Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil\r\natau Emil mengatakan Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang pertama di\r\nIndonesia yang menerapkan revolusi industri 4.0 di bidang perikanan. \"Ya\r\nJabar ...
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil\r\natau Emil mengatakan Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang pertama di\r\nIndonesia yang menerapkan revolusi industri 4.0 di bidang perikanan. "Ya\r\nJabar menjadi salah satu yang pertama, bahwa orang lain baru berwacana tentang\r\nrevolusi industri 4.0 itu apa, dampaknya apa. di Jabar mah sudah duluan,"\r\nkata Gubernur Emil seusai membuka acara Festival Keanekaragaman Makanan atau\r\nEthnic Food 2019 di Bandung, Kamis.
\r\n
\r\nGubernur Emil menjelaskan penerapan revolusi industri 4.0 di bidang kelautan di\r\nJawa Barat sudah dimulai sejak enam bulan lalu yakni penerapan program\r\npeningkatan produktivitas perikanan dengan menggunakan teknologi NB-IoT\r\n(Narrowband Internet of Things) di Kampung Perikanan Digital yang ada di\r\nkawasan pertambakan Losarang, Kabupaten Indramayu.
\r\n
\r\n"Jadi menabur pakan ikan di Indramayu sekarang menggunakan hp, tinggal\r\ndipilih menu khusus di hp-nya maka tersambung ke sensor dalam drum yang ada\r\nmakanan ikan dan drum itu melontarkan makanan atau pakan ikan. Makanannya\r\nakurat, terukur sehingga panen ikan naik menjadi empat kali," kata dia. Penerapan\r\nteknologi NB-IoT di bidang perikanan ini, kata dia, diapresiasi berbagai pihak\r\nsekaligus membuktikan bahwa revolusi industri 4.0 bukan hanya wacana orang kota\r\nnamun daerah pun bisa merealisasikannya.
\r\n
\r\n"Dengan keputusan politik membuat revolusi industri 4.0 ini bisa\r\nbermanfaat, khususnya di desa-desa," kata dia. Lebih lanjut Emil berharap\r\ndengan adanya Festival Keanekaragaman Makanan Olahan Berbasis Lokal, tingkat\r\nkonsumsi ikan masyarakat Jabar meningkat.
\r\n
\r\nSelain itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Jabar tengah melakukan berbagai upaya\r\nuntuk mengembangkan pangan berbahan baku ikan. Salah satunya menggagas Gerakan\r\nGemar Makan Ikan. "Semoga ajang ini memacu ide juga kreativitas\r\nmasyarakat. Dan saya harapkan masyarakat selalu gunakan produk lokal dalam\r\nmendukung perkembangan ekonomi Jawa Barat," harap Emil.
\r\n
\r\nSementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Moh Arifin\r\nSoedjayana menambahkan revolusi industri 4.0 memiliki semangat tentang\r\nbagaimana meningkatkan produktivitas melalui efektifitas dan efisiensi. "Salah\r\nsatunya ya itu tadi di Kabupaten Indramayu, tambak lele menerapkan teknologi\r\ntersebut atau memanfaatkan teknologi untuk efektif dan efisein," kata\r\nArifin.
Sumber : Antara News
\r\n

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
