Minapoli
Infrastruktur di 3 Kawasan Perikanan Terpadu Ditingkatkan
Mas

Infrastruktur di 3 Kawasan Perikanan Terpadu Ditingkatkan

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

JAKARTA (Bisnis.com)\r\n– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beserta Kementerian\r\nKelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dalam Penyediaan Infrastruktur bidang\r\nSumber Daya A...

JAKARTA (Bisnis.com)\r\n– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beserta Kementerian\r\nKelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dalam Penyediaan Infrastruktur bidang\r\nSumber Daya Air (SDA) pada Kawasan Produksi Perikanan Budidaya dan Sentra\r\nKelautan dan Perikanan Terpadu.

Perjanjian\r\nkerjasama tersebut meliputi penyediaan saluran primer irigasi tambak dan\r\ninfrastruktur pendukungnya di 132 kabupaten/kota dan 3 lokasi Sentra Kelautan\r\ndan Perikanan Terpadu (SKPT) di Sabang, Rote Ndao dan Sumba Timur.

Dirjen SDA\r\nKementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan bahwa sebelum adanya PKS ini, kerja\r\nsama di antara dua Kementerian itu sebenarnya telah berjalan. Kerja sama\r\ntersebut merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara dua\r\nKementerian yang berupaya mewujudkan percepatan pembangunan dan nilai tambah\r\nhasil produksi kelautan dan perikanan.

“Tujuan dari\r\nPKS ini adalah penyediaan infrastruktur untuk mendukung peningkatan nilai\r\ntambah budi daya perikanan tambak yang berkelanjutan. Kami berupaya bagaimana\r\nsistem tambak perikanan dapat lebih tertata dengan baik,” ujarnya melalui\r\nsiaran resmi yang diterima Bisnis, Senin (15/4/2019).

Selama kurun\r\nwaktu 2015 hingga 2018, Kementerian PUPR telah mendukung irigasi tambak dan\r\ninfrastruktur lainnya di 125 Daerah Irigasi Tambak (DIT) yang tersebar di 70\r\nKabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Pada tahun 2019 sebanyak 25 DIT akan\r\ndibangun di 19 Kabupaten/Kota.

Sementara\r\nitu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan bahwa\r\nperan Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA sangatlah besar dalam kerja sama ini.\r\n“Melalui kerja sama ini, dilakukan revitalisasi kawasan tambak udang, hasilnya\r\nproduksi udang mengalami peningkatan,” jelasnya.

Ditambahkannya,\r\npada tahun 2010, panen udang sebesar 379.000 ton dan pada tahun 2017 hasilnya\r\nmeningkat lebih dari tiga kali lipat yakni sebanyak 1.150.000 ton.

“Hasil\r\nproduksi udang tergantung dari kualitas sumber daya air. Dengan adanya perbaikan\r\ninfrastruktur irigasi menjadi lebih bersih maka kualitas air jadi makin bagus.\r\nDitambah adanya instalasi pengolah limbah di mana semua produksi tidak boleh\r\nmencemari lingkungan karena memiliki izin AMDAL,” kata Slamet.

Peningkatan\r\nhasil panen, tentunya berpengaruh terhadap kenaikan pendapatan para petambak\r\nserta penyerapan tenaga kerja.

Sinergitas\r\nkegiatan antara Ditjen SDA dan Ditjen Perikanan Budidaya yang diharapkan dalam\r\nperjanjian kerja sama ini yaitu penyampaian baseline data dan informasi terkait\r\nrencana kerja tahunan, renstra, serta hasil penetapan lokasi pembangunan serta\r\nmelakukan sinkronisasi program di kawasan produksi perikanan budidaya dan\r\nSentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT).

Selain itu\r\nkerja sama dalam penyusunan detail desain jaringan tambak dan menyusun\r\nkebijakan dan strategi serta operasional termasuk tim pelaksana agar tercapai\r\nkoordinasi dan keterpaduan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan\r\ninfrastruktur perikanan budidaya serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi, dan\r\noperasi dan pemeliharaan serta pengelolaan infrastruktur yang dibangun.

Sumber : Bisnis.com

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

 

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan