Minapoli
Meningkatkan Performa Pakan Udang Melalui Penambahan Pellet Binder yang Tepat
Udang

Meningkatkan Performa Pakan Udang Melalui Penambahan Pellet Binder yang Tepat

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
7 menit baca

Salah satu permasalahan yang sering dijumpai pada\r\nproduksi pakan udang adalah pemilihan bahan baku. Bahan-bahan seperti dedak\r\npadi, bungkil kelapa sawit dan bungkil kopra masih menjadi pilihan k...

Salah satu permasalahan yang sering dijumpai pada\r\nproduksi pakan udang adalah pemilihan bahan baku. Bahan-bahan seperti dedak\r\npadi, bungkil kelapa sawit dan bungkil kopra masih menjadi pilihan karena\r\nharganya yang ekonomis. Kualitas pakan yang dihasilkan sering menjadi masalah\r\nkarena pelet menjadi mudah luruh di dalam air dan mudah patah. Sebagaimana diketahui persyaratan utama untuk pakan udang adalah water\r\nstability (WS), yaitu ketahanan bentuk pakan di air haruslah baik\r\nserta pakan tidak mudah leaching (luruh) di dalam air.

Kestabilan bentuk pelet di dalam air atau yang\r\nlebih dikenal dengan water stability\r\nfeed (WS), merupakan faktor penting dalam menentukan\r\nefisiensi pakan. Minimalnya\r\npeluruhan pakan dalam air akan berdampak kepada pakan terserap maksimal oleh\r\nhewan target dan meminimalisir kerusakan air karena timbunan bahan organik dari\r\npakan. Pakan yang tahan dalam air yang hanya\r\nmengalami sedikit perubahan kualitas dan kuantitas adalah pakan\r\nyang mempunyai persyaratan fisik yang baik. Untuk mencapai keadaan\r\nini dianjurkan agar pakan udang secara fisik masih tetap utuh\r\nkira-kira selama tiga jam berada di dalam\r\nair.


Baca juga: Kecukupan Pakan pada Benur


Salah satu uji daya tahan pakan dalam air adalah dapat dilakukan dengan\r\nmerendam pelet dalam air dan dihitung berapa lama pelet tersebut tahan dalam\r\nair sampai hancur. Semakin lama pelet tersebut bertahan, maka\r\nsemakin baik pula kualitas pelet tersebut.

Selain dari faktor kekerasan pelet, daya tahan pelet dalam air dapat\r\ndisiasati dengan beberapa cara, antara lain yaitu dengan mempergunakan perekat,\r\nlama pengeringan yang optimal dan merata serta memperbesar ukuran pelet\r\nseoptimal mungkin, dalam hal ini tidak memungkinkan untuk pakan udang, karena\r\nukuran pelet menyesuaikan dengan ukuran udang/kebutuhan udang.

Pelet umumnya dibuat dari campuran beberapa macam bahan pakan dan\r\numumnya kemudian ditambahkan perekat baik alami maupun kimiawi. Salah satu\r\nbahan perekat adalah kanji yang berasal dari tepung tapioka. Problemnya\r\nadalah penambahan bahan perekat alami, akan mengurangi kandungan nutrisi pelet,\r\nkarena porsi yang digunakan perekat alami cukup besar agar bisa berdampak\r\nsebagai perekat pakan. Sehingga penggunaan bahan perekat yang bersifat sebagai\r\naditif/kimiawi merupakan solusi efektif dalam hal ini.


Beli pakan udang disini!


Tahapan proses produksi yaitu\r\nproses grinding dalam menghaluskan partikel bahan sangat\r\nmembantu dalam membentuk kualitas pelet yang baik. Pada dasarnya semakin halus bahan baku yang digunakan untuk menyusun\r\npakan, bentuk fisiknya akan semakin baik pula. Proses\r\nperekatan pada pelleting pakan utamanya dimulai dari proses\r\npemanasan di-conditioning yaitu tekanan panas uap air “steam”\r\nmasuk ke dalam pori pati yang mengakibatkan terjadinya gelatinasi pati\r\n(pembengkakan granula pati) dalam proses tersebut granula pati yang pecah\r\nmengikat partikel bahan lain sehingga pada pencetakan pelet terbentuk fisik\r\nyang padat dan kompak. Gelatinasi tidak terjadi pada fraksi serat, minyak dan\r\nmineral bahkan jenis bahan tersebut jika berlebih dapat mengurangi daya\r\ngelatinasi. Oleh karena itu, perlu ditambahkan bahan yang bersifat perekat-binding yang\r\naktif hanya melalui reaksi dengan moisture tanpa proses\r\ngelatinasi. PMC (Polimethylol carbamide) sebagai binding agent perlu ditambahan\r\ndalam pakan, sebagai pengikat PMC yang tidak mengurangi porsi nutrisi dalam\r\npakan, dikarenakan PMC bersifat sebagai aditif dengan dosis pemakaian rendah\r\ndan harga yang lebih ekonomis. Penambahan sebagai additive pada\r\npakan dilaporkan mampu memberikan efek binding yang kuat (excellent\r\nbinding), yaitu mengompakkan pakan dengan tekstur yang sulit kompak\r\nsekalipun karena adanya kandungan serat dan lemak yang relatif tinggi pada\r\npakan.


Baca juga: Manfaat Spirulina untuk Pakan Udang


Dengan penambahan PMC merupakan solusi yang sangat\r\ntepat dalam mengurangi debu selama handling pakan sampai pakan\r\ndimakan oleh udang, meningkatkan WS pakan dan menjaga nutrisi tidak hilang\r\nselama di dalam air. Sehingga permasalahan sulitnya pencapaian WS\r\ndan tingginya leaching (peluruhan pakan) di dalam\r\nair akan dapat teratasi dengan baik.

Selain itu PMC juga bersifat kompatibel dengan\r\nbahan nutrisi dan tidak mempengaruhi palatabilitas pakan seperti binder-binder kimia\r\npakan lainnya yang seringkali mereduksi palatabilitas\r\npakan. Pengaplikasian PMC dalam pakan tidak\r\nmenimbulkan residu, tidak beracun dan ramah\r\nlingkungan. PMC tidak akan diserap selama proses pencernaan dan\r\ndapat terdegradasi secara berlahan pada saat terpapar di lingkungan.

Adapun dosis pemakaian PMC pada pakan udang disarankan dalam kisaran 4 –\r\n6 kg per ton pakan (inclusion) tergantung kadar bahan utamanya\r\npakan tersebut. Untuk aplikasi penggunaan dan mekanisme proses produksi yang\r\ntepat dengan penambahan pellet binder PMC bisa langsung\r\nmenghubungi Tim Fenanza di lapangan.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n



Tentang Minapoli

Minapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina. 

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan