Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Food\r\nand Agriculture Organization (FAO) menyelenggarakan\r\npelatihan teknik budidaya minapadi kepada sedikitnya 50 orang petani di\r\nK...
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Food\r\nand Agriculture Organization (FAO) menyelenggarakan\r\npelatihan teknik budidaya minapadi kepada sedikitnya 50 orang petani di\r\nKabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (6/3). Dalam kesempatan tersebut juga\r\ndiberikan dukungan berupa benih ikan sebanyak 10.000 ekor per hektar.
Sebagaimana diketahui,\r\nIndonesia telah ditetapkan FAO sebagai acuan\r\nmodel pengembangan minapadi di dunia khususnya di kawasan Asia-Pasifik. Ini\r\nmerujuk pada keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan sistem ini di berbagai\r\ndaerah.
KKP-FAO telah\r\nmenegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerjasama yang telah terjalin di tahun\r\n2015-2016 yakni National Training on Promote Scaling-up of Innovative\r\nRice-Fish Farming and Climate Resilient Tilapia Pond Culture Practice for Blue\r\nGrowth in Asia.
“Scaling-up minapadi,\r\nkali ini memilih Kabupaten Sukoharjo dengan luas area sekitar 25 hektar.\r\nSukoharjo merupakan salah satu sentra padi di Jawa Tengah dengan luas area\r\nsawah mencapai 20.518 ha. Oleh karenanya, kegiatan ini diharapkan akan\r\ntingkatkan produktivitas padi dan ikan, utamanya dapat memberikan nilai tambah\r\npendapatan bagi petani,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan\r\nBudidaya, Tri Haryanto saat membuka training di\r\nSukoharjo.
Tri mengingatkan, tantangan\r\nmasyarakat global ke depan yakni bagaimana mencukupi kebutuhan pangan ditengah\r\nledakan jumlah penduduk dan perubahan iklim dan lingkungan. Menurutnya, ini\r\nperlu diantisipasi salah satunya dengan mendorong inovasi intensifikasi\r\nbudidaya tepat guna yang berwawasan lingkungan. Minapadi menjadi pilihan paling\r\ntepat karena terbukti mampu tingkatkan produktivitas.
“Indonesia memiliki potensi\r\nlahan minapadi seluas 4,9 juta ha. Saat ini yang termanfaatkan baru 129.000 ha.\r\nIni yang perlu kita prioritaskan ke depan untuk topang ketahanan pangan\r\nnasional,” imbuhnya.
Penerapan sistem minapadi di\r\nberbagai daerah secara langsung turut memberikan kontribusi terhadap pasokan\r\nberas berkualitas dan suplai ikan di kalangan masyarakat.
Ketua Kelompok Pokdakan Subur\r\nJaya, Soleh, mengungkapkan bahwa dengan menerapkan sistem minapadi, dirinya\r\nmendapatkan 3 (tiga) keuntungan, yakni produktivitas padi naik hingga 30 persen\r\ndari awal 5 ton per ha menjadi 6,5 ton; produksi ikan nila juga naik; dan juga\r\npeningkatan pendapatan petani juga hingga 2 kali lipat.
“Yang paling menarik yaitu\r\nberas dari produk ini sangat bagus dan di pasar jadi kualitas beras organik\r\npremium. Hama padi pun tidak ada. Saat ini kami akan terus kembangkan area yang\r\nada dari semula sekitar 20 hektar,” tutur Soleh saat ditemui di lokasi minapadi\r\nDesa Cikurutug, Sukabumi, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, KKP hingga tahun\r\n2017 telah memberikan dukungan untuk pengembangan minapadi di berbagai daerah\r\nseluas 295 ha. Tahun 2018 akan dikembangkan pada lahan seluas 250 ha di seluruh\r\nIndonesia. Dukungan ini akan menjadi model dan diharapkan dapat diadopsi\r\nmasyarakat secara masal diberbagai daerah potensial. (Humas DJPB)
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
