Minapoli
Lomba Ikan Cupang Digelar Online
Ikan Hias

Lomba Ikan Cupang Digelar Online

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Saat ini segala aktivitas dibatasi. Kerumunan masyarakat\r\ntidak diperbolehkan lagi. Pasalnya, wabah Corona Virus Disease atau Covid-19\r\nmasih terus mengintai mangsanya.Berbagai kegiatan pun dialih...

Saat ini segala aktivitas dibatasi. Kerumunan masyarakat\r\ntidak diperbolehkan lagi. Pasalnya, wabah Corona Virus Disease atau Covid-19\r\nmasih terus mengintai mangsanya.

Berbagai kegiatan pun dialihkan melalui rumah. Bekerja dari\r\nrumah, sekolah pun dari rumah saja. Bahkan komunitas pegiat ikan hias menggelar\r\npertandingan mereka secara online.

Melalui jejaring sosial Facebook dan Instagram,\r\nDidi menyelenggarakan lomba ikan cupang. Tujuan pertandingan ini ingin\r\nmembangkitkan kembali dunia ikan hias di Balikpapan, khususnya cupang.

“Tapi karena pandemi Covid-19, pertandingan ini tidak bisa\r\nterlaksana. Jadi, kami punya ide untuk melaksanakan secara online,” ujar\r\ndia.

Dalam pelaksanaan lomba tersebut, para pemilik ikan cupang\r\nyang berasal dari berbagai kota di Kaltim, mengirimkan ikan mereka. Sekitar 70\r\nikan yang bertanding di 17 kelas berbeda berdasar jenis ikan cupang tersebut.

Selanjutnya ikan-ikan tersebut dimasukkan ke akuarium kaca\r\nyang telah berjejer rapi. Dengan tambahan sekat di tiap-tiap akuarium. Selain\r\nmenggunakan handphone, pihaknya memasang beberapa kamera di sekitar akuarium.

“Begitulah cara para pemilik ikan tersebut dapat menikmati\r\npertandingan,” jelasnya.

Didi menuturkan, sejak dulu pertandingan ini rutin\r\ndilaksanakan dua kali dalam sebulan. Digelar di tempat terbuka seperti taman.\r\nDiikuti sekitar 200 ikan hias dari seluruh Kaltim.

Hanya, karena kondisi pandemi corona saat ini, event\r\nterpaksa tidak terlaksana hampir dua bulan.  Mengacu pada hal itu,\r\npihaknya memutar otak agar pertandingan masih dapat berlangsung tanpa\r\nmenimbulkan kerumunan orang. Kegiatan lomba dapat tetap terlaksana pada Rabu\r\n(22/4) lalu.

Terkait penilaian, Tri selaku juri menjelaskan, yang dinilai\r\nialah keindahan dan kerapian dari ikan. Detail-detail seperti kerapian sirip\r\ndan bentuk tubuh jadi poin utama. Ikan yang mengalami cacat, misalkan terdapat\r\nsobekan pada ekornya dapat mengurangi poin penilaian.

“Jadi, ketika sekatnya dibuka, dua ikan ini akan berhadapan,\r\nlalu mengembangkan ekornya. Di sinilah dinilai perform mereka. Untuk\r\nsatu ikan itu sekitar 10 menit waktu penilaian,” jelasnya.

Wakil ketua Komunitas Ikan Hias Balikpapan ini menampik\r\nanggapan bahwa hal tersebut dapat membuat ikan stres dan mati. Kata dia, ikan\r\ncupang memiliki sifat teritorial, yang mana menjadi ditandakan dengan\r\nmenampilkan keindahan ekor yang dimiliki.

Jika ditemukan adanya ikan yang lemas setelah bertanding,\r\nikan tersebut dinilai tidak bagus. Lantas akan diberi nilai minus dalam\r\npenilaian.

Tri menyebut, animo masyarakat terhadap ikan cupang semakin\r\nberkembang sejak 2016. Dibanding 4 atau 5 tahun lalu, sekarang banyak\r\nmasyarakat yang berminat pada ikan yang berukuran kecil ini.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Baik Didi maupun Tri berharap wabah virus segera berakhir.\r\nDengan begitu, lomba yang sebelumnya terlaksana dengan meriah, dapat\r\ndiselenggarakan lagi.


Sumber: PROKAL.com

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan