Minapoli
Ini Langkah Menteri Edhy Tekan Harga Pakan Ikan
Mas

Ini Langkah Menteri Edhy Tekan Harga Pakan Ikan

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjanji akan\r\nmengatasi tingginya harga pakan ikan yang banyak dikeluhkan oleh para\r\npembudidaya.Setidaknya ada langkah yang akan dilakukan. Pertama,\r...


Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjanji akan\r\nmengatasi tingginya harga pakan ikan yang banyak dikeluhkan oleh para\r\npembudidaya.

Setidaknya ada langkah yang akan dilakukan. Pertama,\r\nKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memberikan bantuan mesin pembuat\r\npakan ikan modern ke balai perbenihan dan budidaya ikan.\r\nHadirnya mesin yang disertai dengan pelatihan, diharapkan dapat memberikan\r\npelajaran kepada masyarakat setempat tentang tata cara membuat pakan ikan yang\r\nberkualitas baik. 

"Di samping itu, kita juga akan bantu setiap\r\nkelompok-kelompok pembudidaya ikan melalui pakan ikan mandiri untuk mengatasi\r\npermasalahan pakan ikan yang mahal," kata Edhy dikutip Bisnis dari\r\nketerangan pers, Sabtu (7/12/2019).

Pakan ikan mandiri merupakan alternatif bagi para\r\npembudidaya perikanan untuk mengurangi ketergantungan pada pakan industri.\r\nSelama beberapa tahun terakhir, KKP terus memberikan bantuan pakan ikan mandiri\r\nkepada sejumlah pembudidaya yang menjadi salah satu prioritas KKP periode 2019-2024.

Langkah kedua, Edhy menegaskan KKP akan menjalin komunikasi\r\ndengan pengusaha pembuat pakan guna mencari solusi terhadap tingginya harga\r\npakan. Sebab, hal ini berimbas pada mahalnya ongkos produksi para pembudidaya\r\nsehingga menurunkan gairah industri beberapa tahun belakangan. 

Lima tahun yang lalu, kata Edhy ongkos produksi pembudidaya\r\ndari pakan ikan saja sekitar 40%, sekarang sudah 70%. "Nah, ini ada naik\r\n30 persen dalam lima tahun itu masalahnya gimana? Kami mau tahu apakah itu\r\nmasalahnya di distribusi atau terlalu banyak perantara jadi banyak\r\ntengkulaknya? Ini akan kita cari jalan keluarnya," sebutnya.

KKP juga akan kembali menghidupkan komisi-komisi yang pernah\r\nterbentuk. "Komisi tuna dan lain sebagainya untuk menjaring informasi dan\r\nmasukan-masukan setiap saat," tambah Edhy.

Hingga saat ini, KKP diketahui telah memproduksi sekitar 7\r\njuta ton bibit ikan per tahunnya. Diharapkan angkanya meningkat setiap tahun.\r\nEdhy mengaku sudah membuat pola modelnya seperti apa untuk perikanan budidaya,\r\nbaik di air tawar, air payau, maupun air laut.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto\r\nmenerangkan bahwa salah satu masalah utama yang mengemuka di hampir seluruh\r\nkabupaten di Jawa Tengah misalnya, adalah ketersediaan induk unggul. Khususnya\r\nuntuk komoditas ikan air tawar seperti gurame, nila, dan lele. 

Oleh karena itu, KKP terus memacu pemuliaan induk unggul\r\nikan air tawar untuk mendukung ketersediaan benih berkualitas sekaligus\r\nketersediaan induk bagi masyarakat. 

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Di samping itu, untuk mewujudkan kualitas benih dan.induk\r\nyang unggul, keberadaan Pos Kesehatan Ikan Terpadu (Posikandu) di kawasan\r\nbudidaya akan menjadi hal yang esensial. "KKP  bekerjasama dengan\r\npemerintah daerah akan menghidupkan kembali Posikandu yang belum beroperasional\r\nsecara maksimal guna mensukseskan keberlanjutan perikanan budidaya," jelas\r\nSlamet.


Sumber : Bisnis.com

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan