Minapoli
KKP Fokus Bangun Budidaya Berkelanjutan dan Berdaya Saing
Mas

KKP Fokus Bangun Budidaya Berkelanjutan dan Berdaya Saing

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Presiden Joko Widodo memberikan dua arahan penting kepada\r\nMenteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo terkait sektor kelautan dan\r\nperikanan dalam lima tahun mendatang. Kedua arahan tersebut ial...

Presiden Joko Widodo memberikan dua arahan penting kepada\r\nMenteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo terkait sektor kelautan dan\r\nperikanan dalam lima tahun mendatang. Kedua arahan tersebut ialah komunikasi\r\ndengan pemangku kepentingan (stakeholder) dan penguatan budidaya.

Karena itu, Menteri Edhy bergerak cepat, salah satunya\r\ndengan menggelar rapat pembahasan Road Map Pembangunan Perikanan Budidaya 2020\r\n– 2024. Dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tersebut, ia\r\nmeminta jajarannya untuk berani berpikir di luar kebiasaan.

“Budidaya ini sangat diharapkan presiden untuk memutus\r\nmasalah. Kita tidak bisa mengatasi masalah seperti biasanya. Kita harus out of\r\nthe box,” kata Menteri Edhy di ruang rapat Gedung Mina Bahari IV, Senin (23/3).

Arah kebijakan pembangunan perikanan budidaya pun\r\nbertransformasi. Dari yang semula berorientasi pada peningkatan produksi,\r\nmenjadi pembangunan budidaya yang berkelanjutan dan berdaya saing. Perubahan\r\nparadigma tersebut juga tetap mempertimbangkan potensi dan daya dukung\r\nlingkungan, ekonomi, dan sosial di wilayah pengelolaan perikanan budidaya.


Sementara Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto\r\nmemaparkan strategi pembangunan perikanan budidaya 2020-2024 memiliki empat\r\naspek, yakni peningkatan produksi, peningkatan kesejahteraan, pengelolaan\r\nkawasan berkelanjutan dan integrasi lintas sektor. Di antara komoditas unggulan\r\nyang masuk dalam fokus perikanan budidaya ialah udang, rumput laut, lobster,\r\nikan patin, ikan hias, ikan sidat serta salah satu akan yakni magot.

“Target produksi lobster dari Rp330 miliar pada 2020 menjadi\r\nsebesar Rp 1,73 triliun ada 2024. Volume produksi lobster dari 1.377 ton di\r\ntahun 2020 menjadi 7.220 ton pada 2024,” jelas Slamet.

Slamet menambahkan, untuk masyarakat perkotaan, jajarannya\r\nakan fokus pada budidaya ikan hias. Pengelolaan usaha budidaya ikan hias akan\r\ndilakukan dalam bentuk klaster, dimana skala ekonomi 1 klaster minimal 10\r\nkelompok dengan masing-masing 6 paket.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

“Visi perikanan budidaya ke depan ialah peningkatan ekspor,\r\nketahanan pangan dan lapangan pekerjaan,” kata Slamet.


Sumber: KKP News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan