Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal menggelar\r\nAsian Pacific Aquaculture (APA) 2021 di Surabaya. Rencananya, konferensi\r\ninternasional ini bakal diselenggarakan di Grand City Convention...

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal menggelar\r\nAsian Pacific Aquaculture (APA) 2021 di Surabaya. Rencananya, konferensi\r\ninternasional ini bakal diselenggarakan di Grand City Convention and Exhibition\r\nHall pada 9-11 Juni 2021.
\r\n
\r\nDirektur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan,\r\nperhelatan APA 2021 ini sekaligus mengenalkan sektor budidaya perairan atau\r\nakuakultur secara luas kepada masyarakat Indonesia. Apalagi banyak masyarakat\r\nIndonesia yang sudah melakukan budidaya perairan untuk meningkatkan produksi\r\nikan mereka.
\r\n
\r\n"Akuakultur yang kita ingin kenalkan secara luas ini adalah budidaya\r\nperairan yang ramah lingkungan sesuai kaidah dan best practice akuakultur\r\ndunia. Selain itu, proses produksinya tidak merusak lingkungan dan bisa menjaga\r\nekosistem," kata Slamet di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jalan Medan Merdeka\r\nTimur, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Desember 2019.
\r\nSelain konferensi, APA 2021 juga bakal menyajikan produk-produk hasil budidaya\r\nperairan melalui 250 booth yang disediakan. Terdapat pula temu bisnis\r\nantar pelaku usaha budidaya perairan. "Kita harapkan investasi akuakultur\r\nmuncul untuk meningkatkan sektor ini di Indonesia," harap Slamet.
\r\n
\r\nSlamet juga menargetkan gelaran APA21 ini bisa meraup investasi sektor\r\nakuakultur hingga lebih dari Rp5 triliun. Investasi-investasi tersebut bisa\r\nmasuk dan menggerakkan budidaya ikan, pakan, benih, serta sarana dan prasarana.
\r\n
\r\n"Karena tentu saja kita melihat bahwa Indonesia ini masih banyak peluang\r\nyang bisa digarap. Lahan saja baru digarap sebesar tujuh sampai sepuluh persen\r\ndari total laut, payau, dan sebagainya," tutur dia.
\r\n
\r\nSlamet optimistis investasi akuakultur pasca gelaran APA 21 meningkat drastis.\r\nMaklum, infrastruktur, konektivitas, dan pemilik usaha sektor budidaya perairan di\r\nIndonesia sudah semakin baik. "Harapan kita ini (investasi akuakultur)\r\nbisa lebih tinggi dari itu, karena Pak Presiden mendorong sekali investasi dari\r\nakuakultur ini," ungkap Slamet.
\r\n
\r\nLebih jauh, Slamet berharap investasi akuakultur bisa meningkat drastis.\r\n"Menurut saya, kecenderungannya (investasi akuakultur) naik karena ditandai\r\ndengan meningkatnya luas lahan yang dibudidayakan dan diusahakan, meningkatnya\r\nproduksi, serta meningkatnya penyerapan tenaga kerja di sektor\r\nakuakultur," pungkas Slamet.
\r\n\r\n\r\n\r\n
Sumber : medcom.id

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
