Minapoli
Industri Perikanan Baru Dilirik Pemprov NTB
Mas

Industri Perikanan Baru Dilirik Pemprov NTB

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
2 menit baca

Potensi sektor perikanan NTB sangat besar. ”Industrialisasi\r\ndi bidang perikanan ini harus dikembangkan,” kata Gubernur NTB H\r\nZulkieflimansyah saat meninjau Balai Benih Ikan, Batu Kumbung Lingsar...

Potensi sektor perikanan NTB sangat besar. ”Industrialisasi\r\ndi bidang perikanan ini harus dikembangkan,” kata Gubernur NTB H\r\nZulkieflimansyah saat meninjau Balai Benih Ikan, Batu Kumbung Lingsar, Selasa\r\n(28/4).

Sudah menjadi rahasia umum, potensi perikanan NTB\r\ncukup besar. Namun sampai saat ini belum ada pengelolaan yang serius. NTB masih\r\nbergantung pada daerah lain jika ingin ekspor produk perikanan. Gubernur\r\nmengakui potensi perikanan NTB besar sehingga sangat potensial dikembangkan.\r\n”Tingkat konsumsi ikan di NTB juga semakin tinggi,” kaatanya.

Ikan menurutnya menjadi salah satu sumber protein yang wajib\r\ndikonsumsi masyarakat. Jika industri perikanan berkembang secara tidak langsung\r\nmendorong tingkat konsumsi ikan masyarakat.

Ia menekankan, industri bidang perikanan tidak hanya\r\nditekankan pada pengolahan ikan saja. Namun meliputi pembibitan, pembesaran,\r\nhingga produksi pakan ikan. ”Mudahan bisa kita wujudkan dalam waktu dekat,”\r\nkatanya.

Industri bidang perikanan bisa dimulai dari tingkat BUMDes\r\ndan IKM, sehingga proses industrialisasi dikerjakan oleh masyarakat sekitar.\r\n”Pengolahan dilakukan masyarakat sekitar, jadi manfaat industrialisasi dapat\r\ndirasakan masyarakat kita,” katanya. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)\r\nNTB H Yusron Hadi mengatakan, prospek industrialisasi di bidang perikanan ini\r\nsangat tinggi. ”Peluang ini tidak boleh disia-siakan,” katanya.

Potensi perikanan sangat banyak, baik di darat maupun di\r\nlaut. Baik untuk budi daya maupun perikanan tangkap. Karena itu peluang dan\r\nkesempatan ini harus segera kita tangkap. ”Industrialisasi tidak selalu harus\r\nmuluk-muluk, bagaimana meningkatkan nilai tambah, itu yang penting,” terangnya.

Ia mencontohkan, harga pakan ikan yang tinggi membuat petani\r\nikan mengeluarkan dana besar. ”Industrialisasi perikanan ini ini nanti dapat\r\nmemproduksi pakan ikan dengan harga relatif terjangkau,” katanya. ”STIP\r\nBanyumulek akan membantu merancang mesin pembuat pakan,” tambahnya.

Dengan dimulainya industrialisasi bidang perikanan di\r\nLingsar, diharapkan NTB menjadi daerah mandiri. Baik itu dari segi pakan hingga\r\npengolahan ikannya.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Selain itu, sentuhan pascapanen juga akan dilakukan. ”Ikan\r\nnila asap, bandeng asap atau produk ikutan yang dihasilkan UMKM dijual BUMDes,”\r\nharapnya.


Sumber: Lombok Post

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan