Minapoli
Kolaborasi Budidaya Channa Striata
Mas

Kolaborasi Budidaya Channa Striata

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Manfaatkan teknologi\r\ndan manajemen budidaya untuk Channa striataMenyadari betul ikan gabus (Channa striata) memiliki\r\nkandungan albumin yang begitu tinggi. Apalagi, albumin memiliki manfaat ...

Manfaatkan teknologi\r\ndan manajemen budidaya untuk Channa striata

Menyadari betul ikan gabus (Channa striata) memiliki\r\nkandungan albumin yang begitu tinggi. Apalagi, albumin memiliki manfaat tinggi\r\ndalam bidang kesehatan. Yang menjadi perhatian, menurut Sutristo, CEO PT Mega\r\nMedica Pharmaceuticals (MMP), selama ini kebutuhan albumin di bidang\r\nkesehatan selama ini masih impor.

Sutristo mengatakan, sudah banyak pihak yang berpikir bahwa\r\nseharusnya gabus dan industri albumin harus bisa terintegrasi. Karena, ucapnya,\r\nmelihat potensi gabus yang besar dan disisi lain untuk memenuhi pangsa pasar\r\ndalam negeri. “Karena sebetulnya kita memang harus kolaborasi, tidak bisa\r\nsendiri. Sehingga bagaimana memanfaatkan potensi budidaya ikan gabus yang\r\nterintegrasi dan nantinya bisa membuka peluang kegiatan ekonomi bagi masyarakat\r\nluas,” terang Sutristo.

Hal ini pun melahirkan diskusi yang menghadirkan berbagai\r\nnarasumber terkait dalam mendorong integrasi budidaya gabus. Dengan kegiatan\r\nini bertujuan untuk meningkatkan produksi albumin dari gabus. Dalam acara yang\r\ndihadiri oleh lebih dari 50 peserta lintas ilmu ini, tersirat berbagai niat\r\nuntuk merumuskan bentuk kerjasama konkrit untuk mengembangkan riset gabus di\r\nIndonesia.


Baca juga: Budidaya Ikan Gabus Tetap Menguntungkan


Secara garis besar, Sutristo mengatakan, kolaborasi ini akan\r\nberfokus pada budidaya ikan gabus berbasis Internet of Things (IoT), studi\r\nvariasi genetik C. striata untuk mendapatkan bibit unggul yang memiliki albumin\r\ntinggi. Hingga penyusunan protokol clinical trial yang akan dilakukan untuk\r\nmenguji efikasi produk dalam meningkatkan level albumin di pasien.

Lebih jelasnya, ia menggambarkan, dengan adanya kerjasama\r\npeneliti – pemerintah – universitas – pembudidaya (masyarakat) – pengusaha\r\npenampung hasil budidaya diharapkan ada riset DNA ikan gabus agar mendapatkan\r\nbibit unggul. Dari benih unggul ini, nantinya prinsip budidaya dengan penerapan\r\nmanajemen air kolam untuk berbasis IoT. Riset clinical trial untuk mengetahui\r\nefek albumin ikan gabus terhadap kesehatan

Manajemen teknis

Secara manajemen teknis, Adang Saputra, perekayasa Balai\r\nPenelitian dan Pengembangan Budidaya Air tawar (BPPBAT) Bogor-Jawa Barat\r\nmengungkap banyak. Sebagai contoh dia menjelaskan tentang proses domestikasi\r\nyang masih menemui banyak tantangan di kalangan peneliti.

“Proses domestikasi dikerjakan teman-teman di Mandiangin\r\n(BPBAT Mandiangin-Kalimantan Selatan). Dari sini kami melanjutkan teknologi\r\nbudidayanya. Karena kita kan inginnya gabus itu seperti ikan konsumsi lainnya,\r\nseperti lele atau patin. Namun tantangannya itu, lele atau patin itu lebih\r\nmudah dibudidayakan, sementara gabus masih harus kita cari teknologinya,”\r\nterang Adang.

Tantangan lainnya adalah keberadaan gabus yang semakin\r\njarang di alam. Sementara, di masyarakat sudah mulai banyak kesadaran\r\nmasyarakat pentingnya albumin bagi kesehatan. “Ternyata kandungan albumin yang\r\ncompatible dengan manusia itu dari gabus ini, makanya lirikan budidaya gabus\r\nini menjadi sangat potensial,” bebernya.


Baca juga: Ikan Gabus Mengandung Albumin, Ini Manfaatnya untuk Ibu Hamil


Namun, ketika tersedia ikan yang dibutuhkan dengan yang\r\ndisediakan pasar itu berbeda. Kadang di pasar itu adanya satu kilogram (kg) isi\r\ndua ekor, sedang kita butuhnya minimal satu kg satu ekor. “Apalagi untuk\r\nmemproduksi 1 kg albumin itu butuh sekitar 20 ekor gabus. Itu yang paling\r\nbagus,” ujar Adang.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Jika dengan teknologi untuk meningkatkan kandungan albumin\r\ndi gabus, terang Adang, bisa dilakukan melalui injeksi. Namun, apakah albumin\r\nini nantinya bisa diturunkan ke generasi selanjutnya, ini yang jadi pertanyaan.\r\nKarena, imbuh Adang, jika ingin industri ini berkelanjutan tentunya harus\r\nmelalui budidaya, dan harus ada keturunan yang bisa dimanfaatkan.


Artikel Asli: Trobos Aqua

Tentang Minapoli

Minapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina. 

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan