Minapoli
Ikan, Kecerdasan, dan Daya Tahan Tubuh
Mas

Ikan, Kecerdasan, dan Daya Tahan Tubuh

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
5 menit baca

Prof. Dr. Muchlisin Z. A., S.Pi, M.Sc Dekan Fakultas\r\nKelautan dan Perikanan Unsyiah, Ketua Pusat Studi Kelautan dan Perikanan\r\nUnsyiahProf. Dr. Muchlisin Z. A., S.Pi, M.ScDekan Fakultas Kelautan ...


Prof. Dr. Muchlisin Z. A., S.Pi, M.Sc Dekan Fakultas\r\nKelautan dan Perikanan Unsyiah, Ketua Pusat Studi Kelautan dan Perikanan\r\nUnsyiah

Prof. Dr. Muchlisin Z. A., S.Pi, M.Sc

Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah, Ketua Pusat\r\nStudi Kelautan dan Perikanan Unsyiah

Ikan adalah salah satu sumber gizi hewani yang murah\r\nsehingga dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Komponen yang paling\r\nbesar dan paling penting pada daging ikan adalah protein yang dapat mencapai\r\n20-40%, berbeda dengan protein yang bersumber dari bahan nabati, protein yang\r\nberasal dari ikan lebih mudah dicerna sehingga aman bagi sistim pencernaan\r\ntermasuk bayi dan manula.

Fungsi utama protein adalah sebagai zat pembangun dan\r\npemelihara sel-sel tubuh. Anak-anak lebih banyak memerlukan protein karena\r\nsedang masa pertumbuhan, termasuk sel-sel otak yang akan menentukan kecerdasan\r\ndan sitem imun tubuh setelah dewasa.

Protein pada ikan tersusun atas asam-asam amino esensial dan\r\nnonesensial. Salah satu jenis asam amino penting yang ada pada daging ikan\r\nadalah taurin yang berperan penting dalam pembentukan sel-sel otak pada bayi\r\ndan anak-anak.

Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk memberikan ikan pada\r\nmenu makanan bayi yang telah selesai masa ASI ekslusif dan anak-anak yang dalam\r\nmasa pertumbuhan.

Selain Taurin, protein pada ikan juga mengandung lisin dan\r\ntriptopan yang berperan penting dalam pembentukan imunoglobulin atau antibodi\r\n(membangun sistim imun) yang berfungsi untuk melawan infeksi yang diakibatkan\r\noleh masuknya benda asing penyebab penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan\r\nvirus.

Salah satu bentuk protein pada ikan adalah albumin, jenis\r\nprotein ini banyak terdapat pada ikan gabus atau "engkot bacei".\r\nAlbumin berfungsi antara lain untuk mempercepat penyembuhan luka dan bengkak,\r\ndan mengatasi penyakit diabetes.

Oleh karena itu orang yang baru menjalani operasi, ibu yang\r\nbaru selesai melahirkan atau anak yang baru selesai khitan sangat dianjurkan\r\nmengonsumsi ikan gabus supaya bekas lukanya cepat sembuh.

Selain ikan gabus, ikan sidat (ileah atau nijea) dipercaya\r\ndapat menjadi makanan penambah vitalitas (aphrodisiac) dan anti-oksidan karena\r\nkaya dengan beta karoten (vitamin A) yang salah satu berfungsinya sebagai\r\nanti-aging (awet muda).

\r\nJumlah kebutuhan protein pada manusia berkisar 1-2 gram per kg berat badan,\r\njika seseorang dengan berat badan bersih adalah 50 kg, maka kebutuhan\r\nproteinnya berkisar 50-100 gram per hari.

Jika kita perkirakan daging ikan memiliki kandungan protein\r\nrata-rata 30%, dan sumber protein hewani kita semata-mata dari ikan, maka kita\r\nperlu mengonsumsi ikan sebanyak 170-330 gram per hari. Ini artinya jumlah\r\nkonsumsi ikan yang minimal bagi seseorang adalah 62 kg per tahun.

Menurut data tahun 2019 tingkat konsumsi ikan di Aceh\r\nrata-rata berkisar 57 kg/orang/tahun, sudah lebih tinggi dari tingkat konsumsi\r\nrerata nasional (55,95 kg per kapita per tahun). Namun masih perlu ditingkat\r\nuntuk mencapai tingkatan minimum yang diperlukan. Negara dengan tingkat\r\nkonsumsi ikan tertinggi di dunia adalah Jepang (>86 kg/kapita/tahun).

Kadungan gizi kedua yang penting dalam daging ikan adalah\r\nasam lemak, namun berbeda dengan lemak pada umumnya. Lemak pada ikan tergolong\r\nlemak tidak jenuh yang mengandung asam lemak esensial yang penting bagi\r\nkesehatan tubuh.

Ikan laut kaya dengan asam lemak dari kelompok Omega-3 di\r\nantaranya adalah Docosaheksaenoat acid (DHA) dan Eicosapentaenoat acid (EPA)\r\nyang berperan penting untuk menstabilkan kolesterol dalam darah dan mencegah\r\npenyakit jantung, juga ikut berperan penting dalam pembentuk sel-sel otak\r\nbersama taurine. Asam lemak juga berperan penting dalam sistem imum, misalnya\r\nsebagai antiimflamasi.

Daging ikan juga kaya berbagai vitamin, di antaranya vitamin\r\nA yang berfungsi untuk mencegah kebutaan, vitamin ini banyak terdapat pada hati\r\nikan. Vitamin D banyak dijumpai pada daging dan hati ikan, berperan untuk\r\npertumbuhan tulang.

Vitamin A (Beta-karoten) sebagai antioksidan dan dipercaya\r\njuga berperan dalam sistem imun tubuh. Vitamin B6 dan Vitamin B12 yang berperan\r\npenting dalam metabolism protein dan lemak. Selain itu ikan juga kaya dengan\r\nunsur mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

 Kecerdasan, dan\r\ndaya tahan tubuh

Jika dilihat dari kandungan gizi dan fungsinya bagi\r\nperkembangan otak, maka wajar saja jika orang Jepang memiliki tingkat\r\nkecerdasan di atas rata-rata orang Asia, banyak inovasi-inovasi yang dihasil\r\ndari negara matahari terbit ini.

Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa ibu hamil yang\r\nrutin mengonsumsi ikan dengan jumlah yang cukup akan melahirkan anak-anak\r\ndengan skor IQ yang lebih tinggi. Sedangkan pada orang tua mampu mempertahankan\r\nfungsi-fungsi kognitif mereka lebih panjang atau tidak mudah pikun.

Pada masa pandemic Covid-19 dan bulan puasa ini daya tahan\r\ntubuh menjadi hal yang penting. Selain harus mengikuti protokol kesehatan yang\r\ntelah ditetapkan pemerintah, seperti jaga jarak dan memakai masker, asupan zat\r\ngizi yang cukup terutama protein, asam lemak dan vitamin sangat perlu mendapat\r\nperhatian.

Dan hal ini dapat diperoleh dengan menonsumsi ikan dalam jumlah\r\nyang cukup, yaitu minimal 125% dari berat badan kita per tahun. Kebutuhan\r\nprotein dari ikan akan meningkat dalam kondisi tertentu, misalnya dalam masa\r\npemulihan dan orang tua.

Jika kita melihat di Aceh yang memiliki potensi sumberdaya\r\nperikanan terutama perikanan laut yang demikian besar, dan umumnya ikan laut\r\nmemiliki kandungan DHA dan EPA relatif lebih tinggi berbanding ikan air tawar.

Oleh karena itu sepatutnya orang Aceh berpotensi besar\r\nmenjadi orang-orang cerdas, daya tahan tubuh (imun) kuat, dan bebas stunting.\r\nIronisnya Aceh menduduki peringkat ketiga tertinggi angka stunting secara\r\nnasional.

Tindakan yang harus dilakukan adalah menggalakkan makan ikan\r\nbagi keluarga, tiada hari tanpa ikan. Ikan memiliki berbagai jenis spesies\r\ndengan harga yang beragam pula, mulai yang paling murah sampai jutaan per kg,\r\nmisanya ikan tuna. Oleh karena itu kita dapat menyesuaikan dengan pendapatan\r\nkeluarga masing-masing.

Saat pandemic Covid-19 ini harga ikan cenderung menurun,\r\noleh karena itu masyarakat dapat memanfaatkan kondisi ini dengan mulai\r\nmengalihkan kebiasan makanan keluarga menjadi berbasis ikan.

Selain itu untuk menggalakkan lagi kebiasaan makan ikan\r\nperlu dilakukan berbagai kreasi jenis olahan yang bersumber dari ikan, misalnya\r\nabon ikan, bakso ikan, dan lain lain.

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Mengadakan berbagai festival atau lomba mengolah ikan,\r\npenyuluhan ke sekolah-sekolah akan pentingnya mengkonsumsi ikan, penyebaran\r\nposter dan baliho untuk mengajak makan ikan merupakan beberapa tindakan yang\r\ndapat dilakukan.


Sumber: Tribun News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan