Minapoli
Jateng Jadi Salah Satu Penopang Ekspor Rajungan
Mas

Jateng Jadi Salah Satu Penopang Ekspor Rajungan

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertekad menggenjot\r\nekspor rajungan dengan cara terus mendorong perbaikan mutu komoditas tersebut\r\nsebagai salah satu unggulan ekspor Indonesia.\"Rajungan...

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertekad menggenjot\r\nekspor rajungan dengan cara terus mendorong perbaikan mutu komoditas tersebut\r\nsebagai salah satu unggulan ekspor Indonesia.

"Rajungan merupakan salah satu komoditas unggulan\r\nekspor Indonesia pada 2019. Merujuk data sementara dari Badan Pusat Statistik\r\n(BPS), nilai ekspor rajungan termasuk di dalamnya kepiting sebesar 393 juta\r\ndolar AS, dengan volume 25,9 ribu ton," kata Direktur Jenderal Penguatan\r\nDaya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Agus Suherman dalam siaran pers di\r\nJakarta, Selasa (21/1/2020).

Untuk itu, ujar dia, pada 2020 ini pihaknya mendorong\r\nberbagai daerah untuk terus mengekspor rajungan, salah satu adalah Jawa Tengah.


Agus mengatakan, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu\r\ndaerah penghasil rajungan. Sampai dengan 21 Januari 2020, sebanyak 161 ton\r\nrajungan senilai Rp30,37 miliar diekspor dari Kabupaten Demak dan Rembang ke\r\nAmerika Serikat dan Hong Kong.

Agus menambahkan ekspor produk rajungan tersebut berasal\r\ndari lima Unit Pengolahan Ikan (UPI) Rajungan yang berada di Kabupaten Demak\r\ndan Rembang.

"Salah satu pemasok utamanya Desa Betahwalang,\r\nKabupaten Demak, yang kerap dikenal sebagai 'Kota Rajungan'," paparnya.

Dirjen Penguatan Daya Saing KKP mengingatkan pangsa pasar\r\nrajungan sangat luas, seperti Amerika Serikat, China, Malaysia, Jepang,\r\nSingapura, Perancis, dan Inggris.

Agus menerangkan saat ini Amerika Serikat masih menjadi\r\npasar terbesar untuk ekspor komoditas rajungan yang didominasi dengan produk\r\nolahan dalam kemasan kedap udara atau kaleng.

Namun, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan permintaan akan\r\nterus bertambah dari negara lain seperti China yang menggemari produk rajungan\r\ndalam kondisi hidup, segar atau dingin.

Sementara itu, masih menurut dia, Jepang banyak membeli\r\nproduk rajungan yang diolah atau diawetkan tidak dalam kemasan kedap udara.

"Potensi pasar rajungan sangat luas, maka dari itu kami\r\ningin terus meningkatkan produk komoditas rajungan dalam negeri," katanya.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Agus berharap komoditas rajungan mampu memberikan kontribusi\r\nbesar terhadap target ekspor produk perikanan 2020 sebesar 6,47 miliar dolar.


Sumber : Bisnis.com

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan