Minapoli
KKP Genjot Potensi Budidaya Bawal Bintang untuk Pasar Ekspor
Bawal Bintang

KKP Genjot Potensi Budidaya Bawal Bintang untuk Pasar Ekspor

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Kementerian\r\nKelautan dan Perikanan terus menggenjot sektor budidaya perikanan laut untuk\r\nmendongkrak perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan\r\nkesejahteraan nelayan. Be...

Kementerian\r\nKelautan dan Perikanan terus menggenjot sektor budidaya perikanan laut untuk\r\nmendongkrak perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan\r\nkesejahteraan nelayan.

 

Beberapa\r\nkegiatan pembangunan perikanan budidaya laut yang telah dilaksanakan oleh\r\nDirektorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP adalah Balai Perikanan Budidaya Laut\r\n(BPBL) dengan konsep sentra kawasan yakni di Provinsi Aceh pada tahun 2017 –\r\n2019, di Kabupaten Meranti pada tahun 2021-2022 dan pada tahun 2021-2023 di\r\nProvinsi Kepulauan Riau.

 

“Harapannya\r\ndi Kepri sebagai provinsi kepulauan dengan 99% adalah laut, terbentuk sentra\r\nsentra kawasan budidaya dengan berbagai komoditas unggulan yang dapat\r\nmemberikan dampak signifikan bagi devisa negara dan perekonomian Indonesia,”\r\nkata Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dala keterangan pernya, Jumat\r\n(6/3).

 

Saat ini,\r\nkata Slamet, KKP terus mendorong pembudidaya untuk mengembangkan berbagai\r\nkomoditas ikan laut, salah satunya adalah Bawal Bintang. Ikan tersebut dikenal\r\ndengan merek dagang silver pompano yang telah berkembang di Tanah Air.

 

Dia\r\nmenjelaskan, teknologi budidaya Bawal Bintang sudah dikuasai dengan tingkat\r\nproduksi yang cukup tinggi. Peluang pasar ikan Bawal Bintang juga cukup besar\r\nbaik di pasar lokal maupun ekspor. Oleh karena itu, Slamet menilai upaya\r\npengembangan usaha budidaya Bawal Bintang masih terbuka untuk dikembangkan\r\ndalam berbagai skala usaha.

 

Kepala BPBL\r\nBatam, Toha Tusihadi menambahkan, Bawal Bintang mempunyai prospek yang sangat\r\nbaik untuk dijadikan komoditas industrialisasi, maka pengembangan teknologi\r\nbudidayanya menjadi fokus perhatian yang sangat penting. Budidaya ikan Bawal\r\nBintang telah dikembangkan oleh BPBL Batam sejak tahun 1999 dan berhasil\r\nmembenihkan secara massal sejak tahun 2007.

 

 “Budidaya Bawal bintang sangat menguntungkan,\r\ndengan harga jual rata-rata Rp 95 ribu per kilogram dan biaya produksi seperti\r\npakan, benih, obat-obatan, listrik, tenaga kerja dan lain lain sebesar Rp68\r\nribu per kilo, maka keuntungan yang dapat diperoleh sekitar Rp27 ribu per\r\nkilogram,” jelas Toha.

 

Toha juga\r\nmengatakan, Bawal Bintang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di kota Batam\r\nmasih perlu sekitar 3-4 ton per bulan dan pasarnya cukup menjanjikan.

 

Sebagai\r\ninformasi, BPBL Batam telah berhasil memproduksi 211 ribu ekor benih bawal\r\nbintang pada tahun 2019. Sebanyak 33 ribu ekor untuk memenuhi permintaan di\r\nProvinsi Kepri dan sekitarnya dan sebanyak 110 ribu ekor untuk bantuan kelompok\r\npembudidaya ikan di Provinsi Kepri dan Riau, sisanya untuk kegiatan\r\nperekayasaan dan pembesaran di keramba jarring apung BPBL Batam. Saat ini BPBL\r\nBatam memiliki 160 ekor induk untuk memproduksi benih bawal bintang secara\r\nmassal.

 

Sebelumnya\r\nsaat kunjungan ke Batam Rabu (4/3) lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy\r\nPrabowo meminta agar semua pihak ikut mengotimalkan sector budidaya sesuai\r\ndengan instruksi Presiden Joko Widodo. Pasalnya, sektor perikanan budidaya di\r\nIndonesia baru terserap 10% saja.

“Kepri ini,\r\nmemiliki laut yang lebih luas dibandingkan daratan, tapi berapa persen laut\r\nyang sudah ada kerambanya?” tanya Menteri Edhy.

 

“Kepri ini\r\nsangat dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia serta\r\nmemiliki potensi yang sangat besar di sektor perikanan laut, seperti halnya\r\nBawal Bintang. Permintaan Bawal Bintang dari kedua negara tetangga tersebut\r\ncukup tinggi. Dengan keanugerahan potensi budidaya laut yang luar biasa di\r\nKepri, mari kita semua bersama-sama berkomitmen membangun lebih optimal lagi\r\nuntuk sektor perikanan budidaya di wilayah ini. Jangan takut gagal,” jelas\r\nMenteri Edhy.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

 


Sumber: KKP News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan