PROBOLINGGO- Kementerian Kelautan dan Perikanan\r\nmemastikan komitmen untuk mendukung percepatan pembangunan perikanan di\r\nKabupaten Probolinggo-Jawa Timur. Komitmen ini dibuktikan dengan pemberian...
PROBOLINGGO- Kementerian Kelautan dan Perikanan\r\nmemastikan komitmen untuk mendukung percepatan pembangunan perikanan di\r\nKabupaten Probolinggo-Jawa Timur. Komitmen ini dibuktikan dengan pemberian\r\nberbagai program dan bantuan langsung bagi pelaku utama perikanan yakni\r\npembudidaya ikan, nelayan, pengolah dan petambak garam.
Total dukungan KKP tersebut diperkirakan hingga mencapai\r\nlebih kurang Rp. 14,05 milyar masing-masing terdiri dari input produksi, sarana\r\nperikanan, fasilitasi pembiayaan, perlindungan pelaku utama melalui asuransi\r\ndan sertifikasi hak atas tanah, pengembangan SDM anak pelaku utama perikanan\r\ndan bentuk lainnya.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto,\r\ndalam keterangannya saat penyerahan bantuan pemerintah di Kabupaten\r\nProbolinggo. Kamis (28/2), menyatakan bahwa program dukungan KKP diarahkan agar\r\nmenyentuh langsung para pelaku utama. Menurutnya ada 2 (dua) fokus utama KKP\r\nyakni bagaimana dukungan ini dapat secara langsung meningkatkan produktivitas\r\ndan efisiensi, sehingga pelaku utama mendapatkan nilai tambah keuntungan yang\r\nlebih besar dan kapasitas usaha yang lebih kuat.
"KKP terus mendorong peningkatan kesejahteran pelaku\r\nutama perikanan. Jadi, kami akan pastikan bahwa program ini bisa memberikan\r\ndampak positif bagi perbaikan struktur ekonomi masyarakat dan tentunya\r\nperekonomian daerah", jelas Slamet di depan ratusan masyarakat yang hadir\r\ndi Pantai Bentar-Probolinggo.
Kegiatan penyerahan bantuan pemerintah juga turut\r\ndihadiri anggota komisi XI DPR RI, anggota IV BPK RI, Wakil Bupati Probolinggo\r\ndan jajaran KKP, Pemerintah Propinsi dan Kabupaten.
Slamet menambahkan, bahwa berbagai program KKP sepanjang\r\n4 (empat) tahun terkahir mampu memberikan efek positif terhadap kondisi ekonomi\r\nmasyarakat.
Indikatornya yakni Nilai Tukar Nelayan (NTN) naik dari\r\n109,86 di tahun 2017 menjadi 113,28 pada tahun 2018. Nilai Tukar Pembudidaya\r\nIkan (NTPi) untuk periode yang sama naik dari 99,09 menjadi 100,80. Nilai Tukar\r\nUsaha Nelayan (NTUN) naik dari 123,01 menjadi 126,68 dan Nilai Tukar Usaha\r\nPembudidaya Ikan (NTUPi) pada periode yang sama naik dari 110,23 menjadi\r\n113,27;
Tren pertumbuhan NTN dan NTPi yang positif sepanjang\r\ntahun 2018 tersebut menunjukkan bahwa ada perbaikan struktur ekonomi masyarakat\r\npelaku usaha perikanan (nelayan dan pembudidaya). Struktur ekonomi tersebut\r\nyakni peningkatan pendapatan yang berdampak pada perbaikan daya beli\r\nmasyarakat, utamanya teradap akses kebutuhan dasar. Disisi lain capaian NTP\r\ntersebut juga berpengaruh terhadap peningkatan saving rate, dan memicu\r\nmeningkatkan kapasitas usahanya melalui re-investasi. Sedangkan nilai NTUN dan\r\nNTUPi yang terus meningkat menunjukkan iklim usaha perikanan semakin baik dan\r\nefisien;
Pendapatan pelaku usaha kelautan dan perikanan juga\r\ntercatat mengalamai kenaikan. Tahun 2017 rata-rata pendapatan nelayan sebesar\r\nRp. 3,439 juta naik menjadi Rp. 3,636 juta pada tahun 2018 (angka sementara).\r\nDemikian pula dengan pembudidaya ikan, pada periode yang sama naik dari Rp. Rp.\r\n3,298 juta menjadi Rp. 3,385 juta;
"Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari\r\nberbagai program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang secara langsung fokus\r\ndalam menciptakan efisiensi produksi dan nilai tambah.
Anggota komisi XI, Muhkamad Misbakhun, mengatakan\r\nmenyambut baik apa yang sudah dilakukan KKP khususnya yang berkaitan dengan\r\nprogram-program pro rakyat, menurutnya sudah saatnya sektor kelautan dan\r\nperikanan ini memberikan manfaat sebesar besarnya untuk kesejahteraan\r\nmasyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi upaya upaya Pemerintah.\r\nSaya berharap dukungan ini bisa dimanfaatkan sebaik baiknya", tutur\r\nMisbakhun.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Probolinggo,\r\nAhmad Timbul Prihanjoko, menyampaikan terima kasih atas berbagai dukungan\r\nPemerintah pusat untuk Kabupaten Probolinggo. Ia berharap dukungan ini akan\r\nmemberikan efek percepatan terhadap pembangunan di Probolinggo.
"Kami atas nama masyarakat Probolinggo mengucapkan\r\nterima kasih. Saya berharap kunjungan bapak bapak semua bisa rutin dilakukan,\r\ntentunya dengan membawa program program bagi masyarakat", ungkapnya.
Sementara itu, anggota IV BPK- RI, Rizal Djalil\r\nmengatakan bahwa KKP dan Kementerian Pertanian merupakan ujung tombak dalam\r\nmewujudkan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi perlu saya sampaikan bahwa kontek kunjungan\r\nsaya ke daerah adalah untuk memastikan bantuan program bisa dilaksanakan secara\r\ntransparan, terukur dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya", Jelas Rizal.
Peduli Lingkungan dan kampanyekan Gemarikan
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan khususnya\r\nkelestarian stok sumberdaya ikan, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan\r\nkegiatan pelepasliaran benih ikan kakap putih di pantai Bentar sebanyak 15.000\r\nekor yang merupakan hasil produksi dari BPBAP Situbondo. Dari sisi lingkungan\r\nakan menjaga kestabilan stok, sedang dari aspek ekonomi, diharapkan akan\r\nmeningkatkan jumlah tangkapan bagi nelayan.
"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan, bahwa\r\nIndonesia menjadi penyumbang sampah plastic di perairan laut. Ini tentunya\r\nharus disikapi secara serius oleh semuanya.Oleh karena itu, saya harus\r\nberkali-kali sampaikan agar kita semua senantiasa menjaga kebersihan, terutama\r\nberupaya untuk membebaskan perairan laut dari sampah plastic, karena ini\r\nmenyangkut laut sebagai masa depan bangsa. Laut bersih, sudah barang tentu akan\r\nmampu menjamin masa depan kelestarian sumberdaya yang ada bagi kepentingan\r\ngenerasi mendatang", tegas Slamet.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
