Minapoli
KKP Sokong Perekonomian Masyarakat Melalui Budidaya Minapadi
Mas

KKP Sokong Perekonomian Masyarakat Melalui Budidaya Minapadi

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Program bantuan pemerintah budidaya ikan sistem minapadi\r\nsebagai salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)\r\nterus digulirkan untuk menjaga stabilitas pasokan ikan air...

Program bantuan pemerintah budidaya ikan sistem minapadi\r\nsebagai salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)\r\nterus digulirkan untuk menjaga stabilitas pasokan ikan air tawar. Bantuan ini\r\njuga diharapkan bisa tetap mengaktifkan kegiatan budidaya ikan di tengah wabah\r\nCovid-19.

Salah satu bantuan budidaya ikan sistem minapadi yang telah\r\ndiserahkan baru-baru ini, adalah untuk kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan)\r\nMinajaya di Kecamatan Tombatu timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi\r\nUtara yang memiliki lahan seluas 6 Ha.

Adapun paket bantuan yang diberikan berupa benih ikan nila\r\nsebanyak 60 ribu ekor, 6,6 ton pakan ikan mandiri, serta sarana dan prasarana\r\noperasional dengan total bantuan senilai 197,8 juta rupiah.

Hadir pada acara penyerahan tersebut Wakil Bupati Minahasa\r\nTenggara, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Kepala\r\nDinas Perikanan serta perangkat desa setempat

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto\r\nmenyatakan bahwa minapadi merupakan model inovasi akuakultur yang dapat\r\nmemberikan keuntungan berlipat, program budidaya ikan sistem minapadi dapat\r\nmenjadi salah satu solusi yang tepat untuk diterapkan, terutama ditengah\r\nkelesuan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang tengah mewabah.

“Berbagai keunggulan dari budidaya ikan sistem minapadi\r\nseperti mampu menghasilkan padi organik dengan peningkatan hasil panen padi 2-3\r\nton serta pendapatan tambahan pendapatan dari ikan minimal 1 ton ikan per\r\nhektar menjadikan sistem ini sebagai salah satu model yang tepat untuk\r\nmeningkatkan taraf ekonomi petani,” jelasnya.

“Keuntungan lainnya adalah pada saat proses produksi padi\r\ntidak mengggunakan pestisida serta minim dalam penggunaan pupuk sehingga total\r\npetani dapat memperoleh tambahan pendapatan hingga 40%. Jadi melalui budidaya\r\nini masyarakat tidak hanya dapat padi, namun juga mendapatkan ikan sebagai\r\nasupan protein,” katanya lagi.

Sebagai informasi pada tahun 2019 KKP telah menggelontorkan\r\nbantuan budidaya ikan sistem minapadi ke 18 Kabupaten/Kota di 12 Provinsi di\r\nseluruh Indonesia dengan total luas lahan sebesar 400 Ha. Sedangkan di tahun\r\n2020 KKP telah menyiapkan bantuan untuk 100 Ha lahan minapadi baru di seluruh\r\nIndonesia.

Slamet mengatakan, untuk penyaluran bantuan yang tepat\r\nsasaran, pihaknya telah memastikan betul akan kelayakan calon penerima bantuan\r\ndan persyaratan teknis lokasi yang diperlukan seperti kemiringan tanah, status\r\nkepemilikan lahan, kelancaran sumber air dan akses transportasi dan komunikasi\r\nyang baik, termasuk kelembagaannya Hal ini penting untuk dilakukan guna\r\nmendukung kelancaran dan keberlanjutan usaha yang digeluti oleh penerima\r\nbantuan.

“Dengan dukungan dan peran serta dinas serta penyuluh\r\nperikanan setempat dan juga keuletan serta kegigihan dalam melakukan usaha,\r\nniscaya usaha budidaya ikan sistem minapadi dapat turut membantu perekonomian\r\nmasyarakat di daerah,” pungkas Slamet.

Kepala BPBAT Tatelu Fernando Simanjuntak yang turut hadir\r\ndalam acara penyerahan bantuan berharap dengan bantuan yang diberikan dapat\r\nmeningkatkan produktivitas masyarakat untuk dapat menjaga ketahanan pangan,\r\nkhusunya ikan sebagai sumber protein yang esensial.

“Dengan adanya wabah Covid-19 ini, kondisi gizi masyarakat\r\nharus tetap terjaga namun dengan senantiasa mengedepankan keselamatan pelaku\r\nusaha yang tetap beroperasi. Penerapan SOP keselamatan sangat penting dilakukan\r\ndalam kegiatan berbudidaya agar kesehatan pelaku usaha tetap terjaga dan usaha\r\ndapat terus berjalan,” beber Fernando.

Pada tahun 2020 ini, BPBAT Tatelu merencanakan penyaluran\r\nbantuan minapadi kepada kelompok masyarakat petani atau pembudidaya ikan\r\nsebanyak 30 paket atau pembangunan sarana minapadi pada lahan sawah seluas 30\r\nHa di wilayah kerja BPBAT tatelu yang meliputi wilayah Indonesia bagian timur.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

“Harapan BPBAT Tatelu kepada kelompok penerima bantuan agar\r\nselalu semangat melaksanakan kegiatan minapadi sesuai petunjuk teknis yang\r\ndiberikan oleh tim teknis BPBAT Tatelu maupun oleh penyuluh untuk mendapatkan\r\nhasil produksi baik ikan maupun padi yang maksimal,” tutup Fernando.


Sumber: KKP News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan