Hasil riset kelautan dan perikanan diwujudkan dalam bentuk\r\nproduk teknologi yang siap dipakai oleh masyarakat. Hal itu tergambar pada\r\ngelaran pameran inovasi dan kreativitas kota Pekalongan 2019...
Hasil riset kelautan dan perikanan diwujudkan dalam bentuk\r\nproduk teknologi yang siap dipakai oleh masyarakat. Hal itu tergambar pada\r\ngelaran pameran inovasi dan kreativitas kota Pekalongan 2019, Kepala Badan\r\nRiset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian\r\nKelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja, secara simbolis menyerahkan alat\r\ntransportasi ikan segar untuk roda-2 (Altis-2) kepada Walikota Pekalongan,\r\nSaelany Machfudz. Altis-2 selanjutnya diteruskan kepada pelaku usaha perikanan\r\nkota Pekalongan.
\r\n\r\nPameran Inovasi dan Kreativitas Kota Pekalongan 2019 digelar\r\nsebagai rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-24.\r\nBertempat di Gedung Olah Raga (GOR) Jetayu kota Pekalongan, acara ini digelar\r\nselama empat hari yaitu pada 5 - 8 September 2019.
\r\n\r\nDiterangkan Sjarief, Altis-2 merupakan salah satu inovasi\r\nriset dari BRSDMKP yang telah mendapatkan nomor pendaftaran paten S00201402661\r\npada tahun 2014.
\r\n\r\nKendaraan ini termasuk dalam 108 Inovasi Indonesia dan\r\nRekomendasi Teknologi KKP tahun 2016, serta menjadi runner up pada\r\nKompetisi IPLAN Challenges 2018.
\r\n\r\nDia menuturkan, alat tersebut dapat digunakan untuk ikan\r\nyang telah dingin sebelum dijajakan oleh pedagang ikan keliling (telah di es\r\natau disimpan beku).
\r\n\r\nAlat ini mampu mempertahankan suhu ikan 3–4°C selama\r\nkegiatan, dengan waktu keliling hingga 6 jam, serta mampu menampung ikan\r\nsebanyak 60 kg.
\r\n\r\n"Mekanisme alat ini sangat sederhana, ikan yang dikulak\r\noleh pengecer pada sore hari disimpan di dalam di freezer, pagi nya\r\ndimasukkan ke AlTIS-2 agar ikannya tetap dingin, segar, mutu terjaga.
\r\n\r\nAlat ini tidak menggunakan es sama sekali, dapat mengurangi\r\nmodal usaha sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang ikan tersebut dan tidak\r\nmenggunakan sterofom yang dianggap tidak ramah lingkungan," terang\r\nSjarief.
\r\n\r\nDitegaskannya, hasil riset, hasil penelitian kita, harus\r\ndapat digunakan masyarakat secara langsung. Pekalongan merupakan kota pertama\r\ndi Indonesia yang menerima Altis-2 pada 2019 ini.
\r\n\r\nLoka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LRMPHP),\r\nturut menampilkan hasil riset dan inovasinya dalam dalam Pameran Inovasi dan\r\nKreativitas Kota Pekalongan 2019.
\r\n\r\nLRMPHP menyajikan hasil inovasi riset berupa prototype alat\r\npengujian kesegaran ikan berbasis non-destruktif. Alat ini mampu\r\nmengidentifikasi dan menilai kesegaran ikan dengan cepat berbasis 2 (dua)\r\nparameter yaitu citra mata dan gas. Proses pengujian kesegaran ikan\r\nnon-destruktif berdasarkan citra mata dan deret sensor gas sendiri telah\r\nmendapatkan nomor pendaftaran paten P00201704950 pada 2017.
\r\n\r\n"Di samping itu, kami juga memiliki aplikasi Laut\r\nNusantara. Aplikasi berbasis android ini membantu nelayan untuk mendapatkan\r\ntangkapan yang lebih banyak.
\r\n\r\nJadi nelayan sekarang bukan lagi mencari ikan tapi menangkap\r\nikan. Ini merupakan langkah BRSDM dalam menciptakan nelayan milenial. Dengan\r\nkultur dan kearifan Indonesia, namun menggunakan teknologi terbarukan yang\r\ndapat diakses di manapun dan kapanpun," jelasnya.
\r\n\r\nSjarief pun mengapresiasi Walikota Pekalongan yang konsisten\r\nmengadakan kegiatan pameran inovasi dan kreativitas setiap tahunnya guna\r\nmenunjang pengembangan Iptek berbasis kearifan lokal.
\r\n\r\nWalikota Pekalongan menanggapi, bahwa Pemkot memang tengah\r\nmemperkuat karakter kota Pekalongan sebagai kota kreatif dunia dengan tagline kreatif,\r\ninovatif, sejahtera, dan mandiri.
\r\n\r\n"Kami mengapresiasi hasil riset dan inovasi yang\r\ndihasilkan BRSDM yang tentunya bermanfaat untuk masyarakat," tutur\r\nSaelany.
Artikel Asli : Trobos Aqua

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
