Indonesia dan Maroko menandatangani Nota Kesepahaman (MoU)\r\nKerja Sama Kelautan dan Perikanan. MoU ditandatangani langsung oleh Menteri Kelautan\r\ndan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Luar Negeri...
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2952507/original/016726300_1572328893-FOTO_000.jpg)
Indonesia dan Maroko menandatangani Nota Kesepahaman (MoU)\r\nKerja Sama Kelautan dan Perikanan. MoU ditandatangani langsung oleh Menteri Kelautan\r\ndan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan\r\nEkspatriat Maroko Nasser Bourita.
MoU ini akan mempererat jalinan kerja sama di bidang\r\npelatihan perikanan, penelitian teknis dan ilmiah di bidang perikanan laut,\r\npengolahan dan pemasaran produk perikanan, IUU Fishing, serta memajukan\r\nkemitraan sektor swasta kedua negara.
Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menerima\r\nusulan Maroko dalam menjalin kerja sama pengembangan kapasitas (capacity\r\nbuilding) dari "the Higher Institute for Maritime Studies of Morocco"\r\nsebagai salah satu tindak lanjut bidang kerja sama MoU yang disepakati.
MoU akan berlaku selama tiga tahun mendatang. Pasca\r\npenandatanganan MoU, pihak Indonesia dan Maroko secara bersama akan menyusun\r\nbentuk-bentuk kegiatan konkret dan rinci dengan rentang waktu 2-3 tahun.\r\nBerbagai bentuk kegiatan tersebut akan dimasukan pada plan of actions (rencana\r\naksi) implementasi MoU yang dikoordinasikan dengan para pihak di negara\r\nmasing-masing.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2952508/original/029793700_1572328947-FOTO_000.jpg)
Maroko yang berada di persimpangan rute perdagangan utama\r\nyang menghubungkan Afrika, Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah merupakan\r\nnegara pusat ekspor di kawasan Afrika. Sebagai pusat ekspor, Maroko memiliki\r\npelabuhan internasional internasional Casablanca yang menjadi pusat bisnis dan\r\npelabuhan terbesar di wilayah Afrika Utara, yang menjadi titik utama\r\nperdagangan internasional Maroko.
Tak hanya didukung secara infrastruktur, Maroko juga\r\nmemiliki perjanjian khusus dengan Uni Eropa terkait pembebasan tarif atas\r\nperdagangan produk industri. Termasuk di dalamnya pembebasan selektif\r\nperdagangan untuk produk pertanian, agro-food, dan produk perikanan. Hal ini\r\nmenjadikan Maroko sebagai negara mitra yang penting bagi Indonesia.
Pada tahun 2018, ekspor produk perikanan Indonesia ke Maroko\r\ntercatat sebesar USD 185.167 dengan komoditas utama antara lain\r\ntuna-tongkol-cakalang (TTC), ikan hias, dan udang.
Relasi Indonesia dan Maroko turut diperkuat dengan telah\r\nditandatangani Joint Ministerial Statement antara kedua negara untuk meresmikan\r\ndimulainya perundingan Indonesia-Morocco Preferential Trade Agreement (IM-PTA)\r\npada 28 Juni 2018 lalu. Kerja sama ini ditandatangani oleh Menteri Perdagangan\r\nRepublik Indonesia dan Menteri Muda Perdagangan, Industri, Investasi, dan\r\nDigital Ekonomi (PIIDE) Maroko. Perundingan pertama telah dilaksanakan pada\r\n28-29 Juni 2018 untuk membahas rancangan teks perjanjian perdagangan.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
“Maroko merupakan negara yang memiliki track record yang\r\nbaik dalam sektor perikanan. Dengan disepakatinya MoU ini, diharapkan perdagangan\r\nproduk perikanan antara Indonesia dan Maroko dapat terus meningkat ke\r\ndepannya,” pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Sumber : Liputan 6

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
