Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengupayakan\r\npelayanan prima bagi stakeholders perikanan budidaya, di tengah pandemi\r\nCovid-19.\r\n\r\nKhusus untuk pelayanan penerbitan Surat Keter...
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengupayakan\r\npelayanan prima bagi stakeholders perikanan budidaya, di tengah pandemi\r\nCovid-19.
\r\n\r\nKhusus untuk pelayanan penerbitan Surat Keterangan Teknis\r\n(SKT) Impor Pakan dan Bahan Baku Pakan Ikan, KKP mendorong stakeholders\r\nmemanfaatkan media daring melalui layanan online yang diberi nama “SEKETIKA”
\r\n\r\n“Kami ingin pastikan bahwa pelayanan prima terhadap\r\nstakeholders ini terus berjalan. Saya rasa, layanan berbasis online ini akan\r\nmempermudah stakeholders melakukan permohonan ijin impor tanpa harus datang\r\nlangsung. Jadi di tengah pembatasan sosial skala besar (PSSB) ini, para\r\nstakeholder tinggal daftar dan penuhi semua persyaratan melaui layanan\r\nSEKETIKA” ini dari rumah,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet\r\nSoebjakto dalam keterangannya di Jakarta. Selasa (7/4).
\r\n\r\nSlamet menjelaskan, layanan online “SEKETIKA” ini telah\r\nterintegrasi dengan sistem perizinan satu pintu atau Online System Submission\r\n(OSS), sehingga lebih efisien dan akuntabel.

Pemohon nantinya tinggal mempersiapkan persyaratan dalam\r\nbentuk soft copy dan kirim melalui laman yang tersedia. “Dalam kondisi darurat\r\nseperti ini, KKP tetap akan menjamin pelayananan publik tetap berjalan.\r\nTujuannya tentu agar proses usaha budidaya masyarakat terus berjalan,”\r\ntegasnya.
\r\n\r\nUntuk petunjuk teknis, kata Slamet, pembudidaya bisa\r\nkunjungi laman: seketika.kkp.go.id.
\r\n\r\nSebagaimana diketahui, wabah covid-19 turut memberi dampak\r\nterhadap operasional produksi pakan ikan pada industri besar. Pelayanan yang\r\nlebih efisien terkait penerbitan SKT impor bahan baku pakan diharapkan akan\r\nmemperlancar akses impor bahan baku yang memang harus dilakukan.
Sumber: KKP News

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
