Minapoli
KKP Sebut Perikanan Budidaya Tingkatkan Mutu dan Nilai Ekonomi
Mas

KKP Sebut Perikanan Budidaya Tingkatkan Mutu dan Nilai Ekonomi

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa\r\npenerapan konsep Culture Based Fisheries (CBF) atau perikanan berbasis budidaya dengan memanfaatkan makanan alami yang tersedia, bakal meni...

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa\r\npenerapan konsep Culture Based Fisheries (CBF) atau perikanan berbasis budidaya dengan memanfaatkan makanan alami yang tersedia, bakal meningkatkan mutu\r\ndan nilai ekonomi komoditas perikanan nasional.
\r\n
\r\n"(Penerapan CBF) ini upaya untuk menghindari penurunan mutu air karena\r\npenyuburan berlebihan, sehingga perlu penebaran ikan pemakan bahan organik,\r\nplankton atau gulma air," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet\r\nSoebjakto di Jakarta, Kamis.

\r\n
\r\nSlamet Soebjakto memaparkan konsep ini menjadi model yang efektif untuk\r\npengelolaan perikanan berkelanjutan khususnya di perairan umum daratan.
\r\n
\r\nHal tersebut, lanjutnya, karena pengelolaannya lebih terukur, dapat menjadi\r\nalternatif usaha masyarakat, serta tidak berdampak negatif terhadap fungsi\r\nutama perairan.
\r\n
\r\n​​​​​Menurut dia, melalui CBF benih ikan dari hasil budidaya yang direstocking\r\ndibiarkan tumbuh secara alami dengan memanfaatkan pakan alami yang tersedia\r\nhingga mencapai ukuran siap konsumsi.
\r\n
\r\nCBF, sambung Slamet, juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif usaha untuk\r\nmeningkatkan ekonomi masyarakat baik dari sektor perikanan, pariwisata dan\r\nlainnya.
\r\n
\r\n"Saya yakin CBF akan memberikan multiplier effect khususnya bagi\r\nmasyarakat dan kepentingan daerah. Selain itu dapat menambah peluang\r\npekerjaan," ucapnya.
\r\n
\r\nSaat ini, KKP tengah mengujicobakan penerapan CBF di waduk Jatiluhur dan\r\nkawasan Oxbow DAS Citarum. Selain itu, tahun ini juga akan dilaksanakan\r\npercontohan CBF di Jabodetabek, yakni di tiga situ atau danau yang luasnya\r\nkurang dari 10 hektare.
\r\n
\r\nIa mengemukakan bahwa tidak hanya di kawasan Jabotabek, tetapi embung yang\r\nterletak di Pangandaran, Jawa Barat, yang diresmikan tahun 2019 lalu juga akan\r\ndiujicobakan pengelolaannya menggunakan konsep CBF.
\r\n
\r\n"Bila konsep CBF ini dapat dilakukan maksimal maka saya yakin seluruh\r\nperairan di waduk dan danau dapat terjaga dari eutrofikasi, masyarakat yang\r\nterkena dampak rasionalisasi KJA tetap mendapatkan sumber penghasilan dari ikan\r\nhasil CBF serta dapat mendorong kegiatan wisata berbasis perikanan,"\r\njelasnya.
\r\n
\r\nDengan adanya CBF ini, Slamet berharap semua stakeholder perikanan budidaya\r\ndapat berkolaborasi untuk pelestarian Perairan Umum Darat ataupun Daerah Aliran\r\nSungai (DAS). "Ini menjadi kewajiban kita semua, lintas sektor,"\r\ntegas Slamet.


Sumber: Antara News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan