Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menyusun\r\nlangkah dalam merealisasikan program budidaya lobster di Tanah Air. Pasalnya,\r\npotensi benih lobster di Indonesia cukup besar harus dan dim...
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menyusun\r\nlangkah dalam merealisasikan program budidaya lobster di Tanah Air. Pasalnya,\r\npotensi benih lobster di Indonesia cukup besar harus dan dimanfaatkan secara\r\nmaksimal dengan tidak merusak lingkungan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan,\r\nperlu kajian matang dalam meluncurkan program budidaya lobster. Dia tidak\r\ningin, semangat budidaya malah merusak lingkungan.
“Jangan sampai dengan semangat budidaya, kita malah merusak\r\nlingkungan, bahkan malah menghilangkan benih lobster di daerah itu. Perlu\r\nhitungan dan analisa. Tim kami sedang menyiapkan,” ujar Edhy dalam konferensi\r\npers secara online di Jakarta, Kamis (19/3/2020).
KKP sudah menandatangani kerja sama dengan Universitas Tasmania\r\ndan Komisi Riset Pertanian Australia (ACIAR) untuk mengembangkan budidaya\r\nlobster di Indonesia. Menteri Edhy bahkan sudah mengunjungi Australia untuk\r\nmelihat langsung hatchery lobster milik Institut Studi Kelautan dan Antartika\r\n(IMAS) Univeritas Tasmania.

Kerjasama dengan kampus dan periset menurutnya sangat\r\npenting untuk menguatkan budidaya lobster yang sudah berjalan, seperti di Nusa\r\nTenggara Barat. Dengan metode keilmuan, dia yakin hasil budidaya lobster akan\r\nlebih optimal.
“Mereka (pembudidaya di NTB) secara alamiah melakukan\r\nbudidaya. Tapi dari sisi budidaya yang baik dan benar, itu masih perlu\r\npenyempurnaan. Makanya kami kerjasama dengan Universitas Tasmania dan ACIAR.\r\nMereka sudah lihat dan akan bantu,” urai Edhy.
Sebagai langkah awal budidaya lobster, KKP akan memfokuskan\r\npada wilayah yang selama ini masyarakatnya menggantungkan hidup dari mencari\r\nbenih. Wilayah-wilayah ini dianggap lebih siap untuk melakukan budidaya hewan\r\nkrustasea ini.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
“Tempatnya banyak sekali, tapi apakah tempat itu sudah\r\nsesuai dengan norma berbudidaya yang benar, itu lagi kita kaji,” pungkasnya.
Sumber: KKP News

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
