Minapoli
Mengenal “Pestisida” Alami untuk Atasi Penyakit Ikan
Mas

Mengenal “Pestisida” Alami untuk Atasi Penyakit Ikan

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
4 menit baca

Pembudidaya harus bisa atasi penyakit ikan, sebab salah satu\r\nsumber andalan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia yaitu dalam penyediaan\r\npangan yang berasal dari ikan. Produksi dari budidaya pe...

Pembudidaya harus bisa atasi penyakit ikan, sebab salah satu\r\nsumber andalan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia yaitu dalam penyediaan\r\npangan yang berasal dari ikan. Produksi dari budidaya perikanan sendiri secara\r\nkeseluruhan diproyeksikan akan terus meningkat. Namun, berbagai permasalahan\r\nmenghambat upaya peningkatan produksi tersebut seperti halnya dengan makhluk\r\nhidup lainnya, ikan juga akan mengalami permasalahan yang akan menurunkan\r\nproduktivitasnya.

Permasalahan tersebut antara lain kegagalan produksi akibat\r\nserangan wabah penyakit ikan yang bersifat patogenik baik dari golongan\r\nparasit, jamur, bakteri, dan virus sehingga tidak mencapai target produksi\r\nsesuai dengan yang diharapkan.

Permasalahan lainnya adalah berkaitan dengan mutu lingkungan\r\nbudidaya yang semakin buruk, yang disebabkan oleh kegiatan budidaya itu sendiri\r\nmaupun dari luar lingkungan budidaya.

Adanya serangan wabah penyakit tersebut pada dasarnya\r\nsebagai akibat terjadinya gangguan keseimbangan dan interaksi antara ikan,\r\nlingkungan yang tidak menguntungkan ikan dan berkembangnya bakteri patogen\r\npenyebab penyakit. Kemungkinan lainnya adalah adanya agen penyakit ikan yang\r\nmasuk dari luar yang terbawa oleh ikan baru, pembudidaya ataupun terbawa\r\nmelalui udara. Hal ini akan menimbulkan penyakit meskipun kondisi lingkungannya\r\nrelatif baik.

Untuk mengatasi permasalahan akibat serangan agen patogenik\r\npada ikan, para petani maupun pengusaha ikan banyak menggunakan berbagai\r\nbahan-bahan kimia maupun antibiotika dalam pengendalian penyakit tersebut.\r\nNamun di lain pihak pemakaian bahan kimia dan antibiotik secara terus menerus\r\ndengan dosis atau konsentrasi yang kurang tepat, sehingga akan menimbulkan\r\nmasalah baru berupa meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap bahan\r\ntersebut. Masalah lainnya yang timbul adalah bahaya yang ditimbulkan terhadap\r\nlingkungan sekitarnya, ikan itu sendiri dan manusia yang mengkonsumsinya.

Dalam usaha budidaya ikan diperlukan terobosan baru untuk\r\nmeningkatkan produksi. Namun, teknik itu harus tetap memperhatikan lingkungan.\r\nBeberapa alternatifnya adalah dengan menggunakan pupuk organik, suplemen\r\norganik, probiotik yang tangguh, maupun tumbuhan tradisional yang bersifat anti\r\nparasit, anti jamur dan anti bakteri.

Budidaya secara alami dengan memberikan tanaman sebagai\r\npakan sekaligus mengendalikan penyakit secara alami dapat menjadi alternatif.\r\nBeberapa keuntungan antara lain relatif lebih aman, mudah diperoleh, murah,\r\ntidak menimbulkan resistensi, dan relatif tidak berbahaya terhadap lingkungan\r\nsekitarnya. Adapun beberapa tanaman yang dapat berperan sebagai pestisida alami\r\nyaitu:

Beberapa Tanaman\r\nuntuk Mengobati Penyakit Ikan

Kamboja

Dalam akar dan daun kamboja mengandung saponin, flavonoid\r\ndan polifenol. Daun mengandung alkaloid. Getah daun dan batang dapat mengobati\r\nkoreng ikan akibat serangan jamur Saprolegnia sp. Dosis untuk kolam\r\ndengan kolam dengan luas dasar 100 m2 membutuhkan daun sebanyak 10 kg. Bila\r\nhanya 2-3 ekor saja, perlakuan menyesuaikan di wadah.

Pulai

Kandungan kimia di kulit batang antara lain alkaloid\r\nekitamina, ekitenina, alsonina, akiserina, ekitina, ditamina, ektamidina dan\r\nekiterina. Kandungan kimia yang ada kaitannya dengan pengobatan penyakit kulit\r\nbelum jelas diketahui.

Randa Nunut

Untuk pengobatan ikan, daun tanaman ini bisa digunakan\r\nsebagai obat antijamur. Caranya, ambil 5-10 lembar daun untuk 30 liter air.\r\nRemas daun kemudian diperas dan ampas daun diangkat. Setelah ampas diangkat\r\nmasukkan ikan sakit selama 60 menit.

Beberapa Tanaman\r\nuntuk Mengendalikan Hama

Akar Tuba/Akar Jenu

Akar tuba mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, tanin dan\r\npolifenol. Salah satu produksi metabolit sekunder yang dikandung oleh tanaman\r\ntuba adalah rotenon. Kandungan rotenon tertinggi terdapat pada akar, yaitu 0,3-12%.\r\nRotenon merupakan racun perut dan kontak, tetapi bersifat sistemik. Akar tuba\r\nberfungsi sebagai racun serangga. Akar ini berguna untuk membunuh predator di\r\nkolam sebelum pendederan atau pembesaran.

Ketepeng

Kulit kayu dan daun mengandung aloe-emodin, asam krosofanat,\r\nresin, krisofanol dan seng. Sementara asam oleat terkandung dalam biji. Secara\r\ntradisional daun dapat bermanfaat untuk membunuh predator di kolam.

Gamal/Liridiyah

Tanaman ini banyak ditemui tumbuh liar di pekarangan rumah\r\natau di lahan yang tidak terurus. Daun mengandung saponin, flavonoid dan\r\npolifenol.

Nanas

Berdasarkan pengalaman peternak, nanas dapat memberantas\r\nkepiting. Hewan itu sering merusak tunggul kolam. Caranya, nanas dicacah sampai\r\nlembut, lalu cacahan diaduk adukkan ke tanah dengan radius 0,5 m di sekitar\r\nlubang kepiting. Selain itu, dengan menanam nanas di tanggul kolam dapat\r\nmencegah kepiting datang.

Tefrosia dan Sembung

Komponen aktif tefrosia adalah tephorosin dan deguelin yang\r\nmerupakan senyawa isomer dan rotenon. Penilitian dari filipina mengungkapkan\r\nbahwa daun mengandung 5% rotenon. Daun sembung mengandung buneol, sineol,\r\nlimonen dan dimetil eter floroasetofenon. Tefrosia dan Sembung sangat beracun\r\nterhadap keong mas. Keong mas sebenarnya bukan predator, tapi keberadaannya\r\nmenjengkelkan peternak karena mempu menyerap fitoplankton.

Tembakau

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Daun tembakau mengandung bahan beracun yang disebut nikotin.\r\nKonsentrasi tertinggi terdapat pada ranting dan tulang daun. Kandungan lain\r\nadalah saponin, alkaloid, flavanoid dan polifenol. Penggunaan tembakau ternyata\r\nefektif untuk memberantas hama, seperti ikan, cacing polychaeta atau trisipan.


Artikel Asli: Info Akuakultur


Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan