Minapoli
KKP Dorong Eskpansi Pasar Ekspor Rumput Laut di Tengah Pandemi
Rumput Laut

KKP Dorong Eskpansi Pasar Ekspor Rumput Laut di Tengah Pandemi

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Setelah sukses memasok 80% kebutuhan domestik, kali ini\r\nrumput laut jenis Gracilaria sp berhasil menembus pasar ekspor Jepang. Melalui\r\nCV. Simpul Agro Globalindo, sebanyak 51 ton rumput laut Gra...

Setelah sukses memasok 80% kebutuhan domestik, kali ini\r\nrumput laut jenis Gracilaria sp berhasil menembus pasar ekspor Jepang. Melalui\r\nCV. Simpul Agro Globalindo, sebanyak 51 ton rumput laut Gracilaria dilepas dari\r\nMakassar, Sulawesi Selatan ke Jepang pada Sabtu, 2 Mei 2020.

Nilai ekspor komoditas tersebut mencapai USD36.594. Direktur\r\nUtama, CV. Simpul Agro Globalindo, Mursalim mengatakan Jepang sebagai pasar\r\npotensial di luar Tiongkok. Terlebih permintaan ekspor ke Jepang mencapai 400\r\nton dalam setahun.

“Dimasa pandemi ini baru kita penuhi sekitar 76,5 ton.\r\nRumput laut tersebut disuplai dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah,” kata\r\nMursalim saat dikonfirmasi, Senin (11/5).

Dikatakan Mursalim, pihaknya bermitra kurang lebih dengan\r\n400 pembudidaya. Mereka tersebar di Sulawesi Tengah sekitar 100 pebudidaya dan\r\n300 pembudidaya dari Sulawesi Selatan.

“Kita terus beri motivasi dan fasilitasi agar produksinya\r\nterus berjalan”, sambungnya.

Sementara Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet\r\nSoebjakto memaparkan, kontribusi rumput laut mencapai lebih dari 60% dari total\r\nproduksi perikanan budidaya nasional. Dengan terus menggenjot ekspor dan\r\nmembuka peluang pasar baru diharapkan akan mendongkrak devisa yang saat ini\r\nterganggu akibat dampak ekonomi Covid-19. Karenanya, meski di masa pandemik,\r\ndia berharap ekspor rumput laut terus berjalan.

“Rumput laut ini kontribusinya sangat besar terhadap nilai\r\nproduksi perikanan budidaya nasional,” jelas Slamet.

Saat ini, pemerintah serius untuk menggarap industrialisasi\r\nrumput laut nasional. Slamet memastikan, sebagai langkah awal, Ditjen Perikanan\r\nBudidaya telah menetapkan peta jalan untuk bangun industrialisasi rumput laut.\r\ntermasuk bagaimana percepatan produksi di hulu.

“Ini yang akan terus kita dorong agar produktivitas di hulu\r\nlebih optimal,” tegasnya.

Pendapat senada diungkapkan Kadis Kelautan dan Perikanan\r\nSulawesi Selatan, Sulkaf S Latief. Menurutnya, rumput laut menjadi komoditas\r\nyang paling banyak berkontribusi pada nilai ekspor komoditas perikanan.

Adapun Sulawesi Selatan, menyumbang 30% produksi rumput laut\r\nnasional.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

“Saya kira kita harus fokus untuk membangun mata rantai\r\nbisnisnya yang efektif dan efisien serta akan tetap berupaya menjaga sinergitas\r\ndengan sejumlah pihak guna menggenjot ekspor rumput laut di Sulawesi Selatan,”\r\nkata Sulkaf.


Sumber: KKP News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan