Minapoli
Jejaring Virtual untuk Inovasi Rumput Laut Tropis
Rumput Laut

Jejaring Virtual untuk Inovasi Rumput Laut Tropis

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Indonesia telah memiliki jaringan berbasis web antara pusat\r\nriset untuk rumput laut tropis melalui Tropical Seaweed Innovation\r\nNetwork (TSIN).TSIN adalah platform bagi para peneliti, pakar, dan ...

Indonesia telah memiliki jaringan berbasis web antara pusat\r\nriset untuk rumput laut tropis melalui Tropical Seaweed Innovation\r\nNetwork (TSIN).

TSIN adalah platform bagi para peneliti, pakar, dan juga\r\nindustri rumput laut untuk bekerja bersama, membangun sinergi dan kolaborasi\r\ndalam penelitian dan pengembangan rumput laut, produk rumput laut, dan membawa\r\ninovasi ke dalam komunitas bisnis.

Platform ini didanai oleh Program SMART-Fish fase 1\r\n(2014-2019) sebagai bagian dari Seco(Swiss) yang dilaksanakan bersama oleh\r\nKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Unido untuk meningkatkan\r\ndaya saing industri rumput laut Indonesia. Dalam rantai nilai rumput laut,\r\nprogram ini mencakup 23 kabupaten di 8 provinsi di seluruh Indonesia.

Kepala Perwakilan Seco untuk Indonesia, Remy Duiven dan\r\nPerwakilan Unido untuk Indonesia dan Timor Leste, Esam\r\nAlqararah menyaksikan peluncuran TSIN yang dilakukan pada gelar Hari Ikan\r\nNasional di Jakarta beberapa waktu lalu.

Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (Astruli) menyiarkan,\r\ninovasi, pengembangan produk, dan pengetahuan yang baik tentang tren pasar\r\nrumput laut adalah bekal untuk bisa kompetitif di pasar global.\r\nPersyaratan pembeli dan konsumen yang cepat berubah untuk produk rumput laut\r\ntelah menimbulkan ancaman serta peluang bagi industri rumput laut Indonesia.

Upaya publik dalam penelitian dan pengembangan rumput laut\r\ndan inovasi di Indonesia tersebar di berbagai lembaga penelitian dan\r\nuniversitas, dengan staf yang berkualitas, tetapi biasanya tidak sepenuhnya\r\ndidedikasikan untuk rumput laut.

Meskipun ada kolaborasi antar lembaga, akan bermanfaat untuk\r\nmeningkatkan interaksi antara lembaga-lembaga ini untuk menggabungkan keahlian\r\ndan peralatan di bawah strategi yang lebih global. Secara paralel, tampak bahwa\r\ninteraksi penelitian publik dengan industri terbatas dan sebagian besar\r\nterfokus pada penyebaran / transfer. Keterlibatan mitra industri sebelumnya\r\ndalam strategi penelitian akan bermanfaat untuk mengembangkan riset dan inovasi\r\nyang digerakkan oleh pasar.

TSIN dikelila oleh KKP sebagai koordinator dan memiliki 27\r\nanggota pusat penelitian di berbagai kementerian dan universitas, lebih\r\ndari 150 ahli. Situs web TSIN berisi profil umum pusat-pusat R&D, layanan,\r\npakar, dan keahlian mereka, produk yang dikembangkan, dan area fokus pekerjaan\r\nmereka.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

 

Artikel Asli : Trobos Aqua

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan