bisa mass\r\nproduction. Untuk produksi nanti kita modelnya batch sih, batch pertama\r\nitu 20.000 pcs. Baru nanti bulan Agustus dipasarkannya,” terang Fajar.
Ke depannya Fajar beserta tim yang\r\nterdiri dari belasan staf departemen teknik mesin, teknik kimia dan teknik\r\nperikanan UGM, ingin mengembangkan inovasi ke teknologi perikanan lainnya,\r\nmisal teknologi Microbubble Generator yang digabung dengan teknologi panel\r\nsurya.
“Panel surya ini nanti support,\r\nmisal di Asmat ada kasus kelaparan, kalau kita punya peternakan ikan yang\r\nmandiri di daerah terpencil support langsung pake energi terbarukan, ketahanan\r\npangan di daerah plural di daerah asmat bisa lebih terjamin. Kelebihannya bisa\r\nmenghemat listrik hingga 50%,” jelasnya.
Fajar juga berharap penelitian yang\r\nselama ini dilakukan di tataran akademisi universitas bisa bermanfaat bagi\r\nmasyarakat, tidak hanya sekadar berakhir di laboratorium saja.
Baca juga: KKP Kerja Sama IPB Tingkatkan Pendidikan dan Riset
“Visi misi tim yang terbentuk sih,\r\nteknologi di kampus-kampus tidak cuma di skala lab saja, tapi ingin juga\r\ndipakai di masyarakat dan buat industri. Visi kita buat petani-petani kecil,\r\nrakyat kecil. Mungkin nanti buat pertanian juga. Ada teknologi-teknologi yang\r\ndiadopsi dari kampus, diuji coba real,\r\ndengan harga yang juga terjangkau, ”kata Fajar.
Microbubble Generator awalnya diteliti\r\ndan dikembangkan dalam skala laboratorium. Produk Microbubble Generator telah\r\nberinovasi dari segi dimensi dan kerumitannya. Dengan desain terbaru, optimasi\r\nkonsumsi listrik bisa dihemat hingga 25 watt untuk satu unit MBG.
Beberapa penghargaan yang pernah diraih\r\noleh peneliti serta pengembang MBG, antara lain 1st Champion of YSEALI World of Food Innovation\r\nChallenge powered by USAID, Finalist of ASME ISHOW (Innovation Showcase) di\r\nBangalore India pada 2017, Semifinalist of Global Social Venture South East\r\nAsia Region (GSVC-SEA), Indonesia Delegation for Youth Ag-Summit 2017, 1st Winner of APJ\r\nCisco Global Problem Solver Challenge, dan 1st World Champion of Ideas For Action 2018 powered\r\nby World Bank Group.
Sumber : M-News
Tentang Minapoli
Minapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
