Minapoli
KKP Bersama UNIDO Gelar Pelatihan Pembenihan Patin & Lele
Mas

KKP Bersama UNIDO Gelar Pelatihan Pembenihan Patin & Lele

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan\r\nUnited Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menyelenggarakan\r\npelatihan Penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) ...

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan\r\nUnited Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menyelenggarakan\r\npelatihan Penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) ikan patin dan lele\r\nbagi para Pembina Mutu CPIB.

Pembinaan terhadap Tim Pembina Mutu CPIB terus dilakukan\r\nmeskipun di masa Pandemi CIVOD-19 sehingga mutu benih yang dihasilkan sesuai\r\ndengan standar. Kegiatan dirancang dalam format webinar melalui video\r\nconference.

Sebelumnya KKP dan UNIDO juga menggelar Webinar untuk\r\nsosialisasi mengenai ISO 17065, ISO 17067 dan ISO 17032 mengenai persyaratan\r\nlembaga sertifikasi proses, produk dan jasa dalam rangka akselerasi IndoGap\r\nkegiatan ini juga dihadiri oleh para auditor CBIB seluruh Indonesia.

Sekadar informasi, UNIDO sebagai organisasi di bawah PBB\r\nmemang telah bekerjasama dengan KKP terutama dalam pengembangan komoditas\r\nunggulan seperti rumput laut, ikan patin, lele, udang, bandeng dan pengembangan\r\npakan mandiri. Adapun fokus kerjasama tersebut yakni di bidang pelatihan dan\r\npengembangan sistem informasi yang dapat diakses oleh para pembudidaya ikan


Sebagaimana diketahui komoditas patin dan lele saat ini\r\nmerupakan produk unggulan perikanan budidaya yang telah memasyarakat.\r\nPermintaan terhadap dua komoditas ini terus naik dan diprediksi trendnya akan\r\nterus meningkat. KKP dengan APCI juga telah berhasil membuka peluang ekspor\r\npatin ke Timur tengah dengan memperkenalkan branding Indonesian Pangasius.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto\r\nmengatakan, penyelenggaraan ToT terhadap para auditor bertujuan untuk\r\nmeningkatkan kapasitas dan kompetensi para auditor CPIB dalam penerapan CPIB\r\nikan patin dan lele dan secara langsung ada transfer knowledge terhadap para\r\npembudidaya.

“Auditor harus terus di-refresh khususnya mengenai\r\npenguasaan terkait mutu melalui cara perbenihan/pembudidayaan ikan yang baik.\r\nMereka yang nantinya bertanggungjawab melakukan transfer pengetahuan terhadap\r\nmasyarakat. Dengan demikian, produktivitas benih bermutu akan terjamin,” jelas\r\nSlamet.

Slamet menambahkan, seiring tingginya permintaan pasar\r\nterhadap komoditas patin dan lele, memicu tingginya tuntutan ketersediaan benih\r\nyang terjamin baik jumlah maupun kualitas. Minimnya pengetahuan pembenih\r\nterkait dengan penerapan CPIB menjadikan mutu benih yang dihasilkan menurun,\r\ndisisi lain juga berimbas terhadap produktivitas. Menurutnya ada dua yang akan\r\ndidorong yakni mutu dan produktivitas.


“Dua hal penting yang akan didorong yakni peningkatan mutu\r\nbenih melalui penerapan CPIB dan tata logistik benih yang efisien. Yang kedua,\r\nyakni peningkatan produktivitas melalui intensifikasi sistem perbenihan dan\r\nmendorong industrialisasi benih,” tutupnya.

Ketua Bidang Budidaya Patin APCI, Imza Hermawan yang juga\r\nnarasumber dalam kegiatan ToT tersebut mengungkapkan bahwa suplai benih yang\r\ncukup dan bermutu menjadi faktor paling pokok untuk menggenjot produksi\r\nbudidaya. Menurutnya, Pemerintah perlu menentukan langkah konkrit untuk\r\nmewujudkan swasembada benih nasional.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

“Di masa pandemi Covid-19 diakui terutama untuk wilayah Jawa\r\nTimur memang ada penurunan ketersediaan benih patin. Saya rasa ini yang perlu\r\nkita carikan solusi. Selain peningkatan mutu melalui CPIB, keterjaminan akses\r\ninduk/calon induk unggul bagi para pembenih harus dijamin, sehingga\r\nproduktivitas bisa didorong,” tegas Imza.


Sumber: KKP News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan