Maggot atau yang dikenal dengan black soldier fly (BSF)\r\ndiharapkan menjadi pakan alternatif untuk budidaya ikan. Hal ini menjadi\r\nsolusi atas mahalnya harga pakan ikan.\r\n\r\nMenteri Kelautan da...
Maggot atau yang dikenal dengan black soldier fly (BSF)\r\ndiharapkan menjadi pakan alternatif untuk budidaya ikan. Hal ini menjadi\r\nsolusi atas mahalnya harga pakan ikan.
\r\n\r\nMenteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendorong\r\ninovasi penggunaan pakan alternatif ini. Adapun maggot adalah\r\nserangga pemakan bahan organik sehingga protein serangga ini berkualitas tinggi\r\ndan menjadi sumber protein yang baik bagi ikan.
\r\n\r\n"Maggot ini memakan sayuran, limbah rumah tangga,\r\nlimbah restoran, dia bisa mengurai sampah organik," kata Edhy dalam siaran\r\npers, Selasa (14/1/2020).
\r\n\r\nEdhy menjelaskan kemampuan maggot mengurai sampah\r\norganik dalam waktu 14-20 hari sangat berpotensi bagi pengembangan ekonomi\r\nberbasis laut atau ekonomi biru.

Inovasi penggunaan pakan alternatif dengan memanfaatkan\r\nlimbah rumah tangga dan restoran untuk memproduksi maggot ini telah\r\ndikembangkan sekelompok warga di Kabupaten Garut.
\r\n\r\n"Inovasi penggunaan pakan ikan alternatif semacam\r\nini harus kita dukung," kata Edhy.
\r\n\r\nKomponen pakan memang menempati porsi tertinggi dalam budi\r\ndaya ikan, hingga 60% dari total biaya produksi. Guna menurunkan biaya pakan\r\ntersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemenuhan kebutuhan\r\nbahan baku lokal melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari).
\r\n\r\nSalah satu inovasi yang mendukung Gerpari tersebut adalah\r\nriset penyediaan bahan baku pakan ikan alternatif dari maggot yang\r\ndihasilkan dari proses biokonversi limbah organik. Inovasi ini merupakan hasil\r\nriset Dr. Melta Rini Fahmi, Peneliti Balai Riset Budidaya Ikan Hias yang telah\r\ndimulai sejak 2005 lalu.
\r\n\r\nMaggot yang dihasilkan akan merombak, mengekstraksi\r\nserta mengkonversi nutrien yang masih tersimpan di dalam limbah organik sehingga\r\nakan didapatkan nutrien dalam bentuk yang baru, yakni pupuk organik dan maggot sendiri\r\nyang dimanfaatkan baik sebagai pakan ikan maupun bahan baku pakan ikan.
\r\n\r\nPada uji coba di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, ikan koi\r\nyang diberi pakan maggot memijah empat kali dalam periode yang sama dibanding\r\ndengan ikan yang diberi pakan pelet.
\r\n\r\nBiokonversi menggunakan maggot memiliki keuntungan\r\ndapat dilaksanakan dengan investasi yang rendah karena reproduksinya\r\ntidak membutuhkan air, listrik, bahan kimia, serta dapat menggunakan\r\ninfrastruktur yang sederhana.
Sumber: Bisnis.com

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
