Minapoli
KKP Dukung Bogor Jadi Pusat Ikan Hias Terbesar di Indonesia
Ikan Hias

KKP Dukung Bogor Jadi Pusat Ikan Hias Terbesar di Indonesia

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat\r\nJenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) berharap\r\ncita-cita Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi pusat ikan...


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat\r\nJenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) berharap\r\ncita-cita Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi pusat ikan hias terbesar\r\nse-Indonesia dapat terwujud. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal\r\nPDSPKP di puncak acara Bursa dan Kontes Ikan Hias Louhan, di Ruang Pameran\r\nRaiser Ikan Hias, Bogor, Jawa Barat (27/10).

“Kegiatan serupa untuk jenis ikan hias lainnya juga\r\ndiharapkan dapat dilaksanakan setiap bulannya, sehingga cita cita Kabupaten\r\nBogor menjadi pusat ikan hias terbesar se-Indonesia dapat terwujud,” tutur Agus\r\nSuherman.

Ia juga berharap agar komunitas-komunitas ikan hias yang ada\r\nterus meningkatkan semangatnya dalam pengembangan dan memajukan pasar ikan hias\r\nIndonesia.

Kegiatan selama tiga hari mulai 24 hingga 27 Oktober 2019\r\nini diselenggarakan atas kerjasama Direktorat Jenderal PDSPKP dengan Djoak\r\nFlowerhorn United Indonesia- Depok Bogor Sukabumi (DUFI-DBS). Kontes ikan ini\r\nmenampilkan 278 ikan louhan untuk memperebutkan piala Grand Champion Direktur\r\nJenderal PDSPKP.

Guna memberikan edukasi meningkatkan kecintaan terhadap ikan\r\nhias di kalangan anak muda, pelajar dan pramuka turut menghadiri kegiatan\r\ntersebut.

“Kehadiran adik-adik pelajar dan pramuka saya rasa tepat\r\nsekali. Kita mengajak adik-adik pramuka sebagai edukasi bagi kalangan muda,”\r\nungkap Agus Suherman.

Hadir dalam puncak acara Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan\r\nIndonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan\r\nKabupaten Bogor Siti Farikha, para pejabat lingkup Direktorat Jenderal PDSPKP,\r\ndan komunitas ikan hias lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko,\r\nmenyampaikan pihaknya menyambut baik dan mendukung segala bentuk kegiatan KKP\r\nkhususnya untuk kegiatan yang ada di Raiser Ikan Hias Cibinong.

“Ke depannya, rencana LIPI akan membangun sebuah pusat riset\r\nhayati yang terintegrasi di kawasan Cibinong dan bisa dikolaborasikan,” tutur\r\nLaksana.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pusat riset hayati yang akan\r\ndibangun jauh lebih luas daripada Puspitek Serpong, di mana di dalamnya\r\nterdapat edukasi organisme lengkap dengan segala specimen hayati yang dapat\r\ndipelajari dan dilihat langsung masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Siti\r\nFarikha menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor sangat berterima kasih\r\natas terselenggaranya kegiatan Bursa dan Kontes Ikan Hias yang diselenggarakan\r\ndi Raiser Cibinong.

“Kegiatan ini selaras dengan rencana Kabupaten Bogor yang\r\ningin menjadikan trademark sebagai daerah Pusat Ikan Hias,” ujar Siti.

Dalam puncak acara Bursa dan Kontes Ikan Hias Louhan,\r\nDirektur Jenderal PDSPKP Agus Suherman menyerahkan Piala Grand Champion kepada\r\nikan louhan milik Alenk Lim (Tank 222) dan Piala Best Player kepada Saudara\r\nNunu yang memiliki nilai tertinggi dan ikan terbanyak. Sementara, Young\r\nChampion diberikan kepada Yudha RSC (Tank 125), piala Baby Champion kepada\r\nAlenk Lim (tank 222), serta Piala Little Champion kepada Pedro (tank 042).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Pengolahan dan\r\nPemasaran Hasil Perikanan (BBP2HP) Wahidin, menjelaskan penentuan pemenangan\r\ndilakukan dengan melakukan penilaian atas keindahan ikan louhan yang dilihat dari\r\nukuran kepala, wajah, bentuk tubuh, tanda garis di tengah tubuh (marking),\r\nbanyak tidak bintik-bintik mutiara di tubuh (pearl), kecerahan warna, hingga\r\nsirip perut dan ekor (finnage).

“Semua kriteria penilaian akan mempengaruhi overall\r\nimpression untuk menentukan sang juara,” ungkap Wahidin.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Terkait dengan ekspor ikan hias, BPS mencatat total nilai\r\nekspor ikan hias Indonesia pada tahun 2018 sebesar USD 32,2 juta, meningkat\r\ndibanding tahun 2017 sebesar USD 27,6 juta. Adapun negara pengimpor ikan hias\r\nterbesar dari Indonesia berturut turut adalah China, USA, Jepang, Singapura,\r\ndan Inggris.


Sumber : KKP News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan