Minapoli
KKP Dorong Pembudidaya Ikan Produksi Pakan Mandiri
Mas

KKP Dorong Pembudidaya Ikan Produksi Pakan Mandiri

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Kementerian\r\nKelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pembudidaya ikan di berbagai daerah\r\ndapat memproduksi pakan ikan mandiri, mengingat pakan merupakan komponen biaya\r\nproduksi terbesar yakni h...

Kementerian\r\nKelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pembudidaya ikan di berbagai daerah\r\ndapat memproduksi pakan ikan mandiri, mengingat pakan merupakan komponen biaya\r\nproduksi terbesar yakni hingga sekitar 70 persen.
\r\n
\r\nDirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulis yang\r\nditerima di Jakarta, Minggu, menyatakan, penggunaan pakan mandiri terbukti\r\nmampu menekan biaya produksi minimal 30 persen, sehingga nilai tambah\r\nkeuntungan pembudidaya naik.
\r\n
\r\nSelain itu, ujar Slamet Soebjakto, di sisi lainnya, kualitas produk pakan\r\nmandiri juga mampu bersaing dengan pakan pabrikan.
\r\n
\r\n"Harga pakan mandiri dipastikan terjangkau dengan kuantitas dan kualitas\r\nyang kompetitif dengan pakan pabrikan. Selain itu, kita pastikan produk pakan\r\ndibuat melalui penerapan prinsip-prinsip cara pembuatan pakan yang baik\r\nsehingga produk akan selalu dipercaya masyarakat sehingga akan semakin\r\nberkembang," katanya.
\r\n
\r\nMenurut dia, suplai pakan yang terjangkau sesuai kebutuhan pembudidaya ikan\r\nmenjadi sangat penting, oleh karena itu KKP terus mendorong pembudidaya\r\nmengusahakan pakan secara mandiri.
\r\n
\r\nBila pakan ikan murah kemudian kualitasnya bagus, lanjutnya, maka pembudidaya\r\nsemakin berdaya dan ekonomi mereka semakin meningkat pula.
\r\n
\r\nIa memamparkan pakan ikan berkualitas yang baik memiliki kriteria diantaranya\r\ndapat dicerna dengan baik oleh ikan, sehingga rasio pemanfaatan pakannya juga\r\nbisa berada di tingkatan yang memadai.
\r\n
\r\nKemudian, pakan harus ramah lingkungan artinya tidak merusak lingkungan karena\r\npakan mampu diserap oleh ikan sehingga hasil metabolisme rendah.
\r\n
\r\n"Selain itu, perlu diperhatikan bahwa pakan yang diproduksi memiliki kadar\r\nfospor rendah, karena jika kandungan fospor terlalu tinggi akan meningkatkan\r\nkesuburan perairan yang akhirnya terjadi blooming alga yang sangat berbahaya\r\nbagi ikan budidaya," papar Slamet.
\r\n
\r\nSelanjutnya, ujar Slamet, ke depannya pendampingan dari berbagai pihak juga\r\nmenjadi kuncinya, bagaimana nanti pembudidaya ikan disosialisasikan cara\r\nmemproduksi pakan mandiri.
\r\n
\r\n"KKP yakin dengan komitmen semua pihak, kemandirian pakan pasti dapat\r\ntercapai, dengan demikian permasalahan pakan yang mendera pembudidaya dapat\r\nterselesaikan," ucapnya.
\r\n
\r\nSaat ini melalui UPT Ditjen Perikanan Budidaya terus melakukan pendampingan\r\nbagi kelompok penerima bantuan program gerakan pakan ikan diantaranya melalui\r\npembelajaran cara pembuatan pakan yang baik mulai dari pengolahan bahan baku,\r\nmemformulasikan pakan, pembuatan pakan hingga cara pengemasan dan penyimpanan\r\npakan.
\r\n
\r\nSelain itu, KKP juga akan membantu mempermudah registrasi peredaran pakan ikan.\r\nLalu, untuk keberterimaan produk diterima di tengah-tengah masyarakat,\r\npenerapan prinsip Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) juga diterapkan.


Sumber : Antara News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan