Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas budidaya yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan yang banyak, baik di dalam negeri atau luar negeri. Terdapat beberapa jenis ikan kerapu ...
Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas budidaya yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan yang banyak, baik di dalam negeri atau luar negeri.
Terdapat beberapa jenis ikan kerapu yang dapat dibudidayakan, antara lain kerapu bebek, kerapu macan, kerapu lumpur, kerapu sunu, kerapu batik, dan kerapu kertang, serta hibrida seperti kerapu cantang dan kerapu cantik.
Lebih lengkapnya, artikel ini membahas berbagai jenis ikan kerapu tersebut mulai ciri, sentra budidaya, kisaran harga, dan sekilas tentang metode budidaya kerapu yang umum dilakukan di Indonesia
Jenis Kerapu yang dapat Dibudidayakan
Kerapu termasuk dalam famili Serranidae, yaitu ikan karnivora yang memiliki habitat di area karang perairan tropis. Terdapat beberapa jenis ikan kerapu yang memiliki harga tinggi dan dapat dibudidayakan yang menjadi peluang bisnis.
Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis)

Sumber gambar: Wikipedia
Nama lain:
Kerapu tikus
Ciri:
Badan putih keabu-abuan dengan bintik hitam dan kepala lancip yang menyerupai kepala tikus atau bebek. Karena adanya bintik tersebut, ikan ini juga umum dijual sebagai ikan kerapu hias pada saat masih juvenil (umur 2-3 bulan)
Informasi Budidaya:
Pembenihannya sudah berhasil dikembangkan di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol, Bali. Proses pembesarannya umum menggunakan wadah Keramba Jaring Apung (KJA)
Waktu pemeliharaan:
Menurut Dinas Perikanan Pesisir Selatan, kerapu bebek baru bisa dipanen sekitar umur 8 bulan.
Harga dan pasar:
pada laporan 2018 dari Pesisir Selatan, kerapu bebek dihargai Rp400.000 per kg, dibandingkan macan Rp100.000 per kg, dan dipasarkan ke Hong Kong dan Singapura. Laporan media lain menyebut harganya bisa mencapai Rp700.000 per kg untuk ikan hidup.
Baca juga: Cara Mudah Seleksi Induk Ikan Kerapu Macan
Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus)

Sumber gambar: fishIDER
Ciri:
Tubuh pipih memanjang agak membulat dengan sisik mengilap dan bercak loreng khas menyerupai bulu macan. Di habitat alaminya, kerapu macan dapat tumbuh hingga mencapai panjang 95 cm dengan bobot mencapai 11 kg.
Informasi Budidaya:
Kerapu macan relatif lebih tangguh dan mudah dibudidayakan dibanding jenis kerapu lainnya, serta tidak membutuhkan lokasi KJA yang terlalu jauh di tengah laut. Panduan teknis menyarankan penggunaan benih minimal ukuran 10 cm dengan padat tebar maksimum 10 kg/m 3.
Ukuran panen:
Umumnya dipanen pada bobot 500–1.200 gram per ekor sesuai kebutuhan pasar, meski ukuran porsi sekitar 400 gram juga kerap dipasok untuk kebutuhan restoran lokal seperti di Bali.
Waktu & teknis pemeliharaan:
Memilik tingkat kelangsungan hidup (survival rate) yang tinggi pada fase pembesaran di KJA maupun kolam/tambak.
Harga dan pasar:
Di tingkat pembudidaya, harga jual berada di kisaran Rp90.000–Rp125.000 per kg (laporan Kepulauan Seribu & Pesisir Selatan). Komoditas ini dipasarkan secara lokal maupun diekspor dalam kondisi hidup ke Tiongkok.
Kerapu Lumpur (Epinephelus coioides)

Sumber gambar: fishIDER
Nama lain:
Kerapu estuari, orange-spotted grouper
Ciri:
Memiliki warna dasar kecokelatan dengan bintik-bintik oranye kekuningan di seluruh tubuhnya. Secara biologi, ikan ini bersifat hermafrodit protogini, yaitu mengalami pergantian jenis kelamin dari betina menjadi jantan seiring bertambahnya usia dan ukuran tubuh.
Informasi Budidaya:
Banyak dikembangkan di kawasan Asia Tenggara dan Tiongkok karena tekstur dagingnya yang berkualitas serta nilai pasarnya yang stabil. Di Indonesia, budidaya kerapu lumpur tercatat berkembang di wilayah Kepulauan Riau dan Sumatra Utara.
Wadah pemeliharaan:
Dapat dibudidayakan secara fleksibel menggunakan wadah Keramba Jaring Apung (KJA) maupun tambak tanah.
Harga dan pasar:
Memiliki pangsa pasar lokal dan ekspor yang potensial sebagai ikan konsumsi segar maupun hidup.
Catatan pemeliharaan:
Kekurangan oksigen terlarut (hipoksia) menjadi salah satu kendala utama pada sistem budidaya intensif, sehingga membutuhkan pengelolaan aerasi dan kualitas air yang optimal.
Kerapu Sunu (Plectropomus leopardus)

Sumber gambar: fishIDER
Nama lain:
Sunu merah, leopard coral grouper
Ciri:
Berwarna dasar merah terang hingga kecokelatan yang dihiasi bintik-bintik biru pada sekujur tubuhnya. Habitat alaminya berada di kawasan terumbu karang dan laut terbuka.
Informasi Budidaya:
Menurut kajian KKP, pembenihan kerapu sunu masih mengandalkan induk hasil tangkapan alam seberat 1,0–3,5 kg. Unit pembenihannya berkembang pesat di Bali, sementara pembesarannya menggunakan benih yang disuplai dari Nusa Tenggara Barat. Ikan ini tergolong lebih sensitif dan mudah terserang parasit dibanding kerapu macan dan bebek, tetapi laju pertumbuhannya pada fase pembesaran relatif lebih cepat daripada kerapu bebek.
Wadah pemeliharaan:
Umumnya dibudidayakan pada Keramba Jaring Apung (KJA) maupun kolam semen pesisir.
Harga dan pasar:
Laporan media menyebutkan harga kerapu sunu hidup untuk pasar ekspor premium bisa mencapai Rp600.000 per kg. Studi dari IPB dan Universitas Airlangga di kolam semen pesisir Bali juga menilai sunu merah sebagai varietas yang paling menguntungkan pada fase pembesaran.
Kerapu Batik (Epinephelus polyphekadion)

Sumber gambar: fishIDER
Nama lain:
Kerapu batu, camo grouper
Ciri:
Tubuhnya dihiasi corak bercak gelap menyerupai motif batik dengan warna dasar kecokelatan. Merupakan ikan karang bernilai ekonomi tinggi yang banyak ditemukan di perairan kepulauan, terutama di wilayah atol.
Informasi Budidaya:
Benih kerapu batik sudah berhasil dihasilkan oleh balai perikanan budidaya laut milik pemerintah. Selain dibudidayakan secara murni, kerapu batik juga dimanfaatkan sebagai induk persilangan untuk menghasilkan varietas hibrida unggul seperti kerapu cantik dan tiktang.
Harga dan pasar:
Memiliki nilai jual yang stabil dan baik di pasar lokal maupun ekspor sebagai ikan konsumsi hidup.
Kerapu Kertang (Epinephelus lanceolatus)

Sumber gambar: fishIDER
Nama lain:
Kerapu hitam, giant grouper
Ciri:
Salah satu jenis kerapu terbesar di dunia dengan warna tubuh kehitaman yang dihiasi bintik atau bercak putih hingga kuning. Di habitat alaminya, kerapu kertang dapat tumbuh hingga ukuran raksasa mencapai berat ratusan kilogram.
Informasi Budidaya:
Benih murninya sudah berhasil dihasilkan oleh balai perikanan budidaya laut milik pemerintah. Selain dibesarkan secara murni, kerapu kertang memegang peran penting sebagai induk jantan dalam persilangan hibrida untuk menghasilkan varietas kerapu cantang.
Harga dan pasar:
Memiliki nilai jual yang tinggi di pasar ekspor ikan hidup, terutama untuk konsumsi restoran kelas atas dan ukuran porsi besar.
Kerapu Cantang (hibrida macan × kertang)

Sumber gambar: Distankan Buleleng
Ciri:
Hasil persilangan antara induk betina kerapu macan dan induk jantan kerapu kertang. Warna kulitnya cokelat kehitaman dihiasi garis hitam melintang. Kerapu cantang memiliki kinerja pertumbuhan dan daya tahan tubuh yang lebih baik (hibrid vigur) daripada kedua spesies induknya.
Informasi Budidaya:
Dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia, dengan Situbondo (Jawa Timur) sebagai salah satu sentra utamanya. Pemeliharaannya fleksibel, baik di tambak semi-intensif maupun Keramba Jaring Apung (KJA) seperti di wilayah Lamongan. Proses pendederan memakan waktu 3–4 bulan dan pembesaran di KJA sekitar 6–7 bulan, sehingga total masa pemeliharaan berkisar antara 9–12 bulan.
Harga dan pasar:
Pada pasaran marketplace, kerapu cantang segar ukuran 1 kg dijual sekitar Rp80.000–Rp140.000, sedangkan untuk kondisi hidup mencapai Rp125.000–Rp175.500 per kg. Sementara itu, benih hibrida ukuran 5 cm dipasarkan dengan harga sekitar Rp14.000 per ekor (Rp1,4 juta per 100 ekor).
Catatan pemeliharaan:
Serangan ektoparasit lintah laut (Zeylanicobdella arugamensis) tercatat menjadi salah satu kendala kesehatan yang perlu diwaspadai, khususnya pada budidaya kerapu cantang di sistem tambak.
Baca juga: Teknik Pembenihan Ikan Kerapu Bebek
Kerapu Cantik (hibrida)

Sumber gambar: SiKumis
Ciri:
Hasil persilangan antara induk betina kerapu macan dan induk jantan kerapu batik. Corak tubuhnya mengombinasikan motif bercak batik yang indah dengan latar warna kulit kerapu macan, serta memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibanding varietas murni induknya.
Informasi Budidaya:
Teknologi pembenihannya telah dikuasai oleh balai perikanan budidaya laut pemerintah dan didistribusikan ke berbagai kelompok pembudidaya. Di daerah kepulauan seperti Desa Pulau Tinggi (Bangka Belitung), pembudidayaan kerapu cantik dilakukan pada Keramba Jaring Apung (KJA) dan menjadi salah satu komoditas andalan masyarakat pesisir.
Harga dan pasar:
Hasil panen kerapu cantik hidup dari wilayah Bangka Belitung umumnya dipasarkan melalui pengumpul di Belitung untuk kemudian diekspor ke Hong Kong. Berdasarkan studi kasus usaha lokal, satu kelompok pembudidaya KJA mampu mencatatkan penerimaan sekitar Rp132 juta dengan keuntungan bersih mencapai Rp42 juta dan titik impas produksi sebesar 62 kg.
Metode Budidaya Ikan Kerapu
Budidaya ikan kerapu pada umumnya dilakukan menggunakan media Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan pesisir atau perairan laut yang terlindung. Secara umum, metode ini digunakan dalam tahap pembesaran. Pada tahap pendederan, umumnya dilakukan di bak beton (seperti pada kerapu cantang di BPBAP Situbondo) sebelum benih siap dipindahkan ke KJA untuk tahap pembesaran.
Secara bentuk, KJA merupakan sarana budidaya berupa kantong jaring serat sintetis yang ditopang oleh kerangka rakit terapung (berbahan kayu, bambu, atau bahan modern seperti pipa HDPE) serta dilengkapi pelampung agar tetap mengapung stabil di permukaan laut, teluk, atau selat yang berarus tenang.
Sekilas gambaran teknis pemeliharaannya di KJA:
Penebaran Benih: Benih yang ditebar disarankan berukuran minimal 10 cm untuk meminimalkan risiko kanibalisme dan menekan tingkat kematian. Panduan teknis (seperti pada kerapu macan) merekomendasikan padat tebar maksimum sekitar 10 kg/m3
Manajemen Pakan:
Pakan yang diberikan dapat berupa ikan rucah segar maupun pakan buatan berupa pelet komersial berprotein tinggi yang diformulasikan khusus untuk ikan laut.
Durasi Pembesaran:
Masa pemeliharaan di KJA bervariasi tergantung jenis kerapunya. Sebagai contoh, pada kerapu cantang, proses pembesaran hingga mencapai ukuran konsumsi membutuhkan waktu sekitar 6–7 bulan.
Minapoli, Penyedia Kebutuhan Budidaya
Minapoli adalah marketplace perikanan yang menyediakan solusi pengadaan sarana bagi pembudidaya. Anda dapat menemukan kebutuhan budidaya seperti probiotik, disinfektan, mineral, kincir air, dan feed additive.
Konsultasikan kebutuhan budidaya kerapu Anda dengan tim Minapoli melalui klik ikon WhatsApp di kanan bawah
Dapatkan berbagai produk Minapoli di sini
Akses informasi budidaya kerapu lainnya di sini:

Ditulis oleh
Minapoli
Penulis
-
